d’vicca
Sebagai orang yang “konon” menghargai sejarah musik Indonesia, gak ada salahnya sekali-kali dengerin lagu ini. Rekomendasi dari pak boss, meski katanya lagu patah hati musiknya berasa naik komidi putar di pasar malam. Awalnya, agak susah juga melacak keberadaan lagi ini. Eh, pas ketemu gak bis di-donlod. But thanks buat Pak IT Support yang sudah suka rela mencarikan jalan.. (buat yang beginian, u’re the best deh!)
Tolong yang Sunda pisan mengartikannya dengan baik..
Kamana Panutan Abdi
Kamana panutan abdi
nu sok biasa sumping
Kamana panutan rasa
anu sok leukeun ngariksa
Tara tara tisasari
Abdi ngaraos sepi
Teu aya keur pangumaha
Keur batur suka suka
Ieu abdi leungiteun
Mondok ge tara tibra
Ieu abdi leungiteun
Neda tara mirasa
Tambahin dong….
Januari — Glenn Fredly
11 Januari — Gigi
Januari di Kota Dili – Rita Effendi
Januari yang Biru – Andi Meriam Mattalatta
22 Januari –Iwan Fals
*sweet january in Banda Aceh*
Kata anak-anak (7bi@rpoppy.com), gue angkatan 52, kata Apop, Jadul is my middle name, kata Rynal dengerin lagu-lagu gue berasa naik bis malam (jurusan Medan-Padang Sidempuan) Kalo Tukul Arwana kenal gue, mungkin dia akan bilang gue ‘katro”. Tapi aku sendiri lebih suka menyebut diri sebagai manusia yang menghargai sejarah musik, khususnya musik Indonesia.. Hehehhe..
Gak ada yang salah sebenarnya, hanya masalah selera. Ketika mereka memilih Beyonce aku memilih Rafika Duri, ketika mereka memilih Pussy Cat Dolls bisa jadi aku memilih Trio Libels, ketika mereka memilih Rihanna yang lagi happening itu aku lebih tertarik dengan lagu lawasnya Memes. Bahkan duet Rano Karno-Nella Regar, lebih menarik dibandingkan duo maut Acha –Irwansyah.
Menggemari lagu-lagu purbakala semacam itu, mungkin karena terbawa atmosfir masa kecilku dulu. Papa (alm) adalah penggila musik. Seingatku dari bangun tidur papa sudah mulai dengan menyetel Elvis Presley & Jim Reeves, menjelang siang artis JK Record (Pance Pondaag, cs) hingga malam diakhiri dengan duet Broery-Dewi Yull yang sangat populer di masanya. Itu belum pemutaran lagu-lagu Ida Royani, Lilis Suryani, Gatot Sunyoto- dan artis-artis dengan nama yang menurut ukuran sekarang sangat tidak komersil.
Gak kangen siapa-siapa..
Cuman sedikit berkhayal, kalo ada yg tiba2 mo nyanyiin lagu ini buat gue..
Bintang malam katakan (sampaikan) padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
Waktu masa-masanya “shock” kemaren, Lala telpon aku, trus bilang. Ada lagu yang cocok banget buat gue. Tapi dia lupa judulnya apa, pokoknya ada bodoh-bodohnya gitu deh. Lama-lama ketemu juga, judulnya “manusia bodoh” by Ada Band.
Eh, cuman jarak 1-2 hari, Mamang Jufri ngirimin gue MP3 nya. Hihih..geli sendiri, kok orang-orang itu jadi care, atau mo ngeledek. Soalnya lagunya kata mereka : Vika Banget deh!!
============================
Dahulu terasa indah
Tak ingin lupakan
Bermesraan selalu jadi Satu kenangan manis
Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang ulang kali
Reff :Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir
Tapi sampai kapankah kuharus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu
Tak ayal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Belum cukup membendungnya
Hanya kepedihan
Yang selalu datang menertawakanku
Engkau belahan jiwa
Tega menari indah di atas tangisanku
Bridge :
Semua kisah pasti ada akhir
Yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini
Yakinku indah