<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>the other side of me... &#187; curhat</title>
	<atom:link href="http://ngobrol.vikaoctavia.com/category/curhat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ngobrol.vikaoctavia.com</link>
	<description>d'vicca</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jul 2010 13:39:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>after the love has gone</title>
		<link>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2009/06/after-the-love-has-gone/</link>
		<comments>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2009/06/after-the-love-has-gone/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 10:51:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngobrol.vikaoctavia.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[ 
Sejujurnya aku sudah paling malas menulis hal-hal berbau cinta khususnya ke lawan jenis. Karena sesuatu dan lain hal, urusan beginian hanya membuatku mendadak menjadi Nia Daniaty, bawaannya mellow, sedih, menyesali nasib tentu saja dengan iringan soundtrack lagu-lagu patah hati. Klop banget.
Namun, ada satu peristiwa dalam keluargaku yang bisa jadi akan jadi salah satu milestone penting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2009/06/broken-heart.bmp" alt="" width="388" height="304" /></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: left"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Sejujurnya aku sudah paling malas menulis hal-hal berbau cinta khususnya ke lawan jenis. Karena sesuatu dan lain hal, urusan beginian hanya membuatku mendadak menjadi Nia Daniaty, bawaannya mellow, sedih, menyesali nasib tentu saja dengan iringan soundtrack lagu-lagu patah hati. Klop banget.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: left"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Namun, ada satu peristiwa dalam keluargaku yang bisa jadi akan jadi salah satu milestone penting bagi kami. Tentang sebuah pernikahan yang batal hanya dalam hitungan hari dikala hampir semua persiapan sudah rampung. Surat undangan pun sudah tinggal menunggu diantarkan. Apa mau dikata, ketika masalah-masalah kecil yang sebenarnya bisa diselesaikan tanpa membatalkan rencana, mendadak menjadi polemik besar dan memaksa <span style="mso-spacerun: yes"> </span>semua persiapan yang sudah disusun cukup lama harus menjadi sisa kenangan belaka. <span style="mso-spacerun: yes"> </span>Kecewa pasti. Rugi ? Lebih pasti lagi. Rugi waktu, biaya, tenaga dan yang jelas rugi hati. Sakit yang sulit terbayarkan. Tidak hanya calon pasangan batal, tapi juga kedua pihak keluarga. Hubungan yang sudah terbina kurang lebih empat tahun yang awalnya diharapkan menjadi labuhan terakhir bahagia, ternyata tidak berarti apa-apa, hanya karena<span style="mso-spacerun: yes">  </span>perbedaan yang tidak dicoba dicari jalan keluarnya, karena pikiran yang sudah tertutup oleh kemarahan. <span style="mso-spacerun: yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: left"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Itu mungkin namanya jodoh ya..Aku sempat ingat seorang teman yang sudah menjalin hubungan lebih dari 10 tahun, sudah niat akan menikah meski seadanya. Toh batal juga, karena urusan-urusan yang menurutku agak tidak penting. <span style="mso-spacerun: yes"> </span>Atau teman yang lain yang begitu memuja pacarnya laksana segala-galanya. Sudah lamaran, tinggal persiapan. Namun manakala Tuhan berkata lain, habislah semua hanya karena urusan yang mungkin sepele buat orang diluar mereka. Namun tidak sedikit pula yang ketemu jodoh dengan singkat. Ketemu seminggu trus nikah deh.. Atau dengan cara yg ajaib, misal ketemu lewat internet, tidak pernah bertatap muka tapi bisa sampai menikah. Cara terakhir ini buat aku sih,..gak bangett… Karena setiap orang bisa jadi siapapun yang dia mau di dunia maya. Argghh..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: left"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Ah, urusan cinta memang repot. Ajaib.<span style="mso-spacerun: yes">  </span>Katanya cinta bisa mengalahkan segalanya. Kelebihan pasangan pasti menjadi kebanggaan, tapi kekurangan adalah kenyataan yang harus diterima. Bahkan konon cinta bisa datang justru dari kekurangan pasangan kita. Kata Naff : <em style="mso-bidi-font-style: normal">“bila nanti kusanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku”</em>, ingat…bukan kelebihan yang ditonjolkan, namun kekurangan/kelemahan-lah yang menjadi titik poin. Aku semakin sulit mengerti masih adakah cinta sejati yang tulus? Yang tidak memandang apa-apa? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: left"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Aku jadi ingat pembicaraanku dengan seorang teman beberapa waktu lalu. Dia bilang cinta yang paling abadi itu, cinta kepada Tuhanmu yang tidak akan pernah mengecewakanmu. Sementara dengan pasangan duniamu, cinta itu adalah satu paket dengan kekecewaan.<span style="mso-spacerun: yes">  </span>Semua mau mengalami indahnya cinta, tapi hampir semuanya pula tidak mau mengalami kekecewaan. <span style="mso-spacerun: yes"> </span>Manakala kau memutuskan untuk jatuh cinta, maka saat itu juga kau sudah memutuskan untuk siap kecewa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: left"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Sudahlah,..apa yang baru saja terjadi di keluargaku mungkin adalah cerminan kasih sayang Allah pada kami <span style="mso-spacerun: yes"> </span>sebagai bagian untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik di depan sana atau bisa jadi juga menjadi kaca untuk mengintrospeksi masih ada dosa yang belum <span style="mso-spacerun: yes"> </span>ditobatkan dan masih banyak amalan yang belum dilakukan.<span style="mso-spacerun: yes">  </span>Only God knows..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: left"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;"> </span></p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2009/06/after-the-love-has-gone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>my life is so colorful</title>
		<link>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2009/02/my-life-is-so-colorful/</link>
		<comments>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2009/02/my-life-is-so-colorful/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 01:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[tentang aku...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngobrol.vikaoctavia.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Nyaris dua minggu ini agak sedikit “tersiksa” oleh pekerjaan yang numpuk. Tapi untungnya karena udah biasa, “siksaan” itu bisa dibikin enjoy apalagi aku punya temen temen tim yang hebat dan bisa diandalkan ( I love you, gus..). Namun sering juga terlintas betapa membosankannya semua ini dan itu yang akhirnya bikin aku merasa, “Oh No…, gue [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Nyaris dua minggu ini agak sedikit “tersiksa” oleh pekerjaan yang numpuk. Tapi untungnya karena udah biasa, “siksaan” itu bisa dibikin enjoy apalagi aku punya temen temen tim yang hebat dan bisa diandalkan ( I love you, gus..). Namun sering juga terlintas betapa membosankannya semua ini dan itu yang akhirnya bikin aku merasa, “Oh No…, gue kayak gak punya kehidupan lain?!!”<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Tapi, setelah ngobrol-ngobrol dengan seorang temen kemarin aku tiba-tiba diingetin kalo hidupku<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>dengan semua kejadian dan peristiwa yang pernah kualami itu berwarna banget. Asumsi seperti gak punya kehidupan lain mungkin hanya sesuatu yang tanpa kusadari aku “setting” sendiri.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>So terrible, isn’t it?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Ingatanku menerawang ke semua hal-hal penting yang pernah terjadi dalam nafasku. Ibaratnya hidup ini penuh dengan milestone.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Lahir dari orang tua dengan budaya yang cukup berbeda, yang membuatku tumbuh dengan gabungan kultur Sulawesi dan Sumatera. Atau paling tidak menambah perbendaharaan bahasa daerah yang aku cukup pahami.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Jadi aku punya &#8220;koleksi&#8221; saudara yang beda banget adat dan bahasanya kalo lagi ngumpul. Lalu masa kecilku yang menclok dari satu kota ke kota lain menambah koleksi teman-teman. Untuk temen-temen sekolah, aku nyaris gak punya temen TK yang se-SD, temen SD yang se-SMP, temen SMP yang se-SMA dan temen SMA yang sekampus. Semua berbeda. Ketika kuliah pun aku masuk di lingkungan yang dipenuhi oleh orang-orang dari 27 provinsi (btw, sekarang udah 33 ya?) Lagi-lagi membuka mataku bagaimana berbaur dan menyesuaikan diri dengan orang-orang yang datang dari latar belakang yang berbeda. Alhamdulillah bisa dibilang aku masih keep contact dengan teman-teman terdekat yang berbeda-beda wahana itu, meski pun hanya dengan perantara teknologi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-ALIGN: center; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"><span style="font-size: 8pt; font-family: "><a href="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2009/02/slide1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-289 alignleft" style="FLOAT: left" title="slide1" src="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2009/02/slide1.jpg" alt="" width="426" height="106" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Sebagian masa kecilku adalah bahagia, tapi ada juga bagian lain yang idealnya pada saat itu belum layak aku alami. Namun itu sungguh bukan satu penyesalan justru suatu karunia besar yang kini aku sadari. Belum lagi milestone penting perjuangan Mama untuk aku dan adik-adikku yang akan selalu jadi sejarah penting sampai dunia ini tutup usia. Kalau ingat hal-hal berat kala itu, rasanya aku tidak yakin bisa melewati itu semua. Satu hal yang sudah jadi garis tanganku, bahwa selama ini apapun yang aku capai sama dengan perjuangan. Hampir tidak ada setitik hal kecil yang aku dapatkan tanpa usaha keras untuk mencapai itu. Ngomong-ngomong soal ini, aku pernah “dibaca” oleh seseorang, bahwa katanya untuk memperoleh sesuatu rata-rata aku harus melewati lebih banyak tahap dibanding orang lain padahal bisa jadi itu untuk sesuatu yang sama. In others words, nothing such an easy thing for me. Lagi-lagi itu bukan satu penyesalan yang membuatku menggerutu dan bilang bahwa rumput tetangga selalu lebih hijau, tapi merupakan satu suratan dan pembuktian; my life is my fight.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 8pt; font-family: "><span id="more-288"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Beranjak dewasa ketemu dengan puluhan teman-teman dari berbagai tempat kerja dengan karakter yang beda-beda. Herannya dari semua bos yang pernah aku temui, rata-rata punya benang merah yang sama alias nyaris se-type. Analisisku, pasti bos-bos itu ketika mewawancarai aku, mencari orang yang tepat untuk karakter mereka dan mungkin itu emang porsiku. Lucu.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Karena beberapa kali loncat-loncat itu, aku juga ketemu rekan-rekan kerja yang sampai kini masih jadi sahabat-sahabat terbaik dan selalu siap membantu saat aku butuh mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Tahun 2007 satu milestone lagi. Setelah capek melintasi kemacetan Jakarta, aku berani nerima tawaran kerja di Aceh. Thanks God..banyak hal terjawab setelah aku ada disini. Yang makin bikin aku percaya, jika kita memikirkan sesuatu dan berharap hasilnya adalah A, maka percayalah bahwa Tuhan akan membuka jalan tanpa kamu duga dengan solusi B yang jauhhhhhhh lebih baik daripada yang kita pikirkan. Bukan sok bijak loh, sebenernya ini juga buat ngingetin aku akan makna meminta dan bersyukur. Hebatnya disini aku ketemu temen-temen yang luar biasa. Incredible. Padahal ketika memutuskan untuk pergi kesini, sempet nangis gak jelas seminggu karena bingung. Kalo nurut kata Apop : Dasar Libra!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Yang membuatku lebih merasa berwarna lagi, adalah aku punya banyak teman tidak hanya eks temen sekolah, kuliah atau eks temen sekantor. Tapi juga temen-temen yang aku “temuin” karena kita punya hobi yang sama. Makasih 7bi &amp; gank-nya, you’re one of the best thing ever happened in my life. Walau mereka terkadang nyebelin, suka bikin aku marah tapi selalu ada cinta buat mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Yang paling seru dan antara penting dan gak penting adalah soal berisi lima huruf bernama CINTA. Hahahaha.. pastilah ada catatan tentang beberapa orang disana, semua dengan cerita dan tema yang signifikan perbedaannya. Ada seseoang dengan inisial MA dengan cerita pendek-nya tapi panjang dalam ukuran waktu. Atau orang Kedung Halang Bogor yang menjadi salah satu milestone penting dalam hidupku. “Azzurra” yang tega banget nikah sama temenku sendiri dan bikin aku nangis 16 jam (lucunya sekarang katanya mo divorce??!!). Atau tentang seseorang yang rela nungguin di gerbang tol Bogor pada pukul 12 malam demi sekotak roti unyil. Bla.. Bla.. Bla.. Terakhir, tentu saja yang masih begitu lekat dalam ingatanku adalah Mr. Hommer yang sudah meletakkan satu catatan penting dalam hidupku sebagai seorang perempuan. Tidak itu saja, cerita cerita didalamnya bahkan setelah semuanya berakhir,<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>membuat hidupku seperti glitter yang berpendar pendar. Meriah. Oya, banyak bagian-bagian itu aku tuliskan dalam blog ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "> Seneng, sedih, suka, duka adalah hal yang datang silih berganti. Tidak ada hari tanpa masalah yang harusnya sebagai bagian pendewasaan diri. Meskipun aku moody, sensitif, kadang-kadang gak tau malu, kadang-kadang ke-PD-an, tapi kadang kadang juga minderan aku mencoba menggangap semua itu adalah manusiawi. Walau banyak banget yang aku belum punya, namun lebih banyak lagi yang sudah aku punya. Keluarga, teman-temanku, pekerjaanku, hari-hariku, semua orang disekitarku, kenangan-kenangan indah dan buruk adalah warna-warna dalam hidupku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Hal terpenting adalah; seandainya kamu merasa banyak hal yang kamu tidak punya, pastikan semuanya perlahan satu persatu akan jadi milikmu. Bukan seperti orang yang sudah punya segalanya, tapi perlahan satu persatu akan hilang dan bukan jadi miliknya lagi (bunch, 8 Februari 2009)</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2009/02/my-life-is-so-colorful/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>get real (???)</title>
		<link>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/12/get-real/</link>
		<comments>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/12/get-real/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 18:39:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[ESB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngobrol.vikaoctavia.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Ada kabar baik.. Kata Oie, beberapa waktu terakhir ini aku udah terlihat lebih “normal”.  Meski agak gak nangkep arahnya kemana, mungkin bener juga. Mungkin aku udah keliatan “get real”. Gak maen sinetron lagi. Gak ujug-ujug minta ambilin tissue karena nangis yang berderai-derai. Gak mendadak kehilangan mood dan selera makan. Waktu itu, yang bercokol hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kabar baik.. Kata Oie, beberapa waktu terakhir ini aku udah terlihat lebih “normal”.  Meski agak gak nangkep arahnya kemana, mungkin bener juga. Mungkin aku udah keliatan “get real”. Gak maen sinetron lagi. Gak ujug-ujug minta ambilin tissue karena nangis yang berderai-derai. Gak mendadak kehilangan mood dan selera makan. Waktu itu, yang bercokol hanya selera makan orang alias marah-marah sama oknum yang sama. Kasian juga dia kena marah terus tiap hari.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-272" title="green_get_real_logo02" src="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2008/12/green_get_real_logo02.jpg" alt="" width="396" height="137" /></p>
<p>Ke-ideal-an “how to control your emotion” lama-lama hanya ada di buku-buku tebel yang sering gue baca. Ternyata lagi-lagi gak segampang itu.  Disamping emang udah bawaan orok yang udah doyan ngomel waktu masih di kandungan, ternyata k<a href="http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/05/memiliki-kehilangan/">etidaksiapanku menghadapi satu kehilangan yang sudah di depan mata </a>menambah parah penyakit itu (baca: ngomel tanpa henti).  Sampe sempet d<a href="http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/10/check-in-di-permata-hati/">iinfus dengan selang</a> yang gak betah nangkring di nadi-ku. So…akhirnya  walau penyakit itu udah tahap kronis  stadium empat, I have to go.. (dun no..maybe coz  “something” already left me before..). Karena obatnya memang hanya itu.  Pahit, sakit, perih, sengasara jadi efek samping obat itu. Meski harganya mahalllllllllllllll banget dan gak diganti sama Askes kantor atau asuransi pribadi, tetep harus aku beli, untung aja gara-gara itu, gak jatuh miskin sampe harus tidur di mesjid.</p>
<p>Thanks God, aku punya dua ribu fans  (halah…hiperbola sebagai artis gagal) yang rela berkorbah hingga titik darah penghabisan buat meyakinkan aku kalo,…semua hal  buruk  dan penyakit yang sudah terjadi adalah kewajaran biasa bukan kesalahan.  Meski berdarah-darah penuh derita, merintih rintih penuh sepi, yellow mellow on the wow.. toh semua akhirnya harus  jadi tidak berarti lagi. Life must go on.</p>
<p>Terpaksa aku kutip penggalan sajak basi dari masa lalu yang entah kenapa kerasa nyambung aja sekarang ini<br />
<em><strong>S</strong><span style="color: #003366;"><strong>atu</strong><br />
Perubahan terus mengalir membanjiri lautan hati hingga<br />
ke samudera (baru) kehidupan, agar luas seperti bumi<br />
sehingga tidak sempit, gerah, penat..<br />
Bila berlayar bercinta dengan ombak, karena badai yang<br />
berselingkuh akan cemburu bersama pasang surut.. tak<br />
perlu berhenti, cukup menunggu karena akan membawa<br />
sang dewa, sang dewi melahirkan putri keseimbangan.<br />
Merenung menuju malam..bermimpi akan indahnya harapan<br />
karena bila esok menjadi kenangan,?<br />
Apa yang telah terlewati adalah bagian menggapai nanti<br />
Saat ini adalah semuanya, saat ini menjadi kesempurnaan.</span></em></p>
<p><span style="color: #003366;"><em><strong>Dua</strong><br />
Dia yang pernah ada, begitu dekat tapi tak tersentuh<br />
Begitu keras, begitu nyaring, suara ini………….<br />
tapi yah!! aku tak terdengar<br />
Dia yang pernah ada, tapi kini tak lebih dari halogram hidup yang rancu, sistemnya telah pudar dicumbu virus berkendaraan kuda trojannnya.<br />
Aku mematung, menjadi tak bergeming..<br />
Dia sudah tiada, yang ada hanya halogram dengan jutaan byte kenangan berkapasitas giga. Mesin berkecepatan tinggi berbahana luas..<br />
Tapi itu tidak berarti lagi..  (Last Cargo, 2004)</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/12/get-real/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Ke-sebel-an (tukang marah)</title>
		<link>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/11/dua-ke-sebel-an-tukang-marah/</link>
		<comments>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/11/dua-ke-sebel-an-tukang-marah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 07:58:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngobrol.vikaoctavia.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[
Akhir-akhir ini gue demen banget marah. Kalo dipikir-pikir marah-marahnya makin kesini makin gak jelas. Orang lain mungkin hobi-nya jalan-jalan, nonton film, atau main catur.. Lah, kok gue hobi-nya marah-marah?! Kalo udah marah-marah kadang kadang gue merasa gak jadi diri sendiri. Istilah kerennya “berkepribadian ganda”. Tapi kata sohib-sohib pribadi gue sebenernya gak ganda, bisa jadi triple, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: center"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-no-proof: yes;"><a href="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2008/11/marah.bmp"><img class="alignnone size-medium wp-image-244" title="marah" src="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2008/11/marah.bmp" alt="" width="309" height="383" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: left"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-no-proof: yes;">Akhir-akhir ini gue demen banget marah. Kalo dipikir-pikir marah-marahnya makin kesini makin gak jelas. Orang lain mungkin hobi-nya jalan-jalan, nonton film, atau main catur.. Lah, kok gue hobi-nya marah-marah?! Kalo udah marah-marah kadang kadang gue merasa gak jadi diri sendiri. Istilah kerennya “berkepribadian ganda”. Tapi kata sohib-sohib pribadi gue sebenernya gak ganda, bisa jadi triple, kwartet, panca sampe dasa. Halah. Ini bener-bener berlebihan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-no-proof: yes;">Ke-sebel-an pertama ;<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Bos yang satunya suka rada-rada gak “dong”, yang satunya kepinteran. Kalo jodoh, ini perpaduan yang unik dan ajaib. Satunya jarang punya ide , satunya kebanyakan ide. Bukannya saling melengkapi, tapi malah sering jadi “keributan” <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>bikin karena gak sampe-sampe kata sepakat. Berooobahhhhhhhhh mulu.. Udah gini, gue (sombong.com) sering banget jadi “kambing hitam” keduanya. Bagaimana memadukan agar ada hasil. Puyeng!<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Bete-nya ada beberapa hal yang harusnya dipikirkan oleh yang level-nya diatas gue, tapi kok gue merasa beban mikirnya dan pelaksanaan teknisnya banyakan ke gue dan temen-temen. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Secara strategi, yang bersangkutan lebih sering tidak membantu. Kalo pun iya, gak terlalu berpengaruh banyak. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>So, di banyak hal, anak buah <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>jadi komandan merangkap prajurit. Kalo perang gak tau tuh posisinya ada dimana. Bener-bener gak lucu, soalnya gajinya gak dobel <img src='http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: normal;"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-no-proof: yes;">Ke-sebel-an kedua; Ini yang bikin gue jadi berkepribadian ganda berlipat lipat.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Jadi gak pengertian, gak compromize, maksa dotcom, mo menang sendiri, dll.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Padahal aslinya gue cuek, males ngurusin hal-hal begini tapi gampang banget nurut sama orang alias bisa diajak kong kalikong apalagi untuk orang yang harusnya aku sayangi. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Saking nurutnya kadang-kadang terlalu percaya sama orang dan gampang di-bego-bego-in. Ini mungkin gak penting. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Tapi lama-lama jadi penting. Mau dibikin gak penting lagi, ternyata gak segampang itu.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Namun dari waktu ke waktu selalu aku coba untuk udah ikhlas, walaupun di tengah-tengah jalan menuju itu, sebagai “perempuan biasa”, selalu ada “ketidakpuasan” yang akhirnya memicu “kemarahan”.  </span><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-no-proof: yes;">Ah, sutralah..bagian ini gak terlalu perlu banyak dibahas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-no-proof: yes;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-no-proof: yes;">Akhirnya, hidup memang tidak ada yang sempurna…</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/11/dua-ke-sebel-an-tukang-marah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>perfeksionis-ta</title>
		<link>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/11/perfeksionis-ta/</link>
		<comments>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/11/perfeksionis-ta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 06:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngobrol.vikaoctavia.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Abis sakit bulan lalu, tingkat kesibukanku bukannya turun, malah tambah sibuk. Untungnya sekarang makin banyak yang bantuin gw di kerjaan rutin. Tapi yang bikin puyeng adalah masalah petinggi alias si bos yang menjunjung tinggi perfeksionisme (baca: perfeksionista) dalam setiap pekerjaan. Oke, secara sebenernya aslinya gue pun perfeksionis. Tapi perfeksionis yang begini sering melahirkan sejuta pertimbangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-bidi-font-family: 'Lucida Sans Unicode';">Abis sakit bulan lalu, tingkat kesibukanku bukannya turun, malah tambah sibuk. Untungnya sekarang makin banyak yang bantuin gw di kerjaan rutin. Tapi yang bikin puyeng adalah masalah petinggi alias si bos yang menjunjung tinggi perfeksionisme (baca: perfeksionista) dalam setiap pekerjaan. Oke, secara sebenernya aslinya gue pun perfeksionis. Tapi perfeksionis yang begini sering melahirkan sejuta pertimbangan yang lama-lama tidak lagi menjadi pertimbangan yang esensial untuk satu keputusan. Setuju banget dalam semua hal kita emang harus memikirkan hasilnya, respon pihak ketiga dan segala dan dampak baik atau buruk yang akan ditimbulkan. Tapi kan gak harus takes time untuk hal-hal tidak terlalu prinsip ?! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-bidi-font-family: 'Lucida Sans Unicode';">Apalagi untuk waktu terbatas, dimana semua keputusan harus diambil cepat. Kenapa harus bertele-tele untuk hal-hal pendek selama esensinya sudah tersampaikan. Kalo masalah kekhawatiran mah, semua juga perlu dikhawatirkan dalam arti “dijaga” agar tidak terjadi hal-hal yang buruk. Tapi gak harus bawel dong buat urusan-urusan yang bisa jadi  diliat-nya hanya dari kacamata sendiri ? <span style="mso-spacerun: yes;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-bidi-font-family: 'Lucida Sans Unicode';">Capek!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/11/perfeksionis-ta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>takut gak bersyukur..</title>
		<link>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/10/takut-gak-bersyukur/</link>
		<comments>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/10/takut-gak-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 12:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/10/takut-gak-bersyukur/</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang paling aku takutkan adalah takut dicap manusia kufur nikmat. Nah, herannya akhir-akhir ini aku kok sering banget ngerasa begitu. Hanya gara-gara satu atau dua hal yang aku gak punya, tiba tiba aku suka merutuki betapa malangnya aku, kenapa aku gak kayak mereka, kenapa gue begini, begitu.  Akibatnya jadi uring-uringan dan bête gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-bidi-font-family: 'Lucida Sans Unicode';">Satu hal yang paling aku takutkan adalah takut dicap manusia kufur nikmat. Nah, herannya akhir-akhir ini aku kok sering banget ngerasa begitu. Hanya gara-gara satu atau dua hal yang aku gak punya, tiba tiba aku suka merutuki betapa malangnya aku, kenapa aku gak kayak mereka, kenapa gue begini, begitu.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Akibatnya jadi uring-uringan dan bête gak menentu. Gak enak banget kan ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-bidi-font-family: 'Lucida Sans Unicode';">Misal,idealnya aku punya sepuluh hal penting untuk satu hal bernama “kebahagian”. Seperti keluarga yang harmonis, pekerjaan yang bagus, tabungan yang cukup, teman-teman yang baik dan lain-lain. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Tapi dari sepuluh itu, ada satu yang aku gak punya. Nah, kenapa satu hal tersebut tiba-tiba <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>mengacaukan sembilan hal lain? Atau kalaupun ke sepuluh hal tersebut aku punya semua, apa semua benar-benar sempurna ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-bidi-font-family: 'Lucida Sans Unicode';">Alhamdulillah, di tengah kegalauan itu, aku punya teman-teman yang selalu mengingatkanku kalo aku punya begitu banyak hal yang harusnya bikin aku bangga dan yang pasti meyakinkan aku kalo Allah itu Maha Adil.<br style="page-break-before: always; mso-special-character: line-break;" /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/10/takut-gak-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>20 things I hate about &#8220;this&#8221;</title>
		<link>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/10/20-things-i-hate-about-this/</link>
		<comments>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/10/20-things-i-hate-about-this/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 15:29:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngobrol.vikaoctavia.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[1. Gak nyindir kan waktu kamu bilang : btw slamat ultah ya, semog bs lbh sabar &#38; dws dlm menghadapi smuanya.. (original typing..)
2. Emang gue juga sih pak acara marah marah terus..
3. Makasih masih mau menyempatkan waktu buat dengerin omelan gue minimal satu jam sehari. Gila..gue tau lu udah mulai bosen kalee.. Secara lu pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">1.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Gak nyindir kan waktu kamu bilang : btw slamat ultah ya, semog bs lbh sabar &amp; dws dlm menghadapi smuanya.. (original typing..)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">2.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Emang gue juga sih pak acara marah marah terus..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">3.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Makasih masih mau menyempatkan waktu buat dengerin omelan gue minimal satu jam sehari. Gila..gue tau lu udah mulai bosen kalee.. Secara lu pernah bilang gue lama-lama asli udah mirip Jeng Kelin alias menjengkelkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">4.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Bener, selalu ada trigger kecil kecil yang bikin semuanya jadi besar (again, gara-gara gue)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">5.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Bener, gue emang suka muter-muter ngomongin hal yang sama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">6.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Aku capek tau…just like I ever mentioned in my email. Its an SOP!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">7.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Sebel, aku menanyakan sesuatu untuk memperoleh jawaban akan sesuatu malah dibalikin kembali ke aku. Emang ini acara Cerdas Cermat?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">8.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Kadang-kadang aku emang norak..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">9.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Always try to forget all the things that we ever done before, tapi susah.. (banget)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">10.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Sesuai poin 9 Aku gak nyesel kok..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">11.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Sorry gak bisa ngasih perhatian perhatian kecil lagi seperti dulu (emang butuh dari gue ?)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">12.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Sorry masih terlalu banyak nuntut ini, itu.. dan thanks a bunch, you always there (tapi sampe kapan? Lama-lama juga capek kan..)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">13.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">I know you must be left me one day! And its so close..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">14.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Gak pernah ada yang bisa merubah semua ini, dan yang aku tangkep kamu pun gak berniat merubah apa-apa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">15.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Aku emang gak sabaran, mo menang sendiri plus mau enak sendiri (like u also)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">16.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Aku berusaha sekuat tenaga sabar dan ikhlas nerima semunya. But, GOD..susah banget</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">17.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Aku gak punya pelarian atau kambing hitam untuk meluapkan semua emosi but only U</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">18.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Terima kasih untuk semuanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: "><span style="mso-list: Ignore;">19.<span style="font-family: "> </span></span></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 115%; font-family: ">Maaf untuk semuanya</span></p>
<h4 class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="color: #3366ff;"><span style="mso-list: Ignore;">20. </span>Those are all caused by the reality, that you’ll never be mine</span></h4>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/10/20-things-i-hate-about-this/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>tentang satu hati</title>
		<link>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/09/tentang-satu-hati/</link>
		<comments>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/09/tentang-satu-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 18:56:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[ESB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngobrol.vikaoctavia.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Lagi nginget-nginget, seumur hidup, berapa kali sudah jatuh cinta? Banyak kali yeee… tapi hanya 2-3 orang yang punya kesan paling mendalam. Dari 2-3 orang tersebut hanya satu yang hingga detik ini aku masih hapal mati luar kepala nomor HP-nya. Meskipun aku ditanya ketika masih dalam keadaan ngigau atau setengah bernyawa karena baru bangun tidur. Hahahah.. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: left"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Lagi nginget-nginget, seumur hidup, berapa kali sudah jatuh cinta? Banyak kali yeee… tapi hanya 2-3 orang yang punya kesan paling mendalam. Dari 2-3 orang tersebut hanya satu yang hingga detik ini aku masih hapal mati luar kepala nomor HP-nya. Meskipun aku ditanya ketika masih dalam keadaan ngigau atau setengah bernyawa karena baru bangun tidur. Hahahah..<span style="mso-spacerun: yes"> </span>Meski emang gak jodoh,<span style="mso-spacerun: yes"> </span>aku sama sekali tidak enyesal, coz banyak hikmah yang Allah tunjukkan ketika semua tamat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: center"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"><a href="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2008/09/118629.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-211" title="118629" src="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2008/09/118629.jpg" alt="" width="300" height="240" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Punya hubungan terakhir agak serius kayaknya sekitar tahun 2006. Mungkin gak jodoh.. (emang iya…),  dansejak itu aku bertekad kuat setengah mati, membentengi semua hati dengan beton-beton yang paling kuat sedunia. Tentu saja dengan alasan; gak mau sakit hati lagi. Padahal ada pepatah yang (tidak) bijak.. katanya kalo siap jatuh cinta, maka harus siap sakit hati. Ibarat dua sisi mata uang, dua hal tersebut adalah satu bagian yang seperti kancing cepret. Nempel kemana-mana</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Lalu, ada juga cerita tentang hubungan gak penting dengan orang yang salah. <a href="http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/04/relationship-based-on-assumption/"><span style="color: #ff0000;">Seperti cerita temanku ini</span></a>.<span style="mso-spacerun: yes"> </span>Herannya emang dasar gue bebal, setelah selesai, ya selesai aja. Gak pake acara nangis Bombay <span style="mso-spacerun: yes"> </span>semalam suntuk. Karena aku merasa tidak ada perlu-nya melanjutkan semua ketidakjelasan dan tidak ada yang harus aku tuntut dari semua yang sudah dijalani.<span style="mso-spacerun: yes"> </span>(“Halo, pak… rumahmu masih di Kedung Halang, Bogor-kah?” ) Walau demikian, dia adalah salah satu milestone paling penting dalam hidup gue.<span style="mso-spacerun: yes"> </span>Aku bisa lupa dengan yang lain, tapi tidak dengan beliau itu. Makasih…you’re one of the great things happened in my life.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: justify"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Kata orang, keledai yang konon hewan paling bego sedunia aja gak bakal jatuh ke lubang sama dua kali.Dan pepatah itu aku pegang rapat-rapat. Pengalaman <span style="text-decoration: line-through;">buruk</span> yang sama toh gak harus terulang dua kali.<span style="mso-spacerun: yes"> </span>Tapi siapa nyana…ada masa dimana sebagai manusia biasa yang <a href="http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/09/mengundang-masalah/"><span style="color: #ff0000;">khilaf dan gak luput dari dosa</span> </a>(kata Ebiet G.Ade),<span style="mso-spacerun: yes"> </span>itu terjadi lagi, <span style="text-decoration: line-through;">dengan level dan grade yang mungkin lebih dari yang sebelumnya</span>. Dan ternyata aku tetap perempuan sensitif yang ternyata (lagi) tidak bisa easy going sama semua masalah. Lagi-lagi, meski aku tau <span style="text-decoration: line-through;">harusnya cinta itu indah</span>, the most important part of that adalah : stupid and silly things.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Sedih ? Pasti.Menyesal ? Hmmm, tidak ada kata itu dalam kamus berjalanku. <span style="mso-spacerun: yes"> </span>Capek ?<span style="mso-spacerun: yes"> </span>ya, iyalah…. Capek hati maksudnya. Mencoba bersikap biasa seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa adalah hal yang maha sulit.<span style="mso-spacerun: yes"> </span>Mencoba cuek apalagi. Mencoba sabar ? Selalu… tapi jika ada 5 kali percobaan, dipastikan 3 diantaranya adalah kegagalan </span><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: Wingdings;"><span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings">L</span></span><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Kadang-kadang suka nangis gak jelas..ujug-ujug ngambek, dan ada muatan emosi yang meledak-ledak setiap saat karena I don’t know what to do.. Tentu saja kondisi begini merugikan semua orang, dirinya, teman-temanku, pekerjaanku dan yang lebih penting lagi adalah merugikan diriku sendiri. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Sampai-sampai hal-hal buruk menggerayangi pikiranku :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"><em><span style="color: #800000;">enak gak ketika kamu merasa jadi no body, ketika merasa jadi orang paling tidak penting, ketika merasa hanya &#8220;dimanfaatkan&#8221;, ketika merasa jadi orang yang &#8220;rendah&#8221;, ketika merasa jadi orang yang terbuang, ketika merasa hanya akan tercampakkan, ketika merasa hanya sebagai permainan&#8230; dan ketika merasa hanya sebagai alat pembunuh sepi&#8230;</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"><span style="color: #000000;">Selalu kucoba, memuntahkan semua perasaan itu. Selalu, karena aku tau aku bukan perempuan biasa.Ah&#8230;ini masalah cemen..  Namun pun selalu tidak bisa (atau belum bisa?)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Tapi, thanks God…di tengah tengah semua gejolak dan emosi yang naik turun aku masih punya deretan teman-teman yang aku yakin sangat sangat menyayangi aku. Yang selalu mencoba membantuku meluruskan semua yg buruk menjadi baik. Dengan sejuta motivasi terselip untuk mendukung semua <a href="http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/09/coz-im-not-a-volunteer/"><span style="color: #ff0000;">“perjuangan</span></a>” yang aku lakukan. I love you, guys… Kalian adalah teman-teman terbaik yang pernah aku miliki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Semoga, di tengah semua “keterpurukan” ini aku selalu bisa berdiri lagi. Kata satu buku yang aku baca, kebahagiaan dan kesusahan itu adalah satu bagian utuh yang bisa dipisahin. Aku percaya itu. Harus percaya.<span style="mso-spacerun: yes"> </span></span></p>
<blockquote>
<h3 class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"><span style="color: #ff0000;">Ya Allah..jangan biarkan semuanya sia-sia. Yakinkan aku akan ada satu titik kebahagian yang lebih hakiki di depan sana..</span></span></h3>
</blockquote>
<h3 class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"><span style="color: #000000;"><em>dini hari, 19 September 2008, karena gak bisa tidur..</em></span></span></h3>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/09/tentang-satu-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mengundang masalah..</title>
		<link>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/09/mengundang-masalah/</link>
		<comments>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/09/mengundang-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 05:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngobrol.vikaoctavia.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[
Abis baca blog-nya Mbak Suzie. Doi dulu salah satu sohib terbaik di SWA. Tergelitik dengan satu tulisannya, kalau umumnya, masalah yang terjadi dalam keseharian kita adalah karena kita mengundang masalah itu. That’s what happen now with me!  Dibilang masalah ya, gak. Tapi gak masalah juga kok jadi berpengaruh sama stabilitas emosi. Gak jelas.  Padahal sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: center"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: "><a href="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2008/09/problem.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-205" title="problem" src="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2008/09/problem.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt; TEXT-ALIGN: left"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: ">Abis baca <a href="http://worldofsuzie.blogspot.com/2008/09/trouble.html">blog-nya Mbak Suzie</a>. Doi dulu salah satu sohib terbaik di <a href="http://www.swa.co.id">SWA</a>. Tergelitik dengan satu tulisannya, kalau umumnya, masalah yang terjadi dalam keseharian kita adalah karena kita mengundang masalah itu. That’s what happen now with me! <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Dibilang masalah ya, gak. Tapi gak masalah juga kok jadi berpengaruh sama stabilitas emosi. Gak jelas. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Padahal sebagai orang yang mengaku well plan, semua yang aku putuskan, aku jalani sebenarnya sudah bisa teridentifikasi apa resiko dan konsekuensinya sejak awal.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Masalahnya, ketika resiko dan konsekuensi itu udah di ujung jari, ada perasaan sulit untuk menerima semua itu dengan ikhlas sepenuh hati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: ">Kata orang kedewasaan seseorang, salah satunya diukur dari bagaimana dia menyelesaikan masalah. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Betul banget. Dalam hal ini, aku sendiri merasa lima tahun terakhir ini sudah jauh lebih baik dibanding dulu. Biasanya sih kalo ada apa-apa, gue emang bête, sebel, kesel..Tapi suka gak lama. Apalagi masalah kecil-kecil. Bangun tidur pagi-pagi biasanya juga udah lupa. Sampai pada titik tertentu ternyata aku gak bisa easy going sama semua yang terjadi. Secara teori, aku udah tau. Harus A, sebaiknya B atau jangan bersikap C. But…ternyata, I’m <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>just an human. Yang masih punya emosi dan perasaan yang kadang-kadang di melampui kendali pikiran dan tindakanku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: ">Mau ngadu sama Tuhan kayaknya malu (meskipun tetap kulakukan). Toh, aku yang salah, aku yang mengundang masalah ini muncul dalam kehidupanku. Aku sendiri yang menempuh “dosa” ini. Aku sendiri yang menentukan apa yang akan kulakukan. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Kok tiba-tiba aku “menuntut keadilan” dariNya. Ini bukan accident kok, bukan ketidaksengajaan dan bukan karena aku tak berdaya upaya mencegahnya</span></p>
<blockquote>
<h3 class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="color: #339966;">Tapi aku gak punya tempat lain untuk bersandar dan berserah diri selain diriNYA, sebagai awal dan akhir dari segala urusan.</span></h3>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/09/mengundang-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>satu paket&#8230;</title>
		<link>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/08/satu-paket/</link>
		<comments>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/08/satu-paket/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 10:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vika</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngobrol.vikaoctavia.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Minggu ini aku ketemu  dua orang temen (cewek) di waktu yang berbeda dan berbincang tentang begitu banyak hal pribadi yang membuatku ternganga akan “keberanian” mereka mengungkap fakta yang mungkin bagi sebagian besar orang sangat tabu.  Meskipun really, it’s a damn thing!!! Teman pertama sebutlah namanya Nancy bilang, dia pernah hidup serumah dengan “pacarnya”  sementara teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"><a href="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2008/09/bleedinglove.gif"></a>Minggu ini aku ketemu<span style="mso-spacerun: yes">  </span>dua orang temen (cewek) di waktu yang berbeda dan berbincang tentang begitu banyak hal pribadi yang membuatku ternganga akan “keberanian” mereka mengungkap fakta yang mungkin bagi sebagian besar orang sangat tabu.<span style="mso-spacerun: yes">  </span>Meskipun really, it’s a damn thing!!! Teman pertama sebutlah namanya Nancy bilang, dia pernah hidup serumah dengan “pacarnya”<span style="mso-spacerun: yes">  <a href="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2008/09/love.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-181 alignright" style="FLOAT: right" title="love" src="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2008/09/love.jpg" alt="" width="186" height="188" /></a></span>sementara teman kedua sebutlah si Desy secara gamblang bercerita tentang sepak terjang kehidupan “bastard” –nya yang sejak masih kuliah pun pernah living together selama tiga tahun dengan lelaki yang bukan “siapa-siapa-nya. Pls don’t ask about “pernikahan disini”.<span style="mso-spacerun: yes">  </span>Lalu cerita bergulir ke kehidupan mereka sekarang, dimana kebutuhan untuk “ditemani” itu meskipun bukan prioritas utama sudah menjadi salah satu bagian penting dari keseharian mereka. <span style="mso-spacerun: yes"> </span>Nancy bercerita kini pun ia sudah menemukan pengganti lelaki yang pernah menemaninya selama tujuh tahun itu. <a href="http://ngobrol.vikaoctavia.com/wp-content/uploads/2008/09/bleedinglove.gif"></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Ketika kutanya : “lu cinta sama dia ? sayang ?”<span style="mso-spacerun: yes">  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Dengan enteng dia berucap: “cinta? Emang perlu ?.,.. Gak tuh, gue merasa gue butuh sama dia, dia sebaliknya dan kita merasa nyaman..Why not.. Go ahead. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Aku bertanya kembali : “sejauh apa hubungan kalian ?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Nancy : Vika…gue gak mau rugi dong, gila aja lu! Apa yang bisa gue dapetin ya..harus gue dapet!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Serupa tapi tak sama, Desy malah lebih ajaib lagi. Kini, ia “menjalin hubungan dengan seorang (maaf) laki –laki beristri yang juga punya affair dengan perempuan lain. Itulah kenapa ia lebih suka menyebut dirinya sebagai “partner in crime” dengan laki-laki itu;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Desy : Kenapa gue mo jalan sama dia, karena gue udah tau dia bangsat, dia brengsek. Jadi gue gak perlu repot-repot pake hati. Gue capek selalu pake hati dari dulu. It was a stupid thing! Sekarang hati gue udah gue deposit di bank, jadi yang gue pake ini hati serep (halah…emang ban dalem!!)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span id="more-179"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Gue : So u have sex with him without any passion ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Desy : Honey….passion itu kita yang menciptakan, lu katro banget sih..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Gue : (Feel Shocked!) *%$!$$@!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Desy : Jujur, gue paling gampang jatuh cinta kalo diperhatiin. So, gue bilang sama si bastard: Don’t give me any sweet talk. I don’t need it. So, at the first we had declare we communicate each other when we need to see each other.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Dua orang perempuan yang kukenal ini menurutku adalah perempuan berkarakter easy going, hidup tanpa beban dan dari pembicaraan diatas aku sendiri jadi kurang yakin apa mereka masih punya sesuatu bernama perasaan sebagaimana orang pada umumnya. Tapi siapa nyana, ketika kutanyakan itu, kedua-nya kompak menjawab: Siapa bilang gue gak sedih ?<span style="mso-spacerun: yes">  </span>gue sedih banget kalee.. sedih, karena kenapa apa yang gue jalanin gak bisa normal seperti orang lain.<span style="mso-spacerun: yes">  </span>Lalu aku menjawab: “Loh itu kan pilihan dan lu yang milih itu.<span style="mso-spacerun: yes">  </span>Desy menjawab : Ya, gue tau. Tapi siapa yang bisa mengontrol perasaan ? Siapa yang bisa menahan ketika semua ini bergulir? Don’t talk about morality, Vika.<span style="mso-spacerun: yes">  </span>As long I have responsibility of anything I did, its oke for me. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Sumpah, gue nyaris rada klieung-klieung mendengar pengakuan-pengakuan itu belum lagi dilanjutkan dengan cerita yang very-very intimate. Padahal satu malam sebelumnya seorang teman dari Jakarta menelpon dan ketika aku ingin menceritakan sesuatu tentangku sendiri, dia hanya berkata : “aib itu bukan untuk diceritakan, vik. <span style="mso-spacerun: yes"> </span>Cukup lu sama Tuhan aja yang tau. <span style="mso-spacerun: yes"> Tiba-tiba tanpa sadar aku berucap dalan hati; Tuhan,..semoga kedua sahabatku itu segera menemukan apa yang mereka cari dari arti perjalanan yang mereka lakukan&#8230;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Meski begitu dari mereka aku mendapatkan pelajaran penting bahwa tidak semua harus dijalani dengan hati.<span style="mso-spacerun: yes">  </span>Kesimpulannya, intimacy ternyata bisa dilakukan tanpa berbekal sesuatu goblok (something stupid) bernama sayang apalagi cinta. Menurut Desy sayang dan cinta itu hanya melahirkan rasa untuk memiliki. Sementara kenyataannya kan tidak selalu begitu. Akibatnya, kalo lu melakukan atau memberikan apa-apa dalam dengan kondisi seperti di atas, lu jadi tidak tulus. You want return it back!.<span style="mso-spacerun: yes">  </span>Kucermati baik-baik kalimat-kalimatnya, mungkin kalimat terakhir ada benarnya. <span style="mso-spacerun: yes"> </span>Kukatakan pada mereka, </span></p>
<blockquote>
<h2><span style="color: #99cc00;">buatku; cinta, sayang, harapan, passion dan keinginan untuk memiliki itu adalah satu paket spesial. Yang gak bisa dibeli secara satuan apalagi dipangkas jadi paket hemat. <span style="mso-spacerun: yes"> </span></span></h2>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Lagi menurutku: sulit untuk mengartikan ketulusan dan keikhlasan itu secara parsial. Misal, kamu memberikan apa yang menurutmu “berharga” tanpa sedikit pun berharap you get back the return, itu adalah nyaris impossible. Mungkin awalnya IYA. But as human being yang sudah punya default perasaan-perasaan itu dalam satu paket apa bisa ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">But anyway tetep harus “berterima kasih” kepada mereka. Bahwa somehow, sometimes we have to “deposite” our heart not only laminating it. Sometimes you have to become a heartless bastard. <span style="mso-spacerun: yes"> </span>Ya….sometimes…… until the right one<span style="mso-spacerun: yes">  </span>comes : .. (adalah dia yang bisa “mengakhirinya” dengan membuatmu bahagia). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"> </span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"><em>untuk seseorang : &#8220;hanya orang mati yang tidak punya perasaan&#8221;</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 10pt">  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngobrol.vikaoctavia.com/2008/08/satu-paket/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
