Jujur, aku sebenernya bukan penggila buku, hanya doyan baca buku just to killing time. Bukan pula sekte orang-orang pandai, pembaca buku-buku berat yang membuat kening berkerut ketika baru halaman pertama dibuka. Kalo diinget-inget waktu masih kecil, SD atau SMP, aku pernah bilang sama (Alm) Papa, kalo suatu hari aku pengen banget punya toko buku, at least tinggal disamping toko buku. Ah.cerita lama. At the end, sebuah cerita yang menjadi salah satu milestone hidupku di akhir 2004, menggiringku menjadi pengunjung setia Gramedia Bogor. Blessing In Disquise!! Thank for that bad guy!

Maka, dimulailah perburuan buku-buku gak penting, buku-buku teenlit, ciklit yang sejenisnya dilakukan. Sungguh, gak banyak yang bener-bener berkesan buatku kecuali Jomblo by Adhitya Mulya (yang akhirnya di-film-kan) dan satu karya istrinya; Ninit Yunita; “Kok Putusin Gue” yang “Gue Banget” Dua karya yang menurutku bener-bener “menginjak bumi”. Oya, karena akhir taun 2004 itu masa-masa yg berat buat kehidupan pribadi dan pekerjaanku mulai-lah pula aku membaca buku psikologi praktis tentang manajemen simple, self confidence dan buku-buku sejenis yang secara general bertema “how to bangkit dari keterpurukan” hahahha… Change dari Rhenald Kasali adalah the inspiring book dalam hidup pekerjaan gue dan Being Happy dari Andrews Matthew adalah kitab penunjuk menikmati hidup fana ini.