d’vicca
Beberapa bulan yang dia memang sempat menelponku walau hanya miskol. Waktu itu aku belum kenal dia dan sama sekali gak tau nomer HP-nya. Sementara dia pasti tau nomerku dari HP suaminya. Herannya nomor itu justru aku simpan tanpa alasan apa-apa, selain hanya “feeling” bahwa akan ada “sesuatu” menyangkut nomor itu. Lucu. Setelah tahu dia itu siapa, seingatku aku memang pernah menelpon untuk “mengakui” semuanya, itu pun setelah “dipancing” olehnya. Dia pun sempat menelpon beberapa kali yang tentu saja membuat perasaanku jadi tidak nyaman. Ibarat maling aku disuruh ngaku. Hihihi..
Sekarang setelah semua tragedi dengan suaminya berakhir, harusnya dia adalah perempuan pertama yang harus aku hindari begitu juga sebaliknya. Hal ini buatku sangat beralasan; “ngapain juga berhubungan sama istri seseorang yang harus aku enyahkan dari pikiranku”, sementara dia harusnya berpikiran “biar bagaimanapun”, aku adalah perempuan yang pernah mengisi hari-hari suaminya.Dan itu adalah tidak sepantasnya. Setelah aku berjanji “menyelesaikan semuanya”, sangat commonly kita tidak ada “urusan” lagi. Tapi kenyataannya cukup aneh, sekarang aku malah merasa makin akrab dengan wanita yang aku panggil “mbak” itu. Memang agak sungkan di awal. Kalo dia nelpon aku bingung harus bagaimana menanggapi, yang akhirnya hanya membuatku jadi pendengar keluh kesahnya. Namun kian kesini, aku tidak lagi nyaman hanya sebagai pendengar dan mulailah rumpian ala ibu-ibu itu digelar.
Kesimpulanku, dia perlu temen curhat yang mengerti suaminya dan mungkin dia menganggap aku nyambung soal itu. Entah persahabatan model apa ini, tapi aku yakin kita bisa menemukan sahabat dari berbagai cara, termasuk dari “musuh” kita sendiri. That’s what I feel now.. Yang jelas, meski agak ganjil di awalnya, aku menemukan banyak persamaan dengan perempuan yang belum pernah ketemui secara langsung tersebut. Peace Mbak! All the best for you and your family.
4 Responses for "a new friendship or.. ??"
Sekali tepuk 2 lalat melayang…sekali mendayung perahu 2 atau 3 pulau terlampaui *kebayang gak besarnya itu perrahu dan dayung*
hihihi aneh…klo jaman dulu kali dah dijadiin bini aja tuh 2-2nya.
hahaha…ditawarin sih buk..tapi udah gak mau.. Hahahhhaha…
memang aneh, pik, lebih aneh dari sinetron2 garing di tipi. so, gimana usulan gue bikin buku tandingan “lesson learned” berisikan kasus2 semacam ini dari ‘pelaku rehab rekon’?
Leave a reply