<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>balancing corner.. &#187; Cerita Cinta</title>
	<atom:link href="http://www.vikaoctavia.com/category/curhat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.vikaoctavia.com</link>
	<description>a place I called home...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 17:11:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>mimpiku, kamu dan kopi</title>
		<link>http://www.vikaoctavia.com/2011/12/mimpiku-kamu-dan-kopi/</link>
		<comments>http://www.vikaoctavia.com/2011/12/mimpiku-kamu-dan-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 05:05:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.vikaoctavia.com/?p=1157</guid>
		<description><![CDATA[Share Semalam aku bermimpi Kamu menjemputku di suatu tempat yang ramai Kamu kelihatan segar sekali dengan kaus hitammu Aku menyuguhkanmu secangkir kopi kesukaanku Katamu:  “rasanya pahit… “ Kamu meminta aku menambahkan gula ..dan.. aku pun terbangun.. Is that true, when somebody appears in your dreams, its because that person misses you? &#160; *dalam rasa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="height:33px;" class="really_simple_share robots-nocontent snap_nopreview"><div class="really_simple_share_facebook_like" style="width:100px;">
				<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.vikaoctavia.com%2F2011%2F12%2Fmimpiku-kamu-dan-kopi%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=100&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;send=false&amp;height=27" 
						scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:100px; height:27px;" allowTransparency="true"></iframe>
				</div>
					<div style="float:left; width:50px; padding-left:10px;" class="really_simple_share_facebook_like_send">
					<fb:send href="http://www.vikaoctavia.com/2011/12/mimpiku-kamu-dan-kopi/" font=""></fb:send>
					</div><div class="really_simple_share_google1" style="width:90px;">
					<g:plusone size="medium" href="http://www.vikaoctavia.com/2011/12/mimpiku-kamu-dan-kopi/" ></g:plusone>
				</div><div class="really_simple_share_email" style="width:px;">
					<a href="mailto:?subject=mimpiku, kamu dan kopi&amp;body=mimpiku, kamu dan kopi - http://www.vikaoctavia.com/2011/12/mimpiku-kamu-dan-kopi/"><img src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/email.png" alt="Email" title="Email" /> </a> 
				</div><div class="really_simple_share_facebook" style="width:px;">
					<a name="fb_share" type="button_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php" share_url="www.vikaoctavia.com/2011/12/mimpiku-kamu-dan-kopi/">Share</a> 
				</div><div class="really_simple_share_twitter" style="width:110px;">
					<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="horizontal" 
						data-text="mimpiku, kamu dan kopi" data-url="http://www.vikaoctavia.com/2011/12/mimpiku-kamu-dan-kopi/" 
						data-via="" ></a> 
				</div></div>
		<div style="clear:both;"></div><p><a href="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/12/mimpi-kopi.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1161" title="mimpi kopi" src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/12/mimpi-kopi-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Semalam aku bermimpi</p>
<p>Kamu menjemputku di suatu tempat yang ramai</p>
<p>Kamu kelihatan segar sekali dengan kaus hitammu</p>
<p>Aku menyuguhkanmu secangkir kopi kesukaanku</p>
<p>Katamu:  “rasanya pahit… “</p>
<p>Kamu meminta aku menambahkan gula</p>
<p>..dan.. aku pun terbangun..</p>
<h4><em>Is that true, when somebody appears in your dreams, its because that person misses you?</em></h4>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>*dalam rasa yang sangat absurd* </em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.vikaoctavia.com/2011/12/mimpiku-kamu-dan-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mengejar cinta hingga ke manca negara</title>
		<link>http://www.vikaoctavia.com/2011/11/mengejar-cinta-hingga-ke-manca-negara/</link>
		<comments>http://www.vikaoctavia.com/2011/11/mengejar-cinta-hingga-ke-manca-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 08:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.vikaoctavia.com/?p=1126</guid>
		<description><![CDATA[Share Jumat lalu, untuk menghilangkan kepenatan kerja,  bersama seorang teman iseng  gw nongkrong di sebuah coffee shop di Plasa Senayan. Gak ada yang istimewa sih, acara seperti ini cukup rutin kami lakukan. Isinya apalagi kalau bukan curhat dan chit chat dari masalah penting sampai gak penting. Sekitar sebulan atau dua bulan yang lalu, temenku  ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="height:33px;" class="really_simple_share robots-nocontent snap_nopreview"><div class="really_simple_share_facebook_like" style="width:100px;">
				<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.vikaoctavia.com%2F2011%2F11%2Fmengejar-cinta-hingga-ke-manca-negara%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=100&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;send=false&amp;height=27" 
						scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:100px; height:27px;" allowTransparency="true"></iframe>
				</div>
					<div style="float:left; width:50px; padding-left:10px;" class="really_simple_share_facebook_like_send">
					<fb:send href="http://www.vikaoctavia.com/2011/11/mengejar-cinta-hingga-ke-manca-negara/" font=""></fb:send>
					</div><div class="really_simple_share_google1" style="width:90px;">
					<g:plusone size="medium" href="http://www.vikaoctavia.com/2011/11/mengejar-cinta-hingga-ke-manca-negara/" ></g:plusone>
				</div><div class="really_simple_share_email" style="width:px;">
					<a href="mailto:?subject=mengejar cinta hingga ke manca negara&amp;body=mengejar cinta hingga ke manca negara - http://www.vikaoctavia.com/2011/11/mengejar-cinta-hingga-ke-manca-negara/"><img src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/email.png" alt="Email" title="Email" /> </a> 
				</div><div class="really_simple_share_facebook" style="width:px;">
					<a name="fb_share" type="button_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php" share_url="www.vikaoctavia.com/2011/11/mengejar-cinta-hingga-ke-manca-negara/">Share</a> 
				</div><div class="really_simple_share_twitter" style="width:110px;">
					<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="horizontal" 
						data-text="mengejar cinta hingga ke manca negara" data-url="http://www.vikaoctavia.com/2011/11/mengejar-cinta-hingga-ke-manca-negara/" 
						data-via="" ></a> 
				</div></div>
		<div style="clear:both;"></div><p>Jumat lalu, untuk menghilangkan kepenatan kerja,  bersama seorang teman iseng  gw nongkrong di sebuah coffee shop di Plasa Senayan. Gak ada yang istimewa sih, acara seperti ini cukup rutin kami lakukan. Isinya apalagi kalau bukan curhat dan chit chat dari masalah penting sampai gak penting.</p>
<div id="attachment_1127" class="wp-caption alignright" style="width: 305px"><a href="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/11/plane-sending-love-message1.jpg"><img class="size-medium wp-image-1127" title="plane-sending-love-message1" src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/11/plane-sending-love-message1-295x300.jpg" alt="" width="295" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">http://www.bazaardesigns.com</p></div>
<p>Sekitar sebulan atau dua bulan yang lalu, temenku  ini masih dalam status “patah hati berat”  Namun di pertemuan kemarin ternyata ia punya “kisah” baru yang mengingatkanku akan cerita cerita serupa dengan teman-teman lain.  Jadi, beberapa waktu lalu, sebut aja namanya Bunga, melancong ke Malaysia setelah memenangkan sebuah tiket doorprize PP ke negeri Jiran itu. Ini pengalaman pertama Bunga pergi ke luar negeri.   Disana tanpa dinyana ia berkenalan dengan seorang cowok berkebangsaan Bangladesh dengan cerita pertemuan yang  nyaris seperti skenario sinetron.  Laki laki itu sebuah pemilik toko di daerah Bukit Bintang tempat Bunga bersama temannya menginap.  Ia beberapa kali melewati toko si lelaki, tapi sama sekali tidak tergerak untuk masuk. Sementara si cowok tampaknya memang sudah  mengamati sejak pertama si Bunga melintas di depan tokonya.  Tak disangka di malam terakhir disana, Bunga harus membeli sesuatu dan tinggal toko si cowok yang masih  buka.  Sesampai disana, tampang si cowok sumringah, belakangan baru ketauan ia yakin sekali bahwa Bunga suatu saat akan kembali setelah beberapa kali hanya numpang lewat. Singkat cerita mereka pun berkenalan meski saat itu sudah pukul 11 malam.  Bunga begitu saja percaya pada cowok yang baru dikenalnya itu dan mau diajak ngobrol di tengah malam buta di sebuah café. Intinya dalam waktu pertemuan kurang dari dua jam, si cowok menyatakan tertarik dan berniat menikahi Bunga. Hemmm, buat gw ini asli agak masygul. Kok bisa  bisa-nya begitu??  Beneran ya love at first sight itu ada?  Esoknya Bunga kembali ke Jakarta, si cowok pun turut mengantar. Namun kebodohan terjadi, mereka hanya sempat bertukar email dan ID Facebook tanpa sempat bertukar nomor telepon. Gubrak kan? Setiba di Indonesia, baru ketauan kalau ada kesalahan “teknis” dengan ID dan email tersebut yang akhirnya membuat mereka tidak terhubung selama beberapa saat.</p>
<p><span id="more-1126"></span></p>
<p>Sebulan berlalu tanpa berita, pertemuan singkat itu sangat membekas di hati Bunga.  Dilanda rasa penasaran ia pun NEKAD melakukan perjalanan PP dalam satu hari ke KL hanya untuk bertemu dengan cowok itu dan mencari sesuatu bernama “kepastian”. Tapi sih, katanya  sebelum berangkat ia pasrah aja dengan apa yang akan terjadi disana. Ketemu ya syukur…gak juga gakpapa. Hihihi. Alhamdulillah disana ia bertemu dengan si cowok. Dan sepertinya mereka mulai membuat janji  untuk berkomitmen dengan hubungan yang lebih serius. Hihihihih. Kisah ini kelanjutannya belum ketauan, tapi sebagai teman, saya mendoakan yang terbaik buat mereka.</p>
<p>Yang pengen gw share adalah; ke-nekad-an Bunga ini jalan sendiri, PP ke Malaysia demi “mengejar” seseorang yang baru dikenalnya dalam hitungan jam. Buat gw itu Spektakuler!! Apa cinta emang begitu yaa? Buat gw sih itu luar biasaaaa bangettt…  Mungkin karena selama ini, gw nyaris gak pernah “berkorban” model seperti itu untuk seorang laki-laki.  Nah, itu baru satu cerita. Gw punya  dua cerita lagi yang mirip mirip. Yang itu barusan sih cuman ke Malaysia ya, yang deket dan bisa dibikin PP sehari. Tahun lalu seorang temenku, nekad ke Eropa (Eropaa boooo), tepatnya ke Paris, juga demi mengejar cinta.  Ini juga dengan seorang laki-laki yang berkewarganegaraan asing yang dia kenal ketika bertugas beberapa hari di Bali. Parahnya sampai sana, bukannya perlakukan manis yang ia dapatkan, malah penolakan dari cara halus hingga terang-terangan dari si laki laki itu.  Sebelum berangkat pun dari cerita-cerita dia, aku sudah menangkap gelagat gak enak, kalo sebenernya si cowok ini gak berniat punya hubungan serius. Tetapi atas nama cinta, temenku yang satu ini tetap juga berangkat ke Eropa, untuk pertama kalinya, biaya sendiri dan sendirian!! Trus, boro boro jadi liburan yang indah, kota Paris yang katanya paling romantis di dunia itu, hanya menyisakan deraian airmata karena penolakan yang nyata.</p>
<p>Oya, ada satu lagi. Ini seorang teman yang sempat gagal juga dalam kisah asmaranya. Setelah “kegagalan” itu, ia sempat dekat dengan orang asing juga yang kebetulan bekerja di Thailand.  Atas nama cinta sahabatku yang satu ini juga bersedia menyambangi Thailand bahkan beberapa kali demi untuk proses yang bernama “saling mengenal”.  Yah, meskipun akhirnya proses “saling mengenal” itu tidak berhasil seperti yang diiinginkan, dia sudah berusaha untuk lebih dekat. Gitu kali yaaa..</p>
<p>Mungkin untuk beberapa orang, cerita cerita diatas standar ya. Tapi buat gw pribadi, sebagai perempuan kok gw merasa agak ajaib kalo harus sampai segitunya jauh jauh pergi  “hanya” untuk sebuah kepastian cinta. Ya, emang sih gak ada salahnya, mungkin jaman emang sudah berubah, perempuan juga harus sudah mutlak proaktif untuk urusan cinta. Makanya gw gagal terus, karena gak proaktif, menggarap yang jauh kali&#8230; Hahahahaha..</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.vikaoctavia.com/2011/11/mengejar-cinta-hingga-ke-manca-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>aku sekali&#8230;</title>
		<link>http://www.vikaoctavia.com/2011/11/aku-sekali/</link>
		<comments>http://www.vikaoctavia.com/2011/11/aku-sekali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2011 15:42:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.vikaoctavia.com/?p=1112</guid>
		<description><![CDATA[Share]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="height:33px;" class="really_simple_share robots-nocontent snap_nopreview"><div class="really_simple_share_facebook_like" style="width:100px;">
				<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.vikaoctavia.com%2F2011%2F11%2Faku-sekali%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=100&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;send=false&amp;height=27" 
						scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:100px; height:27px;" allowTransparency="true"></iframe>
				</div>
					<div style="float:left; width:50px; padding-left:10px;" class="really_simple_share_facebook_like_send">
					<fb:send href="http://www.vikaoctavia.com/2011/11/aku-sekali/" font=""></fb:send>
					</div><div class="really_simple_share_google1" style="width:90px;">
					<g:plusone size="medium" href="http://www.vikaoctavia.com/2011/11/aku-sekali/" ></g:plusone>
				</div><div class="really_simple_share_email" style="width:px;">
					<a href="mailto:?subject=aku sekali&#8230;&amp;body=aku sekali&#8230; - http://www.vikaoctavia.com/2011/11/aku-sekali/"><img src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/email.png" alt="Email" title="Email" /> </a> 
				</div><div class="really_simple_share_facebook" style="width:px;">
					<a name="fb_share" type="button_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php" share_url="www.vikaoctavia.com/2011/11/aku-sekali/">Share</a> 
				</div><div class="really_simple_share_twitter" style="width:110px;">
					<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="horizontal" 
						data-text="aku sekali&#8230;" data-url="http://www.vikaoctavia.com/2011/11/aku-sekali/" 
						data-via="" ></a> 
				</div></div>
		<div style="clear:both;"></div><p style="text-align: center;"><a href="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/11/u-should-know.jpg"><img class="size-full wp-image-1113 aligncenter" style="margin-top: 2px; margin-bottom: 2px; border-width: 2px; border-color: black; border-style: solid;" title="u should know" src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/11/u-should-know.jpg" alt="" width="491" height="491" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.vikaoctavia.com/2011/11/aku-sekali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>People (maybe) change? forever?!..</title>
		<link>http://www.vikaoctavia.com/2011/09/people-maybe-change-forever/</link>
		<comments>http://www.vikaoctavia.com/2011/09/people-maybe-change-forever/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 10:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.vikaoctavia.com/?p=951</guid>
		<description><![CDATA[Share Masih inget dulu gimana kamu delete aku dari contact list BBM-mu, unfollow twitter–ku setelah sebelumnya aku juga sudah me-remove kamu dari FB dan YM –ku. Sumpah, kalau orang cerai mungkin udah jadi kayak orang talak 50. Udah gak mau kenal dunia akhirat lagi. Lucu sih. Tapi entah darimana asalnya tiba tiba kamu balik lagi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="height:33px;" class="really_simple_share robots-nocontent snap_nopreview"><div class="really_simple_share_facebook_like" style="width:100px;">
				<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.vikaoctavia.com%2F2011%2F09%2Fpeople-maybe-change-forever%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=100&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;send=false&amp;height=27" 
						scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:100px; height:27px;" allowTransparency="true"></iframe>
				</div>
					<div style="float:left; width:50px; padding-left:10px;" class="really_simple_share_facebook_like_send">
					<fb:send href="http://www.vikaoctavia.com/2011/09/people-maybe-change-forever/" font=""></fb:send>
					</div><div class="really_simple_share_google1" style="width:90px;">
					<g:plusone size="medium" href="http://www.vikaoctavia.com/2011/09/people-maybe-change-forever/" ></g:plusone>
				</div><div class="really_simple_share_email" style="width:px;">
					<a href="mailto:?subject=People (maybe) change? forever?!..&amp;body=People (maybe) change? forever?!.. - http://www.vikaoctavia.com/2011/09/people-maybe-change-forever/"><img src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/email.png" alt="Email" title="Email" /> </a> 
				</div><div class="really_simple_share_facebook" style="width:px;">
					<a name="fb_share" type="button_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php" share_url="www.vikaoctavia.com/2011/09/people-maybe-change-forever/">Share</a> 
				</div><div class="really_simple_share_twitter" style="width:110px;">
					<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="horizontal" 
						data-text="People (maybe) change? forever?!.." data-url="http://www.vikaoctavia.com/2011/09/people-maybe-change-forever/" 
						data-via="" ></a> 
				</div></div>
		<div style="clear:both;"></div><p>Masih inget dulu gimana kamu delete aku dari contact list BBM-mu, unfollow twitter–ku setelah sebelumnya aku juga sudah me-remove kamu dari FB dan YM –ku. Sumpah, kalau orang cerai mungkin udah jadi kayak orang talak 50. Udah gak mau kenal dunia akhirat lagi. Lucu sih. Tapi entah darimana asalnya tiba tiba kamu balik lagi, lagi banyak PR ya? Gak ada temen buat diskusi kerjaan dan kuliahmu yang bejibun itu? Atoo baru putus pacaran? Apapun alasannya kamu kan selalu begitu, udah separah parah apapun antara kita, kamu tetap kembali lagi tanpa beban dan seolah-olah kemarin tidak pernah terjadi Perang Dunia ke 8 diantara kita.</p>
<div id="attachment_952" class="wp-caption alignright" style="width: 277px"><a href="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/09/metamorphosis-by-zhooels-d2yy60s.jpg"><img class="size-full wp-image-952" title="metamorphosis-by-zhooels-d2yy60s" src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/09/metamorphosis-by-zhooels-d2yy60s.jpg" alt="" width="267" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">sumber : http://zhooels.multiply.com/journal</p></div>
<p>Menjalani banyak waktu denganmu memang melibatkan banyak perasaan. Dulu, terkadang aku merasa sangat dibutuhkan mau kemana aja dicariin, dipuja-puja, dilibatkan dalam setiap proses penting di hari-harimu. Ah apalah namanya, pokoknya lebay. Tapi tidak jarang juga aku dicuekin, kayak gak kenal, dianggap teman selintas doang, dibilang: “emang lo siapa?” yang beda banget dengan sifat lainmu yang sangat <em>demanding</em> ke aku. Sudah banyak cerita yang kita lalui, yang enak dan gak enak. Sudah banyak juga orang orang yang datang dan pergi diantara kita. Terlalu naif, seandainya kamu tidak menyadari itu. Aku tau banget, kita punya “perbedaan” yang cukup signifikan, yang menjadi dasarmu untuk “meng-ignore” semua itu. Tapi semua sikapmu, perlakuanmu meski ada jarak geografis yang jauh diantara kita tidak menyurutkan tanda betapa pentingnya aku buat kamu. Ke-GR-an kali kalo aku bilang: what can you do without me?! Seingatku, sejak kita kenal, sebelum memutuskan sesuatu hal apa yang tidak kamu diskusikan ke aku? Memang semuanya <em>up and down</em>, datang dan pergi, penuh pasang surut tapi itu kan kondisi normal untuk sebuah”relationship” yang normal. Iya kan?!</p>
<p><span id="more-951"></span></p>
<p>Sekarang kamu sibuk dengan sekolahmu yang gak habis habis itu.. Dulu aku pikir, aku ngambil master itu untuk kepuasan diriku saja sekalian nambah kesibukan biar gak konsen ribut ribut gak penting sama kamu. Tapi ternyata, sekarang baru kerasa, semua ilmu yang aku dapet disitu sangat membantu komunikasi kita. #Eh, mungkin lebih tepatnya membantu kamu dan sekolah doktormu itu. Kita jadi lebih nyambung dengan diskusi diskusi (sok) ilmiah itu. Bukan cuma buat diskusi akademis, tiap hari minimal sekali ada satu kali telepon cuman untuk melaporkan semua aktivitas kita hari ini, uneg uneg soal kerjaan dan sedikit “minta ijin” mau kesana mau kesini dan hal remeh temeh lainnya.</p>
<p>Aku sedang membuang jauh jauh, anggapan bahwa kamu “manfaatin” aku. Aku sedang dalam proses berusaha berpikir positif. Bener gak-nya memang perlu waktu untuk dibuktikan. Tapi aku hargai usahamu untuk berubah. Lebih <em>care</em>, lebih bertanggung jawab dan yang pasti lebih sabar dan dewasa. Untuk dua yang terakhir ini, sejujurnya aku agak kaget juga, malah aku sempat merasa aku yang anak kecil banget. Kalo aku kesel dan marah kamu sekarang pasti cepet cepet minta maaf gak ikutan bête atau jadi gak open seperti dulu. Kamu selalu bilang: <em>I am nothing without you</em> atau <em>please</em> jangan tinggalin aku atau ..sumpah, gak ada kamu aku gak bisa apa apa. Di kesempatan lain kamu pernah bilang; kamu sabar yah.. kondisinya memang lagi gak kondusif. Padahal, sejujurnya aku sudah menyiapkan diri untuk ribut lagi, loo.</p>
<p>Aku tahu banget kamu berusaha berubah, menepati janji. Eh, makasih buat iPad-nya loo.. <img src='http://www.vikaoctavia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  , berusaha meluangkan waktu mendengarkan keluh kesahku.. Berusaha banget ada <em>take and give</em> dari semua yang kita jalani. Tidak seperti dulu, dimana aku selalu mendengarkan sejuta curhatan kamu dari A sampai Z tapi nyaris tidak berlaku sebaliknya. Sekarang kamu sering sms cuma bilang: “sedang apa?, masih di jalan?” atau kalau sudah sampai rumah, kabarin ya.. nanti aku telepon balik. Kamu berkali kali juga bilang, dulu memang kamu yang salah, tapi kamu mohon sekali agar aku gak “balas dendam” dengan ninggalin kamu, karena kamu gak mau “mati” gara gara itu. Lebay banget. Kamu selalu membesarkan hati saat aku bête banget sama kerjaanku, meyakinkan aku lebih hebat dari level <em>post doctoral</em>, jadi semua pasti bisa aku lakukan. Kamu membuat aku yang kecil ini merasa besar, padahal aku sadar banget..aku bukan siapa siapa. Hemm, gombal ya? Apa ini cara biar aku punya “utang” buat bantuin kamu di disertasi kamu?! Gak tau. <em>Even </em>kamu sendiri aku tahu gak bisa jawab itu. Padahal aku yakin kok, sejatinya tanpa aku pun kamu bisa sendiri, tapi kamu berulang kali balik meyakinkan aku bahwa semua itu tidak akan terwujud tanpa ada aku buat kamu. <em>So nice gombalisme. </em></p>
<p>Terakhir kamu bilang, aku harus hadir di sidang pengukuhan doktormu 2 tahun lagi. Weks, sebagai apa? Tukang ngipas sate gitu? Atau jadi asisten sorot presentasi kamu? Semoga gak yah..Hahahhaa.. Intinya, gak nyangka aja sekarang kamu jadi (sok) wise dan diplomatis gitu. People (maybe) change begitu juga kamu. Kalau kamu bisa berubah lebih baik, harusnya aku juga begitu dong. Karena aku sadar aku juga banyak salahnya. Seperti sebuah metamorfosis, berubah untuk menjadi lebih baik.</p>
<p>Dengan semua yang kita lalui ini, aku sudah enggan (atau belum ingin lagi) nanya-nanya apa dan bagaimana semua ini. Dulu memang aku pernah menanyakan semua ini dan tidak ada respon positif dari kamu. Malah ujungnya banyak banget penolakan dan hal hal gak enak yang akhirnya membuat kita sama sama “mundur sesaat”. Yah, memang hanya sesaat toh tidak lama setelah itu kamu ada lagi dan ada lagi. Aku tahu kamu tetep butuh aku, seperti juga aku membutuhkanmu. Harus sama sama kita akui, tiga bulan terakhir ini, menurutku adalah fase dengan komunikasi yang paling intensif dan paling berkualitas selama ini. Aku gak terlalu mikirin yang kamu laporin dan bilang ke aku itu bener apa gak. Sekali lagi karena yang terjadi antara kita sudah terlalu banyak, mungkin cukup buat bikin novel, dan aku sudah tidak mau membebani pikiran dan perasaanku lagi seperti dulu. Kita memang sempat sedikit bicara tentang takdir dan gak pernah tahu, takdir kita gimana. <em>We never know what the future will brings, the only thing I know..you are here with me now..</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.vikaoctavia.com/2011/09/people-maybe-change-forever/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Temen Jadi Demen</title>
		<link>http://www.vikaoctavia.com/2011/09/dari-temen-jadi-demen/</link>
		<comments>http://www.vikaoctavia.com/2011/09/dari-temen-jadi-demen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 16:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.vikaoctavia.com/?p=938</guid>
		<description><![CDATA[Share Gue sebenernya gak terlalu percaya ada persahabatan yang murni benar benar persahabatan antara SATU orang cewek dan SATU orang cowok. Bedanya tipis dan absurd banget.  Sahabat itu istilah yang sedikit lebih tinggi dari sekedar teman, tapi kalau tidak di-“maintain” dengan hati-hati, hati hati!! hati manusia tidak terbuat dari batu, perasaan itu lembut seperti awan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="height:33px;" class="really_simple_share robots-nocontent snap_nopreview"><div class="really_simple_share_facebook_like" style="width:100px;">
				<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.vikaoctavia.com%2F2011%2F09%2Fdari-temen-jadi-demen%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=100&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;send=false&amp;height=27" 
						scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:100px; height:27px;" allowTransparency="true"></iframe>
				</div>
					<div style="float:left; width:50px; padding-left:10px;" class="really_simple_share_facebook_like_send">
					<fb:send href="http://www.vikaoctavia.com/2011/09/dari-temen-jadi-demen/" font=""></fb:send>
					</div><div class="really_simple_share_google1" style="width:90px;">
					<g:plusone size="medium" href="http://www.vikaoctavia.com/2011/09/dari-temen-jadi-demen/" ></g:plusone>
				</div><div class="really_simple_share_email" style="width:px;">
					<a href="mailto:?subject=Dari Temen Jadi Demen&amp;body=Dari Temen Jadi Demen - http://www.vikaoctavia.com/2011/09/dari-temen-jadi-demen/"><img src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/email.png" alt="Email" title="Email" /> </a> 
				</div><div class="really_simple_share_facebook" style="width:px;">
					<a name="fb_share" type="button_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php" share_url="www.vikaoctavia.com/2011/09/dari-temen-jadi-demen/">Share</a> 
				</div><div class="really_simple_share_twitter" style="width:110px;">
					<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="horizontal" 
						data-text="Dari Temen Jadi Demen" data-url="http://www.vikaoctavia.com/2011/09/dari-temen-jadi-demen/" 
						data-via="" ></a> 
				</div></div>
		<div style="clear:both;"></div><div id="attachment_939" class="wp-caption alignleft" style="width: 290px"><a href="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/09/sahabat+cinta.jpg"><img class="size-full wp-image-939 " title="sahabat+cinta" src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/09/sahabat+cinta.jpg" alt="" width="280" height="280" /></a><p class="wp-caption-text">source: http://fetihabsari.blogspot.com</p></div>
<p>Gue sebenernya gak terlalu percaya ada persahabatan yang murni benar benar persahabatan antara SATU orang cewek dan SATU orang cowok. Bedanya tipis dan absurd banget.  Sahabat itu istilah yang sedikit lebih tinggi dari sekedar teman, tapi kalau tidak di-“maintain” dengan hati-hati, hati hati!! hati manusia tidak terbuat dari batu, perasaan itu lembut seperti awan, perlakuan yang biasa yang dilakukan secara konstan dan terus menerus mudah sekali memelencengkan hati *<em>maap, gak nemu kata lain</em>*  Hubungan pertemanan yang sangat dekat selalu melahirkan rasa ingin memiliki dan rasa tidak ingin kehilangan yang bisa berdampak lain terhadap arti persahabatan.</p>
<p>Gue yakin banyak yang gak setuju dengan pendapat gw, dengan beralih: “Ah, gw punya tuh sahabat cowok/cewek, baik baik aja.. bahkan sudah jadi kayak saudara!” Nah disinilah bedanya,.. Kalo sudah jadi saudara, cara kita me-<em>maintain</em> hubungan itu pasti beda. Hemm.. Gimana ya..agak sulit jelasinnya. Kita pake contoh aja mungkin lebih baik. Misal, sahabat itu menurut gue gak telponan atau sms-an, dll tiap hari, gak selalu ingin tau atau memberi tahu kegiatannya setiap hari ke sahabatnya. Gak juga punya acara rutin buat ketemuan atau curhatan. Lebih lagi, sahabat gak boleh marah (a.k.a) kecewa kalo sahabatnya tidak bisa memenuhi satu keinginan. Kepada sahabat kita bebas bercerita tentang gebetan kita, kencan kita atau kisah kisah patah hati kita.. Kala hubungan itu naik jabatan menjadi lebih dari sekedar sahabat, kita akan sungkan bercerita tentang “orang ketiga” yang tanpa kita sadari sebenernya mengindikasikan gak mau dia kecewa atau kita gak pengen dia ninggalin kita karena kita punya “orang lain”. Iya kan? Hayo ngaku..</p>
<p>Dengan sahabat umumnya kita bisa tampil apa adanya seperti kita, tapi dengan orang yang  (akan) naik pangkatnya menjadi lebih dari sahabat, pasti kita sering ingin terlihat lebih sempurna. Apalagi disaat-saat awal perubahan hubungan. Misalnya lagi kalau kita punya <em>gank </em>sahabat yang terdiri dari beberapa orang cewek dan cowok. Kalau dari salah dua diantaranya mulai tercium aroma naik pangkat ini, pasti mereka sering memisahkan diri alias sering bikin acara berdua saja, tapi belum tentu berarti menjauh dari kelompoknya.</p>
<p>Selanjutnya, saat  sebuah hubungan persahabatan bergeser, misal perhatian yang mulai lebih, komunikasi yang lebih intens, intonasi dan cara bicara kita ke dia yang berubah, kita pasti akan mulai berpikir ada yang berbeda. Ada yang segera menyadari dan mulai mencoba membalikkan kondisi seperti sebelumnya alias meng-<em>ignore </em>semua itu. Tapi gak sedikit juga yang cepat menyadari bahwa ada “sesuatu” yang mungkin bernama “cinta” dan tidak menghindari hal tersebut bahkan mencoba memperjelas hubungan dari “temen jadi demen” ini.</p>
<p>Kata orang bijak cinta itu bisa datang ke siapa saja dan kapan saja tidak terkecuali ke sahabat kita sendiri. Doel Sumbang dalam satu lagunya malah bilang<em>: </em></p>
<p><em>Jangan berkata tidak, bila kau jatuh cinta,</em></p>
<p><em>Terus terang sajalah buat apa berdusta. </em></p>
<p><em>Cinta itu anugerah maka berbahagialah, sebab kita sengsara bila tak punya cinta… </em></p>
<p><em>(Arti Kehidupan)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em>Kata Band Zigas gak  jauh beda :</p>
<p><em>Tak bisa hatiku merapikan cinta</em></p>
<p><em>Karena cinta tersirat bukan tersurat<br />
</em></p>
<p><em>Meski bibirku terus berkata tidak<br />
</em></p>
<p><em>Mataku terus pancarkan sinarnya</em></p>
<p><em>(Sahabat Jadi Cinta)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.vikaoctavia.com/2011/09/dari-temen-jadi-demen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bukan saya&#8230;</title>
		<link>http://www.vikaoctavia.com/2011/08/bukan-saya/</link>
		<comments>http://www.vikaoctavia.com/2011/08/bukan-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2011 16:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.vikaoctavia.com/?p=748</guid>
		<description><![CDATA[Share]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="height:33px;" class="really_simple_share robots-nocontent snap_nopreview"><div class="really_simple_share_facebook_like" style="width:100px;">
				<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.vikaoctavia.com%2F2011%2F08%2Fbukan-saya%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=100&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;send=false&amp;height=27" 
						scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:100px; height:27px;" allowTransparency="true"></iframe>
				</div>
					<div style="float:left; width:50px; padding-left:10px;" class="really_simple_share_facebook_like_send">
					<fb:send href="http://www.vikaoctavia.com/2011/08/bukan-saya/" font=""></fb:send>
					</div><div class="really_simple_share_google1" style="width:90px;">
					<g:plusone size="medium" href="http://www.vikaoctavia.com/2011/08/bukan-saya/" ></g:plusone>
				</div><div class="really_simple_share_email" style="width:px;">
					<a href="mailto:?subject=bukan saya&#8230;&amp;body=bukan saya&#8230; - http://www.vikaoctavia.com/2011/08/bukan-saya/"><img src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/email.png" alt="Email" title="Email" /> </a> 
				</div><div class="really_simple_share_facebook" style="width:px;">
					<a name="fb_share" type="button_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php" share_url="www.vikaoctavia.com/2011/08/bukan-saya/">Share</a> 
				</div><div class="really_simple_share_twitter" style="width:110px;">
					<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="horizontal" 
						data-text="bukan saya&#8230;" data-url="http://www.vikaoctavia.com/2011/08/bukan-saya/" 
						data-via="" ></a> 
				</div></div>
		<div style="clear:both;"></div><p style="text-align: center;"><a href="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/08/bukan-saya.jpg"><img class="size-full wp-image-749 aligncenter" title="bukan saya" src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/08/bukan-saya.jpg" alt="" width="491" height="369" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.vikaoctavia.com/2011/08/bukan-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>cinta itu&#8230; (akibat melamun di kelas)</title>
		<link>http://www.vikaoctavia.com/2011/05/cinta-itu-akibat-melamun-di-kelas/</link>
		<comments>http://www.vikaoctavia.com/2011/05/cinta-itu-akibat-melamun-di-kelas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 13:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.vikaoctavia.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Share Cinta itu spt baris berbaris, perlu maju jalan&#8230;tidak cuma jalan di tempat Cinta kadang seperti anggota DPR perlu &#8220;studi banding&#8221; utk memperbaiki masalah internal Cinta itu kadang seperti virus, sulit dibasmi tanpa re-install.. Cinta itu simbiosis mutualisme bukan komensalisme apalagi parasitisme Cinta itu seperti statistik&#8230;butuh cukup sampel dan pengujian berulang untuk menentukan validitas hasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="height:33px;" class="really_simple_share robots-nocontent snap_nopreview"><div class="really_simple_share_facebook_like" style="width:100px;">
				<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.vikaoctavia.com%2F2011%2F05%2Fcinta-itu-akibat-melamun-di-kelas%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=100&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;send=false&amp;height=27" 
						scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:100px; height:27px;" allowTransparency="true"></iframe>
				</div>
					<div style="float:left; width:50px; padding-left:10px;" class="really_simple_share_facebook_like_send">
					<fb:send href="http://www.vikaoctavia.com/2011/05/cinta-itu-akibat-melamun-di-kelas/" font=""></fb:send>
					</div><div class="really_simple_share_google1" style="width:90px;">
					<g:plusone size="medium" href="http://www.vikaoctavia.com/2011/05/cinta-itu-akibat-melamun-di-kelas/" ></g:plusone>
				</div><div class="really_simple_share_email" style="width:px;">
					<a href="mailto:?subject=cinta itu&#8230; (akibat melamun di kelas)&amp;body=cinta itu&#8230; (akibat melamun di kelas) - http://www.vikaoctavia.com/2011/05/cinta-itu-akibat-melamun-di-kelas/"><img src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/email.png" alt="Email" title="Email" /> </a> 
				</div><div class="really_simple_share_facebook" style="width:px;">
					<a name="fb_share" type="button_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php" share_url="www.vikaoctavia.com/2011/05/cinta-itu-akibat-melamun-di-kelas/">Share</a> 
				</div><div class="really_simple_share_twitter" style="width:110px;">
					<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="horizontal" 
						data-text="cinta itu&#8230; (akibat melamun di kelas)" data-url="http://www.vikaoctavia.com/2011/05/cinta-itu-akibat-melamun-di-kelas/" 
						data-via="" ></a> 
				</div></div>
		<div style="clear:both;"></div><p>Cinta itu spt baris berbaris, perlu maju jalan&#8230;tidak cuma jalan di tempat</p>
<p>Cinta kadang seperti anggota DPR perlu &#8220;studi banding&#8221; utk memperbaiki masalah internal</p>
<p>Cinta itu kadang seperti virus, sulit dibasmi tanpa re-install..</p>
<p>Cinta itu simbiosis mutualisme bukan komensalisme apalagi parasitisme</p>
<p>Cinta itu seperti statistik&#8230;butuh cukup sampel dan pengujian berulang untuk menentukan validitas hasil</p>
<p>Cinta itu seperti medan magnet.. tarik menarik selalu ada dr 2 kutub yg berlawanan *tdk berlaku untuk homo*</p>
<p>Cinta itu spt sinetron dan penontonnya; dihina, dicaci, dimaki tapi selalu dinanti</p>
<p>Cinta itu seperti bilangan prima, hanya ada 2 faktor&#8230; yaitu dua orang yg ada didalamnya</p>
<p>Cinta itu seperti  mobil, harus selalu punya ban serep buat jaga2 kalo di jalan pecah ban</p>
<p>Cinta itu seperti ojek langganan, setia menunggu dan mengantar sampai tujuan</p>
<p>Cinta itu seperti makan sambel, biar udah kepedasan dan nangis nangis&#8230;besoknya diulang lagi..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.vikaoctavia.com/2011/05/cinta-itu-akibat-melamun-di-kelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>rempong banget ngurusin jodoh orang&#8230; *&amp;!^*!)&gt;??</title>
		<link>http://www.vikaoctavia.com/2011/05/rempong-banget-ngurusin-jodoh-orang/</link>
		<comments>http://www.vikaoctavia.com/2011/05/rempong-banget-ngurusin-jodoh-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 05:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.vikaoctavia.com/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[Share Di usia yang udah kian “uzur”  begini, aku sangat menyadari pertanyaan yang paling sering aku dapatkan atau istilahnya Frequently Asked Question (FAQ) adalah sudah menikah? Atauu.. kapan menikah? Pertanyaan ini tentu saja paling sering datang dari orang yang dikenal atau dari teman lama yang sudah lama tidak berkomunikasi. Nah…khusus untuk teman-teman lama ini aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="height:33px;" class="really_simple_share robots-nocontent snap_nopreview"><div class="really_simple_share_facebook_like" style="width:100px;">
				<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.vikaoctavia.com%2F2011%2F05%2Frempong-banget-ngurusin-jodoh-orang%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=100&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;send=false&amp;height=27" 
						scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:100px; height:27px;" allowTransparency="true"></iframe>
				</div>
					<div style="float:left; width:50px; padding-left:10px;" class="really_simple_share_facebook_like_send">
					<fb:send href="http://www.vikaoctavia.com/2011/05/rempong-banget-ngurusin-jodoh-orang/" font=""></fb:send>
					</div><div class="really_simple_share_google1" style="width:90px;">
					<g:plusone size="medium" href="http://www.vikaoctavia.com/2011/05/rempong-banget-ngurusin-jodoh-orang/" ></g:plusone>
				</div><div class="really_simple_share_email" style="width:px;">
					<a href="mailto:?subject=rempong banget ngurusin jodoh orang&#8230; *&#038;!^*!)>??&amp;body=rempong banget ngurusin jodoh orang&#8230; *&#038;!^*!)>?? - http://www.vikaoctavia.com/2011/05/rempong-banget-ngurusin-jodoh-orang/"><img src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/email.png" alt="Email" title="Email" /> </a> 
				</div><div class="really_simple_share_facebook" style="width:px;">
					<a name="fb_share" type="button_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php" share_url="www.vikaoctavia.com/2011/05/rempong-banget-ngurusin-jodoh-orang/">Share</a> 
				</div><div class="really_simple_share_twitter" style="width:110px;">
					<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="horizontal" 
						data-text="rempong banget ngurusin jodoh orang&#8230; *&#038;!^*!)>??" data-url="http://www.vikaoctavia.com/2011/05/rempong-banget-ngurusin-jodoh-orang/" 
						data-via="" ></a> 
				</div></div>
		<div style="clear:both;"></div><p style="text-align: left;">Di usia yang udah kian “uzur”  begini, aku sangat menyadari pertanyaan yang paling sering aku dapatkan atau istilahnya Frequently Asked Question (FAQ) adalah sudah menikah? Atauu.. kapan menikah? Pertanyaan ini tentu saja paling sering datang dari orang yang dikenal atau dari teman lama yang sudah lama tidak berkomunikasi. Nah…khusus untuk teman-teman lama ini aku selalu menganggap hal itu sangat wajar. Ya, namanya temen, itu pertanyaan standar utama ketika sebuah komunikasi terjalin lagi. <em>Aku tentu saja berusaha “damai” menjawab pertanyaan itu, bilang aja yang sebenernya…kalau sampai sekarang emang belum ketemu jodohnya dan mohon didoain aja deh</em>… Bener kan?  Menjadi tidak wajar apabila teman-teman itu mendadak sok tahu dan, tiba-tiba meluncurlah berbagai nasehat dan petuah seolah-olah mereka lebih tau kehidupanku. Sebagai contoh; “Duh lo sih pilih pilih”, “makanya jangan kebanyakan kerja..”, “eh..ngapain pake kuliah lagi..tuh bikin gak ketemu jodoh..” en de bra en de bra en de bra ..</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-532 aligncenter" title="jodoh 2" src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/05/jodoh-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Herannya “petuah” seperti itu tidak hanya datang dari teman-teman yang dulu memang dekat, tapi juga orang- orang yang dulu cuman kenal selintas atau bahkan hanya temannya teman. FYI, Aku sangat menghargai “nasehat nasehat’ itu, dan aku anggap sebagai bentuk perhatian bahkan doa, tapi sebagai teman yang baik harusnya tidak <em>menjudge</em> seolah kalian lebih tau diri gw daripada gw sendiri. Oh, no… misal kita gak ketemu 5-7 taun ..Sudah banyak hal yang terjadi di diri gw.. dan gw gak perlu curhat hal itu kan sama kalian ?? Aku suka geleng geleng sendiri sama teman teman yang katanya “berpendidikan” itu, kok rempong bener ngurusin privacy orang yah? Harusnya bisa dong bedain mana bagian  yang pribadi dan sensitive, mana yang gak.  Keluargaku yang tidak terlalu berpendidikan saja gak pernah tuh sok ngasih nasehat dan mendadak jadi ustadz. Udah deh, udah sama sama dewasa semua.. siapaaa jugaa aa yg gak mau nikah..Gw ngerti kok masalah umur, kesuburan lebih lebih lagi itu tentang urusan dengan Tuhan. Tapi keknya saat ini lebih penting doa deh.. daripada petuah gak penting yang cenderung menyudutkan begitu.</p>
<p style="text-align: left;">Ini sebenernya satu contoh budaya buruk bangsa ini. Budaya jaman dinosaurus yang masih aja dipake. Suka repot ngurusin hidup orang.. Mungkin maksudnya baik tapi lama lama kok jadi kebablasan. Coba kalo ketemu temen lama itu, cari obrolan yang lebih produktif deh..sukur sukur bisa bikin bisnis. Lagian nih…misal gw belom nikah? Lo pikir gw gak bahagia? Atoooo gw mengancam kehidupan mahluk di dunia? Duh pleaseee…. Buang jauh jauh pikirin sempit jaman kerajaan Kutai Kertanegara itu.. Kasian sekali orang-orang negara ini kalo tiba tiba mendadak semua rajin ngurusin hal hal pribadi orang. Giliran korupsi aja diem diem…</p>
<p style="text-align: left;">Oya, ini gak marah marah kok…cuman pengen cerita doang… Hahahahhaha</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.vikaoctavia.com/2011/05/rempong-banget-ngurusin-jodoh-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kapan nikah?</title>
		<link>http://www.vikaoctavia.com/2011/02/kapan-nikah/</link>
		<comments>http://www.vikaoctavia.com/2011/02/kapan-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 07:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.vikaoctavia.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Share From my friend&#8217;s note http://emphy-poemkisahceritaku.blogspot.com/ Gara-gara ada begitu banyak orang yang usil menanyakan another classic question about a woman &#8220;Kapan Nikah??&#8221;, membuatku menuangkan segala jawabanku. Pertanyaan mengenai&#8220;Kapan nikah&#8221; tentu menjadi hal yang menyebalkan. Dan disaat aku sudah menyiapkan sejuta jawaban dari pertanyaan tersebut, pasti ada aja kalimat yang semakin tidak mengenakkan ditelingaku, seperti: &#8220;Udahlah&#8230; gak usah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="height:33px;" class="really_simple_share robots-nocontent snap_nopreview"><div class="really_simple_share_facebook_like" style="width:100px;">
				<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.vikaoctavia.com%2F2011%2F02%2Fkapan-nikah%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=100&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;send=false&amp;height=27" 
						scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:100px; height:27px;" allowTransparency="true"></iframe>
				</div>
					<div style="float:left; width:50px; padding-left:10px;" class="really_simple_share_facebook_like_send">
					<fb:send href="http://www.vikaoctavia.com/2011/02/kapan-nikah/" font=""></fb:send>
					</div><div class="really_simple_share_google1" style="width:90px;">
					<g:plusone size="medium" href="http://www.vikaoctavia.com/2011/02/kapan-nikah/" ></g:plusone>
				</div><div class="really_simple_share_email" style="width:px;">
					<a href="mailto:?subject=kapan nikah?&amp;body=kapan nikah? - http://www.vikaoctavia.com/2011/02/kapan-nikah/"><img src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/email.png" alt="Email" title="Email" /> </a> 
				</div><div class="really_simple_share_facebook" style="width:px;">
					<a name="fb_share" type="button_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php" share_url="www.vikaoctavia.com/2011/02/kapan-nikah/">Share</a> 
				</div><div class="really_simple_share_twitter" style="width:110px;">
					<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="horizontal" 
						data-text="kapan nikah?" data-url="http://www.vikaoctavia.com/2011/02/kapan-nikah/" 
						data-via="" ></a> 
				</div></div>
		<div style="clear:both;"></div><div>
<p><a href="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/02/ronyfitria-menikah.jpg"><img class="size-full wp-image-449 alignright" title="nikah" src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2011/02/ronyfitria-menikah.jpg" alt="" width="264" height="351" /></a></p>
<p>From my friend&#8217;s note <a href="http://emphy-poemkisahceritaku.blogspot.com/">http://emphy-poemkisahceritaku.blogspot.com/</a></p>
<p>Gara-gara ada begitu banyak orang yang usil menanyakan <strong>another classic question about a woman &#8220;Kapan Nikah??&#8221;</strong>, membuatku menuangkan segala jawabanku. Pertanyaan mengenai<strong>&#8220;Kapan nikah&#8221;</strong> tentu menjadi hal yang menyebalkan. Dan disaat aku sudah menyiapkan sejuta jawaban dari pertanyaan tersebut, pasti ada aja kalimat yang semakin tidak mengenakkan ditelingaku, seperti:</p>
<p><strong>&#8220;Udahlah&#8230; gak usah terlalu milih2 kali&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Tinggal nentuin aja kapan, kan gak susahkan?&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Sibuk kali kerja, nanti nikahnya lupa lagi&#8221;</strong></p>
<p>Huuuhh&#8230; menyebalkan sekali pastinya!</p>
<p>Well, akan aku urutkan satu-persatu segala pertanyaan dan kalimat-kalimat ajaib itu dan jaawaban yang harus dikeluarkan saat di tanya nantinya.</p>
<p><em>kapan nikah?</em></p>
<p>Pertanyaan itu bagusnya ditanyakan aja langsung kepada Yang Masa Tahu.  Kan yang menentukan ada dan kapan jodoh ku adalah Tuhan. Lagian aku kan gak membuat dunia menjadi semakin panas kan dengan kesendirianku ini? *plaaaak&#8230; kena tampar <img src='http://www.vikaoctavia.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>udah ga usah terlalu pilih-pilih lah!</strong></em></p>
<p>kenapa aku gak boleh milih2 sih? kan untuk menikah gak boleh sembarangan juga kali, kalo nantinya menyesal gimana?? situ mau tanggung jawab? hah?hidup itu penuh pilihan, aku jadi curiga situ gak punya pilihan kali ya dalam hidup?? *ckckckk.. kasiannya dikau..masak nikah juga gak boleh milih-milih</p>
<p><em><strong>tentuin aja kapan, ga usah lama-lama</strong></em></p>
<p>kalo memang semuanya yang kita jalani didunia ini bisa kita tentuin kapannya, aku juga mau dong nentuin tanggal aku meninggal. berisik amat sih situ, yang punya urusan aku kok situ pula yang sibuk?? kirain mudah kali yah, menyatukan dua hati, dua jiwa, dua keluarga?? *dasar orang yang gak pinter banget!</p>
<p><em><strong>Sibuk banget kerja, nikah nanti lupa</strong></em></p>
<p>Gak gitu-gitu juga kali mengejar karier, tapi aku kan mau ngejar gajinya. wkwkwkwkkkk</p>
<p>Terserah mau bilang apa, tapi coba deh dipikir menikah itu butuh modal yang harus dikumpulin, memang nya situ mau bayarin saya menikah?? *Herraaannn&#8230;</p>
<p>Hidup itu butuh materi. bohong aja kalau nggak. emang bisa makan cuma pake cinta aja?? nanti malahan ribut terus gara-gara ekonomi. kalu udah begini, yang tadinya sibuk terdiam kan? Gak tau apa kali yah, rata-rata kasus perceraiaan saja itu 70% karena faktor ekonomi. *asal aja tuh orang kalo ngomong</p>
<p><strong>Jadi?</strong></p>
<p>Yah aku akan menikah dengan alasan yang tepat, ketika hidup ini terlalu berat untuk dijalani sendirian. hehehehee&#8230; karena aku sadar kok kita butuh seseorang untuk disayangi, menyayangi dan berbagi.</p>
<p>Aku gak mau menikah hanya karena tuntutan dan paksaan dari siapapun atau hanya karena umur. karena sebelum Ruh kita di tiupkan didunia ini, kita sudah bikin kontrak dengan Tuhan bahwa langkah, rejeki, pertemuan dan mau itu sudah ada ditentukan oleh-Nya.</p>
<p>Yang ngejalani pernikahan adalah diri kita sendiri bukan orang yang sok tau diluar sana. dan yang bakalan nanggung resiko juga kita bukan mereka yang sok perhatian itu. gak kebayang gimna jadinya kalo semuanya karna terpaksa dan bakalan sengsara seumur hidup.</p>
<p>Menikah atau tidak juga pilihan, so&#8230; nikmati saja hidup ini. menikah bukan karna umur, target atau paksaan dari siapapun. <strong>Enjoy in you life, Why you worried about My age. I&#8217;m Still Young&#8230;</strong></p>
<p>Kalau memang sudah waktunya, pasti semuanya akan terjadi kok. Lagian toh kita bukannya nggak berusaha tho?</p>
<p>Buat yang masih jomblo, nikmati dulu masa kejombloannya sampai tiba jodoh yang cocok dengan kalian.  Buat yang sudah punya pacar tapi belum menikah, nikmati saja dulu masa pacarannya sambil nunggu restu orangtua &amp; lamaran sang pacar. Buat yang sudah menikah tapi belum punya anak, nikmati dulu masa pacaran bareng suami sambil nabung buat persiapan punya baby. Nggak usah terlalu mikirin omongan orang, nanti malah stress &amp; nggak menikmati hidup. Sayang banget kan?</p>
<p>Percaya deh, <strong>semua akan indah pada waktunya kok.. <img src='http://www.vikaoctavia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.vikaoctavia.com/2011/02/kapan-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>penipuan paling kejam</title>
		<link>http://www.vikaoctavia.com/2011/02/penipuan-paling-kejam/</link>
		<comments>http://www.vikaoctavia.com/2011/02/penipuan-paling-kejam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 05:31:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.vikaoctavia.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Share Saat dimabuk cinta, kita merasa bahwa insting kita telah cukup untuk meyakini bahwa dia adalah belahan jiwa yang akan membahagiakan kita sepanjang hidup. Tapi, kemudian ternyata bahwa tidak ada penipuan yang lebih kejam daripada cinta yang digunakan untuk menyadap keuntungan sepihak. Maka, berhati-hatilah jika Anda sedang dimanjakan oleh cinta, karena bahkan insting terbaik Anda, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="height:33px;" class="really_simple_share robots-nocontent snap_nopreview"><div class="really_simple_share_facebook_like" style="width:100px;">
				<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.vikaoctavia.com%2F2011%2F02%2Fpenipuan-paling-kejam%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=100&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;send=false&amp;height=27" 
						scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:100px; height:27px;" allowTransparency="true"></iframe>
				</div>
					<div style="float:left; width:50px; padding-left:10px;" class="really_simple_share_facebook_like_send">
					<fb:send href="http://www.vikaoctavia.com/2011/02/penipuan-paling-kejam/" font=""></fb:send>
					</div><div class="really_simple_share_google1" style="width:90px;">
					<g:plusone size="medium" href="http://www.vikaoctavia.com/2011/02/penipuan-paling-kejam/" ></g:plusone>
				</div><div class="really_simple_share_email" style="width:px;">
					<a href="mailto:?subject=penipuan paling kejam&amp;body=penipuan paling kejam - http://www.vikaoctavia.com/2011/02/penipuan-paling-kejam/"><img src="http://www.vikaoctavia.com/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/email.png" alt="Email" title="Email" /> </a> 
				</div><div class="really_simple_share_facebook" style="width:px;">
					<a name="fb_share" type="button_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php" share_url="www.vikaoctavia.com/2011/02/penipuan-paling-kejam/">Share</a> 
				</div><div class="really_simple_share_twitter" style="width:110px;">
					<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="horizontal" 
						data-text="penipuan paling kejam" data-url="http://www.vikaoctavia.com/2011/02/penipuan-paling-kejam/" 
						data-via="" ></a> 
				</div></div>
		<div style="clear:both;"></div><p>Saat dimabuk cinta,<br />
kita merasa bahwa insting kita<br />
telah cukup untuk meyakini<br />
bahwa dia adalah belahan jiwa<br />
yang akan membahagiakan kita<br />
sepanjang hidup.</p>
<p>Tapi, kemudian ternyata<br />
bahwa tidak ada penipuan<br />
yang lebih kejam daripada cinta<br />
yang digunakan untuk menyadap<br />
keuntungan sepihak.</p>
<p>Maka, berhati-hatilah<br />
jika Anda sedang dimanjakan oleh cinta,<br />
karena bahkan insting terbaik Anda,<br />
akan mati rasa.</p>
<p>(copas from my bhiksu, 22 Februari 2011)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.vikaoctavia.com/2011/02/penipuan-paling-kejam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

