the other side of me…

Archive for February, 2008



Menyusun kembali memori yang pernah terjadi dan telah menjadi bagian dari hidupku di kota ini. Juni 1994 dengan kakek tercinta untuk pertama kalinya di sini. Hanya berat yang menggelayuti hati ketika harus melepaskan satu bagian dari cinta pertama  yang sempat membuatku memanjatkan doa untuk  kekuatan menjalani hari-hari yang terasa berat. Namun,  jauh di kemudian hari,  kusadari itu hanya sebuah kebodohan karena Bogor dan jiwanya telah memberiku keindahan lain. Baranangsiang, kampus, angkot, hujan, jembatan merah dan cerita-cerita di dalamnya yang akhirnya menumbuhkan cinta lain yang lebih indah.  Read the rest of this entry »


Ini satu kisah tentang persaudaran, cinta, kasih sayang, kesetiaan, perjuangan, balas budi, keajaiban, kepengecutan, penyesalan, penebusan dosa dan takdir (again!)  yang begitu luas tetapi digambarkan dengan sangat detail dengan karakter tokoh yang kuat oleh Khaled Hosseini. Mengaduk-ngaduk emosi hingga terkadang membuatku seakan tidak sanggup untuk melanjutkan membaca. Pesan sponsor pertama; jangan baca kalau takut sedih.    Read the rest of this entry »


Seorang kakak kelas ketika aku baru tiba di Aceh sempat bertanya; Eh, di kamarmu ada sarung, handuk lebar atau kain panjang, gak ?  Sebelum kujawab, kutatap matanya dalam-dalam, mencoba mencari arti pertanyaan ganjil itu. Mengerti kebingunganku, dia melanjutkan. Begini loh, Vik.. disini itu kan sering banget gempa, makanya di rumah harus selalu sedia kain panjang. Jadi misal nih, kamu mandi terus tiba-tiba terasa ada yang bergoyang-goyang, gak usah mikir lagi, langsung lari dan pake tuh handuk atau kain yang lebar.

Read the rest of this entry »


Ini secuil cerita dari keseharian pekerjaanku di Banda Aceh.  Sebagai bagian dari pengumpulan data proses rehab rekon di Aceh dan Nias, salah satu tugas divisiku adalah mendata semua proyek yang dilakukan oleh lebih dari 400 NGO yang beroperasi disini.  Semua itu dituangkan dalam satu system online yang open public yang dinamai RANDatabaseSejak tahun lalu, peng-update-an data yang continue dan mutakhir sebagai bekal pendataan asset hasil proses pembagunan pasca tsunami, dipandang sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pekerjaan ini. Apalagi sejak satu badan dunia  “mengutus” seorang Aid Advisor Coordinator khusus menangani bidang ini. 

Read the rest of this entry »


Maaf, jika sejak pertama kali kau temukan dia kepadaku, aku sudah merasa ia bukan orang tepat untukmu. Ketika itu, walau aku hanya mengintip dari kaca mobil, aku berujar tanpa sadar, “cari yang lain aja yah!” Sungguh itu bukan satu kesengajaan. Tapi, satu sisi otak bawah sadarku mengirim sinyal untuk mengatakan demikian. 

Kini, tujuh bulan setelah itu, ketika dari hari ke hari hanya kekecewaan demi kekecewaan yang kau dapatkan. Hanya tangis yang memenuhi malam-malammu. Hanya ganjalan-ganjalan yang ada di hatimu. Hanya ketidakpastian yang kau temui. Hanya kemurungan yang memenuhi hari-harimu. Masih pantaskah kau tumbuhkan harapan itu di setiap langkahmu?  Read the rest of this entry »


Susah rasanya mencari teman diskusi yang enak yang nyambung dan bisa setidaknya bisa meraba apa ide yang ada di kepala kita sebelum itu tercetus di ucapan. Dan buatku sendiri kadang-kadang memang lebih menantang menemukan teman diskusi dengan “aliran berbeda” , yang bisa membuat wacana berpikirku tidak seperti kacamata kuda.  

Tapi malam ini, beda. Setelah sampai pada titik jenuh mendengar cerita soal tower, BTS, E-Proc, bandwith, traffic internet, virus, kelapa sawit hingga tiang listrik dan kabel putus, yang sulit banget nyangkut di otakku,  Aku menemukan sisi-sisi dimana akhirnya banyak topik-topik yang yang lebih menarik dibicarakan dibanding ngurusin omelan bos di pasar induk dan kehidupan “lain”  yang sudah kadaluarsa.     Read the rest of this entry »


Kenapa sih akhir-akhir ini semakin banyak orang-orang yang meributkan tepatnya merasa kecewa setelah menonton film yang merupakan hasil adaptasi satu buku? Harry Porter yang banyak diprotes oleh penggemar bukunya karena film “tidak seindah aslinya”, lalu ada Da Vinci Code yang memang sedikit melenceng dari bukunya.  Kabarnya The Kite Runner yang terjual 8 juta copy di dunia dan diterjemahkan ke 42 bahasa, malah akan segera tayang di Jakarta. Ada juga buku-buku lokal seperti Jomblo (kalo yang ini sumpah, emang bagusan bukunya, buts its oke..), Cintapuccino, Dealova hingga Jakarta Undercover. Dalam hal ini, tentu saja yang mendapat sorotan adalah  buku-buku dengan kategori Best Seller.  

Mungkin masyarakat pembaca buku semakin kritis,  jika “kitab” yang diidolakan seolah berubah jalur karena ulah si sutradara. Cerita jadi kehilangan makna, terasa kurang renyah, tidak mewakili cerita sebenarnya bahkan ada yang berpendapat merusak bisa image buku yang sudah baik. Padahal sejak dulu sudah ratusan film yang diangkat dari buku. Sejak jaman Love Story  (upsss, sorry gue lupa, Frank Sinatra apa Andy Williams ya), trus ada Scarlet Ohara, Messenge in a bottle, Original Sin, Erin Brokovich hingga Bridget Jones Diary. Tapi herannya, setahu aku film-film jadul dan berkualitas itu tidak banyak menuai protes. Bisa jadi karena tidak banyak yang baca bukunya (karena memang belum booming pembaca buku),  jadi apa yang ditampilkan di layar perak dianggap penggambaran cerita seutuhnya.

Read the rest of this entry »


Pertanyaan yang sulit, *secara* gue demennya curhat dan sering jadi tempat curhat orang. Lebih sulit, lagi gue suka ngember binti bocor.  Padahal kan ada curhat-curhat terlarang yang seharusnya jadi rahasia antara gue dan si pencurhat, kecuali kalo si pencurhat-nya juga suka ngember alias curhat sama semua orang.  Yang akhirnya jadi public secret alias rahasia umum. Ah, hidup yang sulit.

Ingat punya ingat,  berapa banyak rahasia besar dan kecil yang pernah gue tau baik sengaja maupun gak sengaja? baik rahasia pribadi ato pun rahasia orang? Wah, kayaknya banyak deh.  Dan kecenderungannya,  dasar perempuan biang gossip seringnya sih gue ceritain lagi sama orang lain meski pake embel-embel; “jangan bilang siapa siapa, yah!” Alhasil, gue jadi sering sebel sama diri sendiri. Kenapa gue gak bisa jadi orang yang dipercaya, itu kan amanat. Tapi, mikir lagi; apa emang bener itu salah gue? Gue malah jadi kasian sama orang yang suka curhat sama gue. Secara (lagi) udah tau gue ember bolong, gosip mania masih ajah mo coba-coba percaya.

Read the rest of this entry »


(diadaptasi dari beberapa tulisan orang)

Aku  sebenernya agak lupa kapan pertama kali mendengar kata ini dan tidak ditempatkan sebagaimana kaidah Bahasa Indonesia yang benar. Kalo gak salah sih, sekitar dua tahun lalu dan  orang pertama yang membawa kata itu masuk ke otakku, Andri alias si Opa. Lelaki infotainment yang sangat proaktif menyebarkan gosip gosip baru bahkan yang belum tayang di TV.  Lalu diteruskan oleh si Ibu  dan Jolie yang kayaknya gak lengkap ngomong tanpa secara. Malah kadang-kadang penyebutan secara melebihi konteks inti kalimatnya.  Intinya, entah darimana,  penempatan kata “secara” yang ganjil itu  secara tiba tiba menclok di berbagai kalimat. 

Dari penulusuran inbox email-email lama, ada satu email yang menyebutkan asal penggunan kata ini, konon pertama kali dipopulerkan oleh penyiar radio di MTV Trax FM yang sekarang dah ganti nama jadi TRAX FM.  Di I-Radio, kita bisa menikmasi alunan suara si Putri, yang demen banget ngomong kata ini. Tapi ada juga yang bilang ini bersumber dari bahasa kaum homo dan banci. Meski demikian kebeneran sesungguhnya belum bisa terlacak dengan pasti.  

Sementara itu, dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, berikut arti harfiah kata itu; 

1. sebagai; selaku; hendaklah kamu bertindak ~ laki-laki;
2. menurut (adat, kebiasaan); perkawinan akan dilangsungkan ~ adat keraton;
3. dengan cara; dengan jalan; perselisihan itu akan diselesaikan ~ damai;
4. dengan; hal itu diuraikan ~ ringkas;

Berikuta beberapa kutipan penggunaan kata secara yang diadaptasi dari berbagai media elektronik.

Read the rest of this entry »


Ini dia, oleh-oleh jalan-jalan hari kedua, setelah pagelaran Laskar Pelangi, menyusuri Aceh Besar menikmati indahnya pantai dan pegunungan sekaligus sebagai wisata “rehab-rekon”.

img_0222.jpg

Silahkeun liat poto-poto yang laen disini

inspiring post

www.flickr.com

Blogroll

Categories

inspiring archieve

inspiring comment

Whatzz Up?!

  • vicca: loh…siapa bilang jol? secara pan...
  • riesma jolie: Tampaknya di dunia ini yang masih...
  • Suri Binti Cruise: dari cerita di atas...
  • nangka: gw lagi perlu yang ngurus taman gw...
  • ULay: hayuuuukkk pulaaaaangggg yuuuukkkk…...
  • apop: vik gue jadi laper.. slurp..
  • d3vi: cuy… pinjem donk buku banci kalap,...
  • QueenInTa: soal ‘DOY’ini…...
  • may: vik…gw mang ganteng koq,tapi sayang...
  • riesma jolie: Nyak ?!?@?#$?% Ga jelas deh lo
  • riesma jolie: G ga setuju.. Menurut g juaranya...
  • apop: pik, ngomong2 pesawat goyang…gue...
  • Lala: Dejavu……..
  • MpOk: haa?? kayanya gue sering denger ada yang...
  • apop: payah deh mbak Sri..dan kebayang customer...
  • nna: tapi tetep 17-an di bogor kan?! juara...
  • apop: cool…untung elu gak putus asa.. ada...
  • apop: hehe…yang penting percayalah semua...
  • rpoppy: hahaha.. speachless.. kok ini semua...
  • rpoppy: ok nyak, kali ini gw setuju ma lo.....
Widget_logo

  • Users 2
  • Posts 94
  • Comments 301
  • Pages 3
  • Categories 7
  • Links 21
  • Tags 0
  • Link-Categories 1
  • Words in Posts 61,850
  • Words in Comments 9,847
  • Words in Pages 6,545

Guestbook