libur tlah tiba..libur tlah tiba..

Horee…akhirnya, akhir tahun pun tiba. Gak kebayang akhirnya bisa libur agak lama juga. Tahun lalu masih agak anak baru disini, belum berani ngambil libur lama-lama. Tapi tahun ini ?? Walau bahaya laten (kerjaan) numpuk, thanks God, banyak kemudahan yang aku dapetin dan semua rencana, Insya Allah akan terlaksana. Di kepalaku sudah tersusun rencana selama sepuluh hari ke depan. Pertama, ke Yogya!! Secara gue lahir di kota ini, tapi ajaib-nya gak pernah kesini. Alias numpang lahir.  Tentu sama temen-temen seperjuangan dan plus si uncit.  Hihihi… Napak tilas!!

Rencana kedua setelah pulang dari Yogya, gak pengen pergi rame-rame, kepikir banget pengen menyendiri di Kebun Raya. Pokoknya satu minggu full harus menikmati Bogor. Di rumah aja atau paling jauh sekitar Baranangsiang, cukup cari WiFi gratisan terus niat mo nulis apa yang sudah terjadi dalam kehidupanku selama satu tahun ini, moga-moga bisa jadi novel (ngarep). Meski satu bulan ini ada kasus berat yang harus aku lewatin, aku berharap ini benar-benar akhir dari semuanya. Semoga tahun baru mendatang, semua yang terbaik dengan semua cinta akan tercurah buatku dan buat orang-orang yang kusayangi..

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

terlanjur cinta

Makin nge-fans deh sama Rossa dan Pasha Ungu..

Terlanjur Cinta…

Waktu bergulir lambat merantai langkah perjalanan kita
Berjuta cerita terukir dalam menjadi sebuah dilema
Mengertikah engkau perasaanku tak terhapuskan

Malam menangis tetes embum basahi mata hatiku
Mencoba bertahan diatas puing-puing
Cinta yang telah rapuh
Apa yang ku genggam tak untuk aku lepaskan

Aku terlanjur cinta kepadamu
Dan tlah ku berikan seluruh hatiku
Tapi mengapa baru kini kau pertanyakan cintaku

Aku pun tak mengerti yang terjadi
Apa salah dan kurang ku padamu
Kini terlambat sudah untuk dipersalahkan
Karna sekali cinta aku tetap cinta

Mencoba bertahan diatas puing-puing
Cinta yang telah rapuh
Apa yang ku genggam tak mudah untuk aku lepaskan

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

get real (???)

Ada kabar baik.. Kata Oie, beberapa waktu terakhir ini aku udah terlihat lebih “normal”. Meski agak gak nangkep arahnya kemana, mungkin bener juga. Mungkin aku udah keliatan “get real”. Gak maen sinetron lagi. Gak ujug-ujug minta ambilin tissue karena nangis yang berderai-derai. Gak mendadak kehilangan mood dan selera makan. Waktu itu, yang bercokol hanya selera makan orang alias marah-marah sama oknum yang sama. Kasian juga dia kena marah terus tiap hari.

Ke-ideal-an “how to control your emotion” lama-lama hanya ada di buku-buku tebel yang sering gue baca. Ternyata lagi-lagi gak segampang itu. Disamping emang udah bawaan orok yang udah doyan ngomel waktu masih di kandungan, ternyata ketidaksiapanku menghadapi satu kehilangan yang sudah di depan mata menambah parah penyakit itu (baca: ngomel tanpa henti). Sampe sempet diinfus dengan selang yang gak betah nangkring di nadi-ku. So…akhirnya walau penyakit itu udah tahap kronis stadium empat, I have to go.. (dun no..maybe coz “something” already left me before..). Karena obatnya memang hanya itu. Pahit, sakit, perih, sengasara jadi efek samping obat itu. Meski harganya mahalllllllllllllll banget dan gak diganti sama Askes kantor atau asuransi pribadi, tetep harus aku beli, untung aja gara-gara itu, gak jatuh miskin sampe harus tidur di mesjid.

Thanks God, aku punya dua ribu fans (halah…hiperbola sebagai artis gagal) yang rela berkorbah hingga titik darah penghabisan buat meyakinkan aku kalo,…semua hal buruk dan penyakit yang sudah terjadi adalah kewajaran biasa bukan kesalahan. Meski berdarah-darah penuh derita, merintih rintih penuh sepi, yellow mellow on the wow.. toh semua akhirnya harus jadi tidak berarti lagi. Life must go on.

Terpaksa aku kutip penggalan sajak basi dari masa lalu yang entah kenapa kerasa nyambung aja sekarang ini
Satu
Perubahan terus mengalir membanjiri lautan hati hingga
ke samudera (baru) kehidupan, agar luas seperti bumi
sehingga tidak sempit, gerah, penat..
Bila berlayar bercinta dengan ombak, karena badai yang
berselingkuh akan cemburu bersama pasang surut.. tak
perlu berhenti, cukup menunggu karena akan membawa
sang dewa, sang dewi melahirkan putri keseimbangan.
Merenung menuju malam..bermimpi akan indahnya harapan
karena bila esok menjadi kenangan,?
Apa yang telah terlewati adalah bagian menggapai nanti
Saat ini adalah semuanya, saat ini menjadi kesempurnaan.

Dua
Dia yang pernah ada, begitu dekat tapi tak tersentuh
Begitu keras, begitu nyaring, suara ini………….
tapi yah!! aku tak terdengar
Dia yang pernah ada, tapi kini tak lebih dari halogram hidup yang rancu, sistemnya telah pudar dicumbu virus berkendaraan kuda trojannnya.
Aku mematung, menjadi tak bergeming..
Dia sudah tiada, yang ada hanya halogram dengan jutaan byte kenangan berkapasitas giga. Mesin berkecepatan tinggi berbahana luas..
Tapi itu tidak berarti lagi.. (Last Cargo, 2004)

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

terima kasih

Terima kasih untuk semua sayang sempat mampir mengisi hari-hariku
Terima kasih untuk semua perhatian yang sempat tercurah setiap saat
Terima kasih untuk semua kangen yang sempat terlukiskan oleh tatapan matamu
Terima kasih untuk semua canda dan tawa yang sempat memenuhi waktuku

…hingga akhirnya waktu terus berjalan dan ternyata aku hanya “perempuan biasa”. Yang punya keinginan standar seperti perempuan lainnya, yang punya rasa “ingin memiliki”, yang ternyata gak bisa “easy going” sama semua yang terjadi.., yang bukan seorang wonder woman.., yang bisa menjalani semuanya tanpa “beban”.

Namun,…

Terima kasih untuk telah mengerti semua perubahan sikapku..
Terima kasih untuk tidak pernah lelah memahami semua sifat jelekku.
Terima kasih untuk mencoba mendalami perasaanku
Terima kasih untuk kesedian mendengarkan semua kegelisahanku..

Walau kini semua memang tidak berarti lagi, tapi sampai kapan pun, kamu dan semua yang kau “berikan” adalah milestone paling penting dalam hidupku.

Akhirnya..

Ada realita yang lebih nyata yang harus aku hadapi
Ada mimpi yang harus aku kubur
Ada rasa sayang yang harus aku campakkan
Ada hidup lain yang kuyakinkan akan lebih baik..

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

lebaran di samosir

Gak perlu jauh-jauh kalo pengen ngerasain gimana lebaran di negri minoritas muslim. Gak perlu ke belahan dunia bermusim empat seperi Zimbabwe atau Nicaragua (loh.. ??). Cukup ke Pulau Samosir yang menurut David Sitanggang terletak di tengahnya Danau Toba. Pulau dengan luas sekitar 1,265 km2 ini dihuni tidak kurang 131.000 jiwa dimana setidaknya 90% diantaranya adalah non muslim.

Ceritanya, lebaran Idul Adha kemarin dalam rangkaian liburan, aku dan teman-teman terdampar di Pulau ini. Walau begitu, mengingat pesan leluhur, yang namanya sholat Ied tetep sebisa mungkin dijalankan meski hukum-nya sunnat. Sejak hari pertama saja seingatku tidak pernah sekalipun mendengar suara azan. Kami agak sedikit was was, jangan-jangan emang gak ada mesjid yang bisa jadi artinya besok pun gak bisa Sholat Ied. Sehari sebelum lebaran, Lala Cs berkelana di daerah seputaran penginapan untuk nge-cek keberadaan mesjid atau musholla dengan harapan besoknya bisa ada acara sholat Ied. Alhamdulillah ada,..dan setelah tanya-tanya Sholat Ied-nya akan dimulai pukul 7.30 pagi besoknya.

Malamnya boro-boro ada aroma khas kambing yang siap dikurban-kan esoknya, suara takbir pun gak ada. Sepi. Memang pas hujan sih, tapi baru kali ngerasa lebaran yang bener-bener gak ada bau bau lebarannya. Di Bogor, meski aku beberapa kali kelewatan sholat Ied karena kesiangan bangun, tetep ada nuansa hari raya-nya. Paginya, jam 6 kami sudah siap-siap, takut gak dapet tempat. Jam 6.30 kami sudah bertolak menuju mesjid. Walah, ternyata jalannya becek mana abis ujan pula dan yang pasti gak ada ojek (ini beneran, gak niru Cinta Laura). Udah gitu, ngelewatin rumah-rumah penduduk di gang sempit. Ketemulah mesjid yang dimaksud. Mesjinya kecil banget, aku kira-kira luasnya gak lebih dari 7 x 8 m. Sempit dan agak pengap. Pas kita sampe masih sepi. Ustadz-nya pun belum eksis. Menjelang 7.30 baru umat-umat lain berdatangan. Aku inget yang ngatur saf-saf para jamaah dandanan dan muka-nya persis Muklas sohib-nya Amrozi yang baru aja kepancung. Kirain yang model begitu cuman ada di Lamongan aja, ternyata udah happening juga di Tuk Tuk. Hehehehe..
Alhamdulillah makin lama makin penuh. Mesjid kecil yang sempit itu akhirnya sesak dengan sekitar 100an orang jamaah. Bahkan posisiku yang semula di dalam harus ikhlas bergeser ke luar untuk member space bagi makmum yang lain. Pulangnya tetep ada lontong dan santan khas lebaran meskipun kita ketemu-nya setelah di Medan.

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

farewell yang keduluan

Rencana awal aku dan teman-teman akan sedikit berlibur menjelang masa purna bakti di bumi atjeh-nesia ini. Kita udah bikin plan jauh-jauh hari, desember ini akan melancong ke Danau Toba. Good news-nya sepertinya kita harus menunda lagi atau membuat farewell baru ini mengingat kemungkinan pekerjaan yang masih bisa diteruskan hingga April 2009. Mendekati hari yang dituju, ternyata sebagian anak-anak gak penting itu ada acara kantor di Brastagi. Alhasil di hari H bersama Qadrie yang tak seberapa itu, aku menyusul mereka ke Brastagi dan lanjut 3 jam perjalanan menuju Prapat. Awalnya crew Pusdatin hanya gue, Lala, Rynal dan Alex. Tapi H-4, si Kamerad Atod mendadak pengen ikutan juga. Sementara Oie, yang bener-bener gak minat (mungkin takut sama mami-nya) tau-tau H-3 jam menyatakan siap bergabung. Dan perjalanan setengah gila itu pun dimulai meski dengan bekal minim dan modal ngutang.
So, kalo biasanya liburan dengan gank 7bi (7 biawak maksudnya), kali ini dengan 7ba (7 basri). Basri jadi nama generic si Qadrie, manusia sejuta nama. Segala nama dipanggil ke dia mulai dari Basri, Nasir, Sarip , Munir sampe Zainuddin.

Menyenangkan, lumayan refreshing banget. Bersama  cowok-cowok gak penting yang penampakannya lebih mirip celengan ayam masuk kampung tapi merasa jadi cowok paling laku sedunia.Oie (ada apa dengan perut ?), pls..deh, udah kayak bawa gagang telpon aja tuh kemana-mana. Sementara Atod dengan gaya-nya yang sangat standar tiba-tiba berpenampilan bak PS (penduduk setempat) lengkap dengan kantong kresek belanjaan buat anak istri di rumah. Hahahahha… Rynal yang membosankan dari jaman onta gigit besi dan ngakunya pernah nolak Luna Maya tetep aja narsis bin najis tralala. Sementara my best idol is Alex Nardy. Gila lex, ..gue selalu salut sama gaya coo-lu (kul-kas maksudnya) yang tahan segala cuaca dan kondisi. Manusia gila terakhir, Basir bin Sarip Zen, mahluk hidup selundupan satu-satunya dari Mercy Corps. Entah aku agak lupa sejarahnya tiba-tiba dia mencalonkan diri dengan mantap untuk ikutan (kayaknya kita gak pernah ngajak elu deh…!) . Lumayan karena ada dia jadi banyak bahan celaan. Terlebih lagi dia bawa kamera pinjemen yang nilainya lebih berharga dari dirinya sendiri. Hehehhe..

The only two girls adalah gue dan Lala.. Huaaaaaaaaaaaa… ucapan gue cuman satu la,…jangan nambah belang-belang di kulit-mu! Karena kau nyaris mirip kucing berbelang 3-nya si Harun di Laskar Pelangi..
Ok..next..kita bikin beneran farewell yang beneran yah.. (loh.??!!)

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 1.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

my maryamah karpov

Setelah H2C lalu, termehek-mehek, akhirnya hari ini buku terakhir dari Tetralogi Laskar Pelangi itu sampe juga ke Aceh. Launching sih baru 28 Nopember lalu di Jakarta. Iklan di Kompas, beredar pertama masih Jabotabek. That means kalo gue nunggu buku itu eksis di Aceh, bisa jadi gue baru baca abis taun baru Imlek. Lama beeng… Hari itu, Alhamdulillah Shinta Hamel alias NTa, alias Ocha bersedia nangkring ke salah satu Gramedia di Jakarta dan bela-belain cuti (hiperbola gak sih).. Dia mendukung banget niat gue yang kalo bisa..jadi pembaca pertama Maryamah se-Aceh-nesia. Dan gak tanggung-tanggung gue pesen 6 ex. Buat anak-anak Pusdatin gak penting sedunia yang pake ngutang pula!!

Dia kirim pake TIKI yang katanya YES (Yakin Esok Sampe), nyatanya Sabtu gak sampe juga. Dodol tuh TIKI. Padahal udah bayar yang mahal. Pas ditelpon, katanya nyampenya Sabtu malem, 29 Nov, jadi gak bisa dianter. Wong, dia gak bilang YES itu gak ngitung hari libur. Gimana sih!! Gues sampe bela-belain ke kantor sabtu-minggu, eh nyampenya senen..siang pulak!

Anyway…Ini buku ke-6 yang berkorelasi dengan Laskar Pelangi, yang gue punya. Selain Tetralogi-nya gue juga sempet beli Laskar Pelangi The Phemonenon dan yang kemarin Behind The Scene-nya yang lux edition yang gue beli di Bogor minggu lalu.

So, dua malem ini gak ada agenda lain selain menuntaskan si bibik Maryamah ini.

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

baca buku buku cemen

Di Bogor minggu lalu, seperti sebelum-sebelumnya kalo pulang gue pasti belanja beberapa buku buat pelipur duka lara nestapa di Banda Aceh. Kali ini lumayan banyak, padahal yang dibeli sebelumnya dan belum juga dibaca gak kalah banyak. Dasarnya aku suka sama buku-buku manajemen dan self improvement, self development dan kolega koleganya. Tapi lama-lama bosen juga, secara hampir semua buku type itu yang pernah gue baca sebenernya intinya itu-itu aja. Muter-muter aja disitu, hanya disajikan dengan cara yang beda.

Yang kedua yang bikin gue jadi males adalah segala buku-buku tersebut kek-nya sekarang ini gak ngaruh-ngaruh banget ama gue. Karena gue pikir diri gue emang udah terbentuk apa adanya begini. Tetep aja jadi diri sendiri yang bisa sedih dan kecewa meskipun kata buku A kita harus selalu bisa being happy di segala suasana, buku B bilang positif thinking is the best way, buku C bilang: maju terus untuk mencapai tujuan, buku D bilang: Gak boleh marah-marah, itu tandanya gak bisa ngontrol diri sampai buku Z bilang : Budi dan Wati sedang berlibur ke rumah nenek, menjolok jambu.. (loh???)… Namanya juga manusia, dimana pikiran itu juga seperti kehidupan yang up & down, jadi kalo sekali-kali ngerasain sedih, kecewa, marah, benci ya wajar aja. Wong semua rasa itu diciptakan Tuhan untuk kita nikmati. So,manusiawi banget.. Gimana kita me-manage-nya aja. Ciee…ciee.. udah kayak motivator deh gue.

Lama-lama buku-buku model begitu cuman jadi “pengingat aja” kalo gue lagi butuh pencerahan atau istilah kerennya refreshing atau recharge aja untuk menepiskan segala gundah gulana resah gelisah di dunia fanah ini. Halah.

Sekarang aku lagi demen buku-buku cemen yang kalo baca-nya gak usah pake mikir 10 kali baru bisa ngerti. Gak usah pake mengerutkan kening yang sudah berkerut-kerut dan gak usah ngambil kalkulator biar paham apalagi pake buka primbon Jawa buat nyari kecocokan. Pun lagi males baca buku yang penuh romantika cinta biru membara atau merah merona (yang buat gue udah basi semua) atau buku sedih yang membuatku daku meneteskan air mata hingga berdarah-darah penuh derita. Pokoknya, prinsip gue sekarang (sekarang loh..), baca buku itu buat fun, buat seneng-seneng, hepi hepi seperti kalo kita naek Istana Boneka di Dufan (soalnya gue takut banget naek kora-kora, halilintar apalagi kicir-kicir). Seperti juga kalo kita nonton film Dono, bukan film yang bikin merinding seperti Beranak Dalam Kubur, Sundel Bolong atau Kuntilanak yang seri-nya dibuat sampe Kuntilanak 3. Btw, film yang terakhir ini gue nonton deng, sampe yang kedua. Ini mah sumpah gak serem, soalnya kuntilanaknya berbadan mirip kuda. Hahahaha.. Kalo dipasangin sama delman, pasti disebelahnya ada pak kusir yang sedang bekerja, mengendali kuda supaya baik jalannya. Hehehehe…

Seperti contoh tiga buku sinting yang gue beli minggu lalu. Kambing Jantan-nya Raditya Dika, Cado-Cado (Catatan Dodol seorang Calon Dokter) dan TIKIL (Titipan Kilat) Kami Antar Kami Nyasar. Semuanya bener-bener bikin gue serasa naek komidi puter di pasar malem. Bawaannya mau ketawa mulu. Meski mungkin ketawa gue penuh kepalsuan (hihihi…), secara di dalam hati sekarang lagi teriris-iris sembilu. Halahh.. Buku pertama, buku-nya si Raditya gue beli, karena buku itu diangkat dari blog-nya si Radith sendiri dan FYI buku ini dinobatkan sebagai Best Indonesian Blog Award 2003.

Bahasa-nya bener-bener bahasa suka-suka (good bye to Purwadarminta & JS Badudu), nulisnya semau-mau dia, ceritanya juga ancur-ancur bahkan kadang-kadang nyaris gak memperdulikan “norma-norma” kehidupan orang normal bahkan cenderung tidak berperikemanusian. Tapi biar begitu, kaidah SPOK (Subyek, Predikat, Obyek, Keterangan) sebagai unsur standar supaya satu kalimat bisa dimengerti tetep dia pake. Gue rasa gue gak perlu banyak-banyak promo-in buku dia ini disini, secara di gak kenal gue karenanya dia gak mungkin bayar gue.. heheheh.. Tapi kalo ada waktu, bisa juga deh main-main ke blog-nya dia di www.radityadika.com.

Dari buku kedua yang emang ditulis sama dokter (waktu ybs masih jadi calon dokter), gue baru tau kalo dalam dunia kedokteran, sunat itu istilahnya sirkumsisi. Tuh kan,..siapa bilang baca buku-buku cemen begini kita gak bisa nambah pinter. Emang Iwan Gayo doang yang bisa bikin pinter… Bagi anak-anak muda masa kini, FYI Iwan Gayo itu yg ngarang Buku Pintar yang jaman 80-90an yang sempet happening alias ngetop banget di republik ini.

Balik ke sirkumsisi, entah jujur entah dusta, katanya sunat itu ada model-modelnya juga loh. Ini bagus jadi referensi buat yang belum disunat atau dengan ikhlas, ridho serta tawakkal bersedia di sunat lagi. Pertama; model jengger ayam; yaitu model dengan sisa sedikit daging dibawah si burung. Kedua; model guli guli kelereng: sama kayak model pertama cuman bentuknya bulet-bulet. Ketiga; model dasi ikan cupang (kenapa mesti cupang sehhh, kenapa gak ikan mas koki,kan ekornya sama aja!!!), mirip seperti yang pertama dan kedua tapi dagingnya dibuat bercabang. Dan yang keempat model dilophosaurus (bintang pelem Jurassic Park) dimana kulit lehernya bisa mengembang kalo kaget. Hahahah.. meski gue ngebayaginnya setengah mati susah, tetep aja gue ketawa. Bener-bener gak nyangka kalo sunat bisa punya fashion juga. Kapan-kapan kalo nganggur, gue mo bikin survei ah, ..kira-kira 2009 model apa yang paling in dan bagaimana perkembangan fashion sirkumsisi ini di kemudian hari… Ada yang mau jadi responden ? Cepetan daftar ! Berhadiah voucher nginep di kantor (masing-masing) 3 hari 3 malem plus bonus piring plastik cantik. Hehehehehe…Buku ketiga juga gak kalah kocaknya, cuman gue belum abis bacanya.

Walau demikian, buat menghilangkan jejak ketidaknormalan gue gara-gara baca buku begitu dan mengembalikan ingatan gue akan kenyataan hidup yang sebenernya atau bahasa orang pinter-nya: balancing, gue tetep beli juga buku-buku yang buat re-charge seperti yang gue sebutin di awal. Sumpah. :D

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Mindahin Archive YM

Kadang-kadang YM yang sebenernya gak penting itu jadi penting juga. Selama ini gue selalu meng-aktif-kan fitur archive di YM dengan pertimbangan ada beberapa pembicaraan penting yang bisa jadi dibutuhkan lagi buat besok-besok. Entah itu catetan kerjaan, catetan alamat, nomer HP atau bahkan satu pembicaraan yang bisa  jadi “barang bukti” buat hal-hal khusus.  Pengalaman kemarin-kemarin kalo ganti PC, notebook pasti archive yang ketinggalan di yang lama. Repot kalo pas perlu harus bolak balik ke yang lama.  Iya kalo PC atau notebook-nya masih ada. Kalo mindahin manual di-txt-in, emang gak ada kerjaan laen ?

Gara-gara ada notebook baru,  aku coba cari di om google, gimana nyelesaiin kasus gak penting kayak begini. Hasilnya nihil, atau kalo ada juga gak memuaskan.  Berbekal sedikit info dari seseorang tentang bagaimana memindahkan email-email di outlook lama dengan kondisi yang sama persis ke outlook baru, aku mulai beranalisa dengan hipotesis harusnya YM pun bisa, mengingat kurang lebih modelnya agak sama.

Oke, kita mulai…

1.     Pada saat kita meng-install YM ke PC kita, maka secara otomatis akan terbentuk folder Yahoo! Di folder Program Files pada PC kita. Biasanya sih, seperti beberapa program lain dibuat hidden. So, kita harus buka dulu hidden-nya biar keliatan tuh folder ngetem dimana.

2.     Nah, di folder tersebut  ada dua sub folder besar yaitu  folder Messenger dan Folder Shared

3.     Klik folder Messenger. Disinilah segala macam asal muasal apa yang terjadi di YM kita. Mulai dari skins-nya, plugin dll. Untuk mendapatkan archive semua chat, klik folder Profile. Maksudnya profile, jika YM di PC-mu sering dipake untuk lebih dari satu ID, semua arhieve itu ngumpul disini.

4.     Dari profile, pilih ID mana yang kamu pengen dapetin archieve-nya. Sebagai contoh address folder akhirnya sbb : C:\Program Files\Yahoo!\Messenger\Profiles\vikhasy\Archive\Messages. Bisa juga dipilih folder conference jika yang ingin dipindahkan

5.     Pada folder messanges akan ada folder-folder kecil dengan nama teman-teman chat kita. Jika dibuka,setiap file dibuat berdasarkan tanggal chat dan setiap file ber-extension DAT. Gue udah nyoba buka file DAT ini dengan txt atau wordpad atau sejenisnya tetep gak bisa. Kata seorang temen coba buka pake WinDVD atau Winamp. Tetep gak bisa. :P Pls kasih tau gue, kalo bisa..pake cara apa ya ?

6.     Copy folder messenger seperti yang ditunjukkan pada nomer 4

7.     Di PC atau notebook yang baru, (tentu saja setelah YM-nya diinstal), cari folder yang sama seperti yang diceritakan di nomer 1. Karena sama-sama YM,  format dan kondisinya sama persis. Tinggal paste aja poin no 6 ke folder serupa seperti yang disebutin di no 4.

8.     Nah, kamu bisa kembali membuka semua archive itu di box-nya YM pada menu Message Archive.

Okeh… mudah kan?  Kasih tau gue kalo ada cara lain yang lebih gampang yah…

 

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

kliyeng kliyeng

Baru sampe, setelah sekitar sembilan hari nangkring di Jakarta. Masih kliyeng-kliyeng gara-gara kurang tidur. Gak jadi nonton Persembahan Cinta-nya Rossa, coz gak dapet tiketnya. Mau nongkrongin ticket box, boro-boro banget, secara meetingnya kelar jam tujuh malem. Daripada gagal konser sama sekali, akhirnya daku bersama 3macan bikin private konser di Hup-pup Fatmawati alias ber-karaoke-ria.  Abis itu, saat hari masih gelap gulita gue udah mejeng dengan manis di terminal 2F Bandara SH. Gimana siang ini gak kliyeng kliyeng…. Dan kebiasaan lama kalo lagi di jalan adalah : gak bisa tidur!!! Untung gue bawa buku kambingjantan-nya Radiyta Dika yang bener-bener “jantan”, lumayan bikin cekikikan sendiri sampe-sampe bapak-bapak gendut sebelah gue sering noleh-noleh gak jelas ke gue, sambil mikir anak ini kayaknya udah gila kali ye ?!! Kasian….dia salah besar, gue gak kayak gila, tapi bener-bener udah gila.

Waktu di Jakarta, gue ngerasin lagi bangun pagi-pagi buat berangkat kantor dari Bogor menuju Jakarta. Sumpek! Gila…ternyata di Jakarta mobilnya banyakkk banget ya,..jadi bikin macet ! Feel shocked. Gue bener-bener back to katro. Sampe bingung, kemana Vika yang dulu begitu perkasa menghadapi Jakarta? Namun tetep ada yang bikin hepi, tentu bukan meeting meeting dengan angka-angka yang bikin gue nyaris senewen itu, tapi ketemu temen-temen gila yang selalu ingetin gue buat bersyukur bahwa gue masih punya mereka  dan sejuta orang yang masih sangat care dan sayang sama gue (seriusss!!) Trus dengerin ngobrol yang aneh-aneh, seperti :.. (nama disamarkan)

1. PS, 3rd Fl, 24 Nov 2008, Jam makan siang

Wati: Gue lagi bête sama kecengan gue..

Gue: Masih yang dulu ? yang piara ikan ? masih piara ikan dia ? atau udah ganti iguana ?

Wati: Masih, tapi sekarang kayaknya dia udah piara kuda lumping,..

Gue: Napa ?

Wati: Gue pedekate sama Bapaknya, ..eh keluarganya malah nyangkain Bapaknya selingkuh sama gue.

Gue : Hebat dong…lebih mateng!! Mantep tuh!

Wati: Iya sih…tapi Bapaknya umurnya udah 72 !!!!! dan gue gak minat jadi Ibu tiri-nya si kuda lumping itu.

 

2. Via YM dengan temen AcehNesia, 25 Nov 2008, Jam abis makan siang

Neneng: Vik.. cepatlah kau pulang, meja kau bocor! Di atas meja ada ember nongkrong.

Gue: Hahahah…., kantor yang tradisional

Neneng: tp kataya mau ditambal pake silicon, trus gue bilang sama tukangnya.. sekalian aja  to….t gue   (FYI : to…t = teti kadi)

Gue : Halah..btw, ati ati yah, takutnya atap itu bentuknya sama dengan yg punya elu.. :P

 

 

3. Depan Ratu Plaza by phone with Anabella, 26 Nov 2008, Mau makan siang

Gue : Anabella,..pertama ada berita buruk..

Anabella : Apa ?

Gue : Tiket konser Rossa abis bis.. gue pun gak yakin bias nongkrongin tiket box..

Anabella :  Trus berita baiknya ?

Gue : Gak ada.. Hehehhe

 

4. SMS seorang sahabat , 23 Nov 2008, 22:05:29

Walau lu kesel dan sakit hati sama omongan dia, anggap aja itu anugerah karena Allah masih sayang sama elu dang justru ngingetin kalo dia emang gak layak menyita waktu lu, apalagi buat dapetin cinta elu..

 

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)