|
May
7 an answerCategory: curhat Kalo ada temen temen yang curhat tentang masalah mereka, sebagian besar bagiku itu “cemen”. Masalah-masalah gak penting, yang muncul karena menurutku sebagian besar dari mereka gak bersyukur. Lagi lagi kalo udah mentok, aku sebagai pendengar yang baik akan bilang; “udah ikhlas aja..” Tapi ternyata masalah ikhlas emang gak semudah teori quantum ikhlas. Ikhlas yang katanya harus lahir dari perasaan yang positif bukan hanya pikiran yang positif.
Saat ini entah mendadak, tiba tiba atau tidak aku harus dihadapkan pada satu polemik dimana aku mau tidak mau, bisa tidak bisa, susah atau mudah, terpaksa atau rela harus ikhlas. Tidak ada yang salah, semua benar, semua sudah pada jalan yang seharusnya dan yang terpenting semuanya halal bukan dosa. Tapi kenapa harus datang sekarang ? Bersamaan ? Tiba-tiba? Kenapa “kebahagian” itu seolah bukan milik aku dan aku harus ikhlas (ikhlas) coz maybe its not my turn. Padahal seharusnya aku toh juga bisa bahagia atas kebahagian orang orang yang aku cintai. Klise. In fact, tetap akan ada hati yang terluka dan itu aku.
Dan “mereka” orang-orang yang aku cintai itu, seolah malu dan tidak mau “mengorbankan” aku. Padahal aku bukan korban karena tidak ada yang harus dikorbankan atau berkorban. Ini hanya membuatku sibuk menata hati dan berusaha tetap tegak di tengah semua gejolak. Berupaya agar di depan mereka aku tetap biasa, tetap seperti tidak apa-apa dan meyakinkan tidak akan ada yang berubah. Tapi siapa nyana di dalam hati, ada sesuatu yang nyaris hancur? Pahit? Kecewa? Meski kekecewaan itu tidak bisa aku tujukan ke mereka atau ke pihak pihak lain apalagi ke Tuhan.
Kita memang tidak pernah tau apa yang akan terjadi di depan. Tapi apa salah kalo aku bilang, sebagian dari kejadian kini adalah refleksi dari yang sudah berlalu? Lalu, kenapa potongan potongan bagian masa lalu itu masih terbawa arus hingga kini? Bukankah seharusnya jika dulu aku menanam sekarang aku memetik? Tapi keadaannya, aku yang menanam, yang memetik nyatanya tidak harus aku. Mungkin pula aku tidak boleh takabur siapa tahu semua yang mereka tuai itu adalah bagian hidupku di masa depan.
Di lain sisi, aku yang atas nama moral berusaha melawan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani, tapi dia, mereka justru ingin menjadikan sesuatu itu adalah hal yang harus diraih. Oh No,.apakah masih ada cerita dengan judul kelaziman, apakah alpa untuk memikirkan ada hati yang akan luka? Dengan orientasi apa semua ini? Tentu bukan hubungan fisik antara dua mahluk berlainan jenis. Kenyamanan? Alat membunuh sepi? Mungkin aku tau jawabannya. Tapi benarkan itu jadi jalan keluar semuanya ?
Finally, God, I want your answer. Only answer. Walau aku tahu jawaban itu bisa datang besok, lusa, bulan depan, tahun depan atau bahkan bertahun tahun lagi. Namun, begitu banyak keajaiban sudah terjadi dalam hidupku dan kuyakinkan diri akan datang keajaiban keajaiban lain yang lebih indah. |
inspiring post
Blogroll
Categoriesinspiring archieve
inspiring comment
Whatzz Up?!
Guestbook |
3 Responses for "an answer"
Si Wonder Woman akhirnya bisa nangis juga untuk soal yang satu ini…..weks
aiihh atas moral kah??? hingga mengalahkan ego dirimu?? bravo… ga hanya itu.. tp karna yakin dan takut pada kuasa-NYA…
balik ke soal ikhlas.. waduuhh udah beraattzz itu mah.. hihihihi insyAllah jawaban yg mba inginkan bisa terwujud secepatnya.. sehingga keikhlasan perlahan hadir dikalbumu.. ya ya…
nyak..
sadarilah mungkin memang prosesnya harus seperti itu, yakinilah bahwa di dalam setiap kejadian pasti ada hikmahnya.. ocree?? sebenernya kunci/jawaban dari setiap kejadian itu adalah sabar dan ikhlas..
teori mah gampang ya nyak? kl praktek susah banget?
tetap semangat!!!!
Leave a reply