
Singkat cerita, setelah Da Vinci Code yang sempat menjadi fenomena di dunia, baru 2007 dan di Aceh (catat di Aceh, meski belinya di Jakarta) ini aku menemukan buku yang sungguh-sungguh memuaskan dahaga-ku akan satu buku yg mampu menghanyutkanku ke masa dimensi lain, membawaku ke dalam aliran ceritanya, menenggelamkanku dalam khayalan, memabukkanku hingga larut malam hingga sungguh-sungguh membuatku tergila-gila pada penulisnya. Mungkin aku sudah masuk dalam sekte penyakit gila no 29 yaitu tergila gila pada buku dan penulisnya! Meniru tagline Da Vinci Code yang “menggugah nalar, mengguncang iman”; Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor and the next Maryamah Karpov sungguh tidak menggugah nalar apalagi mengguncang iman. Tetralogi ini hanya mampu menggugah hati nurani dan mengguncang imajinasi. Meski demikian tentu saja sangat layak mendapat 4 jempol sekaligus dan puja puji yang bukan basa basi.
Andrea Hirata hanya bertutur tentang kisah biasa dari orang biasa dengan kejadian yang sangat biasa, bahasa biasa bahkan sangat biasa hingga bisa dimengerti oleh orang dari lapisan yang biasa. Tetapi justru karena “kebiasaan” itu membuatnya menjadi tidak biasa bahkan luar biasa. Bingung ?? Biasa kok, kalo gak biasa baca pasti bingung… Hehehhehe..
Buku ini adalah buku biasa yang wajib direkomendasikan untuk semua orang yang mengerti arti sebuah perjuangan dalam hidup, percaya akan mimpi, menghargai kesetiaan, menjunjung tinggi kasih sayang, merasakan indahnya cinta dan tentu saja mengaliri hidupnya dengan ajaran-ajaran Islam yang sempurna. Finally, I’m speechless;.. Andrea Hirata; I love you..
Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.” -Arai (Edensor)

inspiring comment