d’vicca

Archive for the ‘curhat’ Category


after the love has gone

Jun 10, 2009 Author: vika | Filed under: curhat

 

Sejujurnya aku sudah paling malas menulis hal-hal berbau cinta khususnya ke lawan jenis. Karena sesuatu dan lain hal, urusan beginian hanya membuatku mendadak menjadi Nia Daniaty, bawaannya mellow, sedih, menyesali nasib tentu saja dengan iringan soundtrack lagu-lagu patah hati. Klop banget.

Namun, ada satu peristiwa dalam keluargaku yang bisa jadi akan jadi salah satu milestone penting bagi kami. Tentang sebuah pernikahan yang batal hanya dalam hitungan hari dikala hampir semua persiapan sudah rampung. Surat undangan pun sudah tinggal menunggu diantarkan. Apa mau dikata, ketika masalah-masalah kecil yang sebenarnya bisa diselesaikan tanpa membatalkan rencana, mendadak menjadi polemik besar dan memaksa  semua persiapan yang sudah disusun cukup lama harus menjadi sisa kenangan belaka.  Kecewa pasti. Rugi ? Lebih pasti lagi. Rugi waktu, biaya, tenaga dan yang jelas rugi hati. Sakit yang sulit terbayarkan. Tidak hanya calon pasangan batal, tapi juga kedua pihak keluarga. Hubungan yang sudah terbina kurang lebih empat tahun yang awalnya diharapkan menjadi labuhan terakhir bahagia, ternyata tidak berarti apa-apa, hanya karena  perbedaan yang tidak dicoba dicari jalan keluarnya, karena pikiran yang sudah tertutup oleh kemarahan.  

Itu mungkin namanya jodoh ya..Aku sempat ingat seorang teman yang sudah menjalin hubungan lebih dari 10 tahun, sudah niat akan menikah meski seadanya. Toh batal juga, karena urusan-urusan yang menurutku agak tidak penting.  Atau teman yang lain yang begitu memuja pacarnya laksana segala-galanya. Sudah lamaran, tinggal persiapan. Namun manakala Tuhan berkata lain, habislah semua hanya karena urusan yang mungkin sepele buat orang diluar mereka. Namun tidak sedikit pula yang ketemu jodoh dengan singkat. Ketemu seminggu trus nikah deh.. Atau dengan cara yg ajaib, misal ketemu lewat internet, tidak pernah bertatap muka tapi bisa sampai menikah. Cara terakhir ini buat aku sih,..gak bangett… Karena setiap orang bisa jadi siapapun yang dia mau di dunia maya. Argghh..

Ah, urusan cinta memang repot. Ajaib.  Katanya cinta bisa mengalahkan segalanya. Kelebihan pasangan pasti menjadi kebanggaan, tapi kekurangan adalah kenyataan yang harus diterima. Bahkan konon cinta bisa datang justru dari kekurangan pasangan kita. Kata Naff : “bila nanti kusanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku”, ingat…bukan kelebihan yang ditonjolkan, namun kekurangan/kelemahan-lah yang menjadi titik poin. Aku semakin sulit mengerti masih adakah cinta sejati yang tulus? Yang tidak memandang apa-apa?

Aku jadi ingat pembicaraanku dengan seorang teman beberapa waktu lalu. Dia bilang cinta yang paling abadi itu, cinta kepada Tuhanmu yang tidak akan pernah mengecewakanmu. Sementara dengan pasangan duniamu, cinta itu adalah satu paket dengan kekecewaan.  Semua mau mengalami indahnya cinta, tapi hampir semuanya pula tidak mau mengalami kekecewaan.  Manakala kau memutuskan untuk jatuh cinta, maka saat itu juga kau sudah memutuskan untuk siap kecewa.

Sudahlah,..apa yang baru saja terjadi di keluargaku mungkin adalah cerminan kasih sayang Allah pada kami  sebagai bagian untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik di depan sana atau bisa jadi juga menjadi kaca untuk mengintrospeksi masih ada dosa yang belum  ditobatkan dan masih banyak amalan yang belum dilakukan.  Only God knows..

 

 

my life is so colorful

Feb 9, 2009 Author: vika | Filed under: curhat, tentang aku...

Nyaris dua minggu ini agak sedikit “tersiksa” oleh pekerjaan yang numpuk. Tapi untungnya karena udah biasa, “siksaan” itu bisa dibikin enjoy apalagi aku punya temen temen tim yang hebat dan bisa diandalkan ( I love you, gus..). Namun sering juga terlintas betapa membosankannya semua ini dan itu yang akhirnya bikin aku merasa, “Oh No…, gue kayak gak punya kehidupan lain?!!”  Tapi, setelah ngobrol-ngobrol dengan seorang temen kemarin aku tiba-tiba diingetin kalo hidupku  dengan semua kejadian dan peristiwa yang pernah kualami itu berwarna banget. Asumsi seperti gak punya kehidupan lain mungkin hanya sesuatu yang tanpa kusadari aku “setting” sendiri.  So terrible, isn’t it?

Ingatanku menerawang ke semua hal-hal penting yang pernah terjadi dalam nafasku. Ibaratnya hidup ini penuh dengan milestone.  Lahir dari orang tua dengan budaya yang cukup berbeda, yang membuatku tumbuh dengan gabungan kultur Sulawesi dan Sumatera. Atau paling tidak menambah perbendaharaan bahasa daerah yang aku cukup pahami.  Jadi aku punya “koleksi” saudara yang beda banget adat dan bahasanya kalo lagi ngumpul. Lalu masa kecilku yang menclok dari satu kota ke kota lain menambah koleksi teman-teman. Untuk temen-temen sekolah, aku nyaris gak punya temen TK yang se-SD, temen SD yang se-SMP, temen SMP yang se-SMA dan temen SMA yang sekampus. Semua berbeda. Ketika kuliah pun aku masuk di lingkungan yang dipenuhi oleh orang-orang dari 27 provinsi (btw, sekarang udah 33 ya?) Lagi-lagi membuka mataku bagaimana berbaur dan menyesuaikan diri dengan orang-orang yang datang dari latar belakang yang berbeda. Alhamdulillah bisa dibilang aku masih keep contact dengan teman-teman terdekat yang berbeda-beda wahana itu, meski pun hanya dengan perantara teknologi.

Sebagian masa kecilku adalah bahagia, tapi ada juga bagian lain yang idealnya pada saat itu belum layak aku alami. Namun itu sungguh bukan satu penyesalan justru suatu karunia besar yang kini aku sadari. Belum lagi milestone penting perjuangan Mama untuk aku dan adik-adikku yang akan selalu jadi sejarah penting sampai dunia ini tutup usia. Kalau ingat hal-hal berat kala itu, rasanya aku tidak yakin bisa melewati itu semua. Satu hal yang sudah jadi garis tanganku, bahwa selama ini apapun yang aku capai sama dengan perjuangan. Hampir tidak ada setitik hal kecil yang aku dapatkan tanpa usaha keras untuk mencapai itu. Ngomong-ngomong soal ini, aku pernah “dibaca” oleh seseorang, bahwa katanya untuk memperoleh sesuatu rata-rata aku harus melewati lebih banyak tahap dibanding orang lain padahal bisa jadi itu untuk sesuatu yang sama. In others words, nothing such an easy thing for me. Lagi-lagi itu bukan satu penyesalan yang membuatku menggerutu dan bilang bahwa rumput tetangga selalu lebih hijau, tapi merupakan satu suratan dan pembuktian; my life is my fight.

(more…)

get real (???)

Dec 14, 2008 Author: vika | Filed under: Uncategorized, curhat

Ada kabar baik.. Kata Oie, beberapa waktu terakhir ini aku udah terlihat lebih “normal”. Meski agak gak nangkep arahnya kemana, mungkin bener juga. Mungkin aku udah keliatan “get real”. Gak maen sinetron lagi. Gak ujug-ujug minta ambilin tissue karena nangis yang berderai-derai. Gak mendadak kehilangan mood dan selera makan. Waktu itu, yang bercokol hanya selera makan orang alias marah-marah sama oknum yang sama. Kasian juga dia kena marah terus tiap hari.

Ke-ideal-an “how to control your emotion” lama-lama hanya ada di buku-buku tebel yang sering gue baca. Ternyata lagi-lagi gak segampang itu. Disamping emang udah bawaan orok yang udah doyan ngomel waktu masih di kandungan, ternyata ketidaksiapanku menghadapi satu kehilangan yang sudah di depan mata menambah parah penyakit itu (baca: ngomel tanpa henti). Sampe sempet diinfus dengan selang yang gak betah nangkring di nadi-ku. So…akhirnya walau penyakit itu udah tahap kronis stadium empat, I have to go.. (dun no..maybe coz “something” already left me before..). Karena obatnya memang hanya itu. Pahit, sakit, perih, sengasara jadi efek samping obat itu. Meski harganya mahalllllllllllllll banget dan gak diganti sama Askes kantor atau asuransi pribadi, tetep harus aku beli, untung aja gara-gara itu, gak jatuh miskin sampe harus tidur di mesjid.

Thanks God, aku punya dua ribu fans (halah…hiperbola sebagai artis gagal) yang rela berkorbah hingga titik darah penghabisan buat meyakinkan aku kalo,…semua hal buruk dan penyakit yang sudah terjadi adalah kewajaran biasa bukan kesalahan. Meski berdarah-darah penuh derita, merintih rintih penuh sepi, yellow mellow on the wow.. toh semua akhirnya harus jadi tidak berarti lagi. Life must go on.

Terpaksa aku kutip penggalan sajak basi dari masa lalu yang entah kenapa kerasa nyambung aja sekarang ini
Satu
Perubahan terus mengalir membanjiri lautan hati hingga
ke samudera (baru) kehidupan, agar luas seperti bumi
sehingga tidak sempit, gerah, penat..
Bila berlayar bercinta dengan ombak, karena badai yang
berselingkuh akan cemburu bersama pasang surut.. tak
perlu berhenti, cukup menunggu karena akan membawa
sang dewa, sang dewi melahirkan putri keseimbangan.
Merenung menuju malam..bermimpi akan indahnya harapan
karena bila esok menjadi kenangan,?
Apa yang telah terlewati adalah bagian menggapai nanti
Saat ini adalah semuanya, saat ini menjadi kesempurnaan.

Dua
Dia yang pernah ada, begitu dekat tapi tak tersentuh
Begitu keras, begitu nyaring, suara ini………….
tapi yah!! aku tak terdengar
Dia yang pernah ada, tapi kini tak lebih dari halogram hidup yang rancu, sistemnya telah pudar dicumbu virus berkendaraan kuda trojannnya.
Aku mematung, menjadi tak bergeming..
Dia sudah tiada, yang ada hanya halogram dengan jutaan byte kenangan berkapasitas giga. Mesin berkecepatan tinggi berbahana luas..
Tapi itu tidak berarti lagi.. (Last Cargo, 2004)

Dua Ke-sebel-an (tukang marah)

Nov 16, 2008 Author: vika | Filed under: curhat

Akhir-akhir ini gue demen banget marah. Kalo dipikir-pikir marah-marahnya makin kesini makin gak jelas. Orang lain mungkin hobi-nya jalan-jalan, nonton film, atau main catur.. Lah, kok gue hobi-nya marah-marah?! Kalo udah marah-marah kadang kadang gue merasa gak jadi diri sendiri. Istilah kerennya “berkepribadian ganda”. Tapi kata sohib-sohib pribadi gue sebenernya gak ganda, bisa jadi triple, kwartet, panca sampe dasa. Halah. Ini bener-bener berlebihan.

Ke-sebel-an pertama ;  Bos yang satunya suka rada-rada gak “dong”, yang satunya kepinteran. Kalo jodoh, ini perpaduan yang unik dan ajaib. Satunya jarang punya ide , satunya kebanyakan ide. Bukannya saling melengkapi, tapi malah sering jadi “keributan”  bikin karena gak sampe-sampe kata sepakat. Berooobahhhhhhhhh mulu.. Udah gini, gue (sombong.com) sering banget jadi “kambing hitam” keduanya. Bagaimana memadukan agar ada hasil. Puyeng!  Bete-nya ada beberapa hal yang harusnya dipikirkan oleh yang level-nya diatas gue, tapi kok gue merasa beban mikirnya dan pelaksanaan teknisnya banyakan ke gue dan temen-temen.  Secara strategi, yang bersangkutan lebih sering tidak membantu. Kalo pun iya, gak terlalu berpengaruh banyak.  So, di banyak hal, anak buah  jadi komandan merangkap prajurit. Kalo perang gak tau tuh posisinya ada dimana. Bener-bener gak lucu, soalnya gajinya gak dobel :P

Ke-sebel-an kedua; Ini yang bikin gue jadi berkepribadian ganda berlipat lipat.  Jadi gak pengertian, gak compromize, maksa dotcom, mo menang sendiri, dll.  Padahal aslinya gue cuek, males ngurusin hal-hal begini tapi gampang banget nurut sama orang alias bisa diajak kong kalikong apalagi untuk orang yang harusnya aku sayangi.  Saking nurutnya kadang-kadang terlalu percaya sama orang dan gampang di-bego-bego-in. Ini mungkin gak penting.  Tapi lama-lama jadi penting. Mau dibikin gak penting lagi, ternyata gak segampang itu.  Namun dari waktu ke waktu selalu aku coba untuk udah ikhlas, walaupun di tengah-tengah jalan menuju itu, sebagai “perempuan biasa”, selalu ada “ketidakpuasan” yang akhirnya memicu “kemarahan”.  Ah, sutralah..bagian ini gak terlalu perlu banyak dibahas.

 

Akhirnya, hidup memang tidak ada yang sempurna…

perfeksionis-ta

Nov 14, 2008 Author: vika | Filed under: curhat

Abis sakit bulan lalu, tingkat kesibukanku bukannya turun, malah tambah sibuk. Untungnya sekarang makin banyak yang bantuin gw di kerjaan rutin. Tapi yang bikin puyeng adalah masalah petinggi alias si bos yang menjunjung tinggi perfeksionisme (baca: perfeksionista) dalam setiap pekerjaan. Oke, secara sebenernya aslinya gue pun perfeksionis. Tapi perfeksionis yang begini sering melahirkan sejuta pertimbangan yang lama-lama tidak lagi menjadi pertimbangan yang esensial untuk satu keputusan. Setuju banget dalam semua hal kita emang harus memikirkan hasilnya, respon pihak ketiga dan segala dan dampak baik atau buruk yang akan ditimbulkan. Tapi kan gak harus takes time untuk hal-hal tidak terlalu prinsip ?!

Apalagi untuk waktu terbatas, dimana semua keputusan harus diambil cepat. Kenapa harus bertele-tele untuk hal-hal pendek selama esensinya sudah tersampaikan. Kalo masalah kekhawatiran mah, semua juga perlu dikhawatirkan dalam arti “dijaga” agar tidak terjadi hal-hal yang buruk. Tapi gak harus bawel dong buat urusan-urusan yang bisa jadi  diliat-nya hanya dari kacamata sendiri ?  

Capek!

takut gak bersyukur..

Oct 28, 2008 Author: vika | Filed under: curhat

Satu hal yang paling aku takutkan adalah takut dicap manusia kufur nikmat. Nah, herannya akhir-akhir ini aku kok sering banget ngerasa begitu. Hanya gara-gara satu atau dua hal yang aku gak punya, tiba tiba aku suka merutuki betapa malangnya aku, kenapa aku gak kayak mereka, kenapa gue begini, begitu.  Akibatnya jadi uring-uringan dan bête gak menentu. Gak enak banget kan ?

Misal,idealnya aku punya sepuluh hal penting untuk satu hal bernama “kebahagian”. Seperti keluarga yang harmonis, pekerjaan yang bagus, tabungan yang cukup, teman-teman yang baik dan lain-lain.  Tapi dari sepuluh itu, ada satu yang aku gak punya. Nah, kenapa satu hal tersebut tiba-tiba  mengacaukan sembilan hal lain? Atau kalaupun ke sepuluh hal tersebut aku punya semua, apa semua benar-benar sempurna ?

Alhamdulillah, di tengah kegalauan itu, aku punya teman-teman yang selalu mengingatkanku kalo aku punya begitu banyak hal yang harusnya bikin aku bangga dan yang pasti meyakinkan aku kalo Allah itu Maha Adil.

20 things I hate about “this”

Oct 18, 2008 Author: vika | Filed under: curhat

1. Gak nyindir kan waktu kamu bilang : btw slamat ultah ya, semog bs lbh sabar & dws dlm menghadapi smuanya.. (original typing..)

2. Emang gue juga sih pak acara marah marah terus..

3. Makasih masih mau menyempatkan waktu buat dengerin omelan gue minimal satu jam sehari. Gila..gue tau lu udah mulai bosen kalee.. Secara lu pernah bilang gue lama-lama asli udah mirip Jeng Kelin alias menjengkelkan

4. Bener, selalu ada trigger kecil kecil yang bikin semuanya jadi besar (again, gara-gara gue)

5. Bener, gue emang suka muter-muter ngomongin hal yang sama

6. Aku capek tau…just like I ever mentioned in my email. Its an SOP!

7. Sebel, aku menanyakan sesuatu untuk memperoleh jawaban akan sesuatu malah dibalikin kembali ke aku. Emang ini acara Cerdas Cermat?

8. Kadang-kadang aku emang norak..

9. Always try to forget all the things that we ever done before, tapi susah.. (banget)

10. Sesuai poin 9 Aku gak nyesel kok..

11. Sorry gak bisa ngasih perhatian perhatian kecil lagi seperti dulu (emang butuh dari gue ?)

12. Sorry masih terlalu banyak nuntut ini, itu.. dan thanks a bunch, you always there (tapi sampe kapan? Lama-lama juga capek kan..)

13. I know you must be left me one day! And its so close..

14. Gak pernah ada yang bisa merubah semua ini, dan yang aku tangkep kamu pun gak berniat merubah apa-apa.

15. Aku emang gak sabaran, mo menang sendiri plus mau enak sendiri (like u also)

16. Aku berusaha sekuat tenaga sabar dan ikhlas nerima semunya. But, GOD..susah banget

17. Aku gak punya pelarian atau kambing hitam untuk meluapkan semua emosi but only U

18. Terima kasih untuk semuanya

19. Maaf untuk semuanya

20. Those are all caused by the reality, that you’ll never be mine

tentang satu hati

Sep 19, 2008 Author: vika | Filed under: curhat

Lagi nginget-nginget, seumur hidup, berapa kali sudah jatuh cinta? Banyak kali yeee… tapi hanya 2-3 orang yang punya kesan paling mendalam. Dari 2-3 orang tersebut hanya satu yang hingga detik ini aku masih hapal mati luar kepala nomor HP-nya. Meskipun aku ditanya ketika masih dalam keadaan ngigau atau setengah bernyawa karena baru bangun tidur. Hahahah.. Meski emang gak jodoh, aku sama sekali tidak enyesal, coz banyak hikmah yang Allah tunjukkan ketika semua tamat.

Punya hubungan terakhir agak serius kayaknya sekitar tahun 2006. Mungkin gak jodoh.. (emang iya…),  dansejak itu aku bertekad kuat setengah mati, membentengi semua hati dengan beton-beton yang paling kuat sedunia. Tentu saja dengan alasan; gak mau sakit hati lagi. Padahal ada pepatah yang (tidak) bijak.. katanya kalo siap jatuh cinta, maka harus siap sakit hati. Ibarat dua sisi mata uang, dua hal tersebut adalah satu bagian yang seperti kancing cepret. Nempel kemana-mana

Lalu, ada juga cerita tentang hubungan gak penting dengan orang yang salah. Seperti cerita temanku ini. Herannya emang dasar gue bebal, setelah selesai, ya selesai aja. Gak pake acara nangis Bombay semalam suntuk. Karena aku merasa tidak ada perlu-nya melanjutkan semua ketidakjelasan dan tidak ada yang harus aku tuntut dari semua yang sudah dijalani. (“Halo, pak… rumahmu masih di Kedung Halang, Bogor-kah?” ) Walau demikian, dia adalah salah satu milestone paling penting dalam hidup gue. Aku bisa lupa dengan yang lain, tapi tidak dengan beliau itu. Makasih…you’re one of the great things happened in my life.

Kata orang, keledai yang konon hewan paling bego sedunia aja gak bakal jatuh ke lubang sama dua kali.Dan pepatah itu aku pegang rapat-rapat. Pengalaman buruk yang sama toh gak harus terulang dua kali. Tapi siapa nyana…ada masa dimana sebagai manusia biasa yang khilaf dan gak luput dari dosa (kata Ebiet G.Ade), itu terjadi lagi, dengan level dan grade yang mungkin lebih dari yang sebelumnya. Dan ternyata aku tetap perempuan sensitif yang ternyata (lagi) tidak bisa easy going sama semua masalah. Lagi-lagi, meski aku tau harusnya cinta itu indah, the most important part of that adalah : stupid and silly things.

Sedih ? Pasti.Menyesal ? Hmmm, tidak ada kata itu dalam kamus berjalanku. Capek ? ya, iyalah…. Capek hati maksudnya. Mencoba bersikap biasa seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa adalah hal yang maha sulit. Mencoba cuek apalagi. Mencoba sabar ? Selalu… tapi jika ada 5 kali percobaan, dipastikan 3 diantaranya adalah kegagalan L.

Kadang-kadang suka nangis gak jelas..ujug-ujug ngambek, dan ada muatan emosi yang meledak-ledak setiap saat karena I don’t know what to do.. Tentu saja kondisi begini merugikan semua orang, dirinya, teman-temanku, pekerjaanku dan yang lebih penting lagi adalah merugikan diriku sendiri.

Sampai-sampai hal-hal buruk menggerayangi pikiranku :

enak gak ketika kamu merasa jadi no body, ketika merasa jadi orang paling tidak penting, ketika merasa hanya “dimanfaatkan”, ketika merasa jadi orang yang “rendah”, ketika merasa jadi orang yang terbuang, ketika merasa hanya akan tercampakkan, ketika merasa hanya sebagai permainan… dan ketika merasa hanya sebagai alat pembunuh sepi…

Selalu kucoba, memuntahkan semua perasaan itu. Selalu, karena aku tau aku bukan perempuan biasa.Ah…ini masalah cemen..  Namun pun selalu tidak bisa (atau belum bisa?)

Tapi, thanks God…di tengah tengah semua gejolak dan emosi yang naik turun aku masih punya deretan teman-teman yang aku yakin sangat sangat menyayangi aku. Yang selalu mencoba membantuku meluruskan semua yg buruk menjadi baik. Dengan sejuta motivasi terselip untuk mendukung semua “perjuangan” yang aku lakukan. I love you, guys… Kalian adalah teman-teman terbaik yang pernah aku miliki.

Semoga, di tengah semua “keterpurukan” ini aku selalu bisa berdiri lagi. Kata satu buku yang aku baca, kebahagiaan dan kesusahan itu adalah satu bagian utuh yang bisa dipisahin. Aku percaya itu. Harus percaya.

Ya Allah..jangan biarkan semuanya sia-sia. Yakinkan aku akan ada satu titik kebahagian yang lebih hakiki di depan sana..

dini hari, 19 September 2008, karena gak bisa tidur..

mengundang masalah..

Sep 12, 2008 Author: vika | Filed under: curhat

Abis baca blog-nya Mbak Suzie. Doi dulu salah satu sohib terbaik di SWA. Tergelitik dengan satu tulisannya, kalau umumnya, masalah yang terjadi dalam keseharian kita adalah karena kita mengundang masalah itu. That’s what happen now with me!  Dibilang masalah ya, gak. Tapi gak masalah juga kok jadi berpengaruh sama stabilitas emosi. Gak jelas.  Padahal sebagai orang yang mengaku well plan, semua yang aku putuskan, aku jalani sebenarnya sudah bisa teridentifikasi apa resiko dan konsekuensinya sejak awal.  Masalahnya, ketika resiko dan konsekuensi itu udah di ujung jari, ada perasaan sulit untuk menerima semua itu dengan ikhlas sepenuh hati.

Kata orang kedewasaan seseorang, salah satunya diukur dari bagaimana dia menyelesaikan masalah.  Betul banget. Dalam hal ini, aku sendiri merasa lima tahun terakhir ini sudah jauh lebih baik dibanding dulu. Biasanya sih kalo ada apa-apa, gue emang bête, sebel, kesel..Tapi suka gak lama. Apalagi masalah kecil-kecil. Bangun tidur pagi-pagi biasanya juga udah lupa. Sampai pada titik tertentu ternyata aku gak bisa easy going sama semua yang terjadi. Secara teori, aku udah tau. Harus A, sebaiknya B atau jangan bersikap C. But…ternyata, I’m  just an human. Yang masih punya emosi dan perasaan yang kadang-kadang di melampui kendali pikiran dan tindakanku.

Mau ngadu sama Tuhan kayaknya malu (meskipun tetap kulakukan). Toh, aku yang salah, aku yang mengundang masalah ini muncul dalam kehidupanku. Aku sendiri yang menempuh “dosa” ini. Aku sendiri yang menentukan apa yang akan kulakukan.  Kok tiba-tiba aku “menuntut keadilan” dariNya. Ini bukan accident kok, bukan ketidaksengajaan dan bukan karena aku tak berdaya upaya mencegahnya

Tapi aku gak punya tempat lain untuk bersandar dan berserah diri selain diriNYA, sebagai awal dan akhir dari segala urusan.

satu paket…

Aug 31, 2008 Author: vika | Filed under: curhat

Minggu ini aku ketemu  dua orang temen (cewek) di waktu yang berbeda dan berbincang tentang begitu banyak hal pribadi yang membuatku ternganga akan “keberanian” mereka mengungkap fakta yang mungkin bagi sebagian besar orang sangat tabu.  Meskipun really, it’s a damn thing!!! Teman pertama sebutlah namanya Nancy bilang, dia pernah hidup serumah dengan “pacarnya”  sementara teman kedua sebutlah si Desy secara gamblang bercerita tentang sepak terjang kehidupan “bastard” –nya yang sejak masih kuliah pun pernah living together selama tiga tahun dengan lelaki yang bukan “siapa-siapa-nya. Pls don’t ask about “pernikahan disini”.  Lalu cerita bergulir ke kehidupan mereka sekarang, dimana kebutuhan untuk “ditemani” itu meskipun bukan prioritas utama sudah menjadi salah satu bagian penting dari keseharian mereka.  Nancy bercerita kini pun ia sudah menemukan pengganti lelaki yang pernah menemaninya selama tujuh tahun itu.

Ketika kutanya : “lu cinta sama dia ? sayang ?” 

Dengan enteng dia berucap: “cinta? Emang perlu ?.,.. Gak tuh, gue merasa gue butuh sama dia, dia sebaliknya dan kita merasa nyaman..Why not.. Go ahead.

Aku bertanya kembali : “sejauh apa hubungan kalian ?”

Nancy : Vika…gue gak mau rugi dong, gila aja lu! Apa yang bisa gue dapetin ya..harus gue dapet!

Serupa tapi tak sama, Desy malah lebih ajaib lagi. Kini, ia “menjalin hubungan dengan seorang (maaf) laki –laki beristri yang juga punya affair dengan perempuan lain. Itulah kenapa ia lebih suka menyebut dirinya sebagai “partner in crime” dengan laki-laki itu;

Desy : Kenapa gue mo jalan sama dia, karena gue udah tau dia bangsat, dia brengsek. Jadi gue gak perlu repot-repot pake hati. Gue capek selalu pake hati dari dulu. It was a stupid thing! Sekarang hati gue udah gue deposit di bank, jadi yang gue pake ini hati serep (halah…emang ban dalem!!)

(more…)



  • Users 2
  • Posts 156
  • Comments 474
  • Pages 3
  • Categories 7
  • Links 26
  • Tags 46
  • Link-Categories 1
  • Words in Posts 103,410
  • Words in Comments 16,879
  • Words in Pages 6,545

See Me...



RSS detik


www.flickr.com