d’vicca
Ini sebenernya tulisan asli curhatan seorang temen. Sebut saja namanya Neneng dan ”lawan main” nya bernama Badrun. Fenomena seperti ini seperti sudah jamak sekali terjadi. Hanya sayangnya, sangat sedikit pelaku yang merasa menjadi ”pendosa”. Merasa berdosa mungkin IYA, tapi berniat mengakhiri karena dihantui dosa, kemungkinan besar malah TIDAK. Tapi curhatan dibawah ini semoga bisa jadi pelajaran bagi ”penjahat-penjahat” lain, bahwa masih ada penjahat yang insyaf kalau memang berniat untuk insyaf. Kata seorang temen lain: Once you are falling in love with a ”wrong person”, you’ll get a brokenheart at that time” .
——-
Gak nyangka ya, gue bakal dapat ‘ujian’ begini. Gue yang gak enak hati dan sedih kalo denger berita perceraian, gue yang gak pernah bisa menghayati romantisnya film kalo udah ceritanya atas dasar perselingkuhan, dan gue yang sebel banget kalo ada suami atau istri yang kasuat-suat alias terkenang-kenang sama orang lain saat dia sudah punya pasangan yang sah. Gue yang gak nyaman kalo ada pasangan yang belum nikah tapi show affection on public place. Dan akhirnya semuanya terjadi pada gue. Gue penjahat!
Setelah menunggu hampir empat tahun, akhirnya keluar juga album debutan Theodora Meilani Setyawati yang selama ini lebih populer dengan nama Tia AFI. Iseng browsing di google.. Wow, ternyata cukup banyak halaman-halaman internet yang sudah me-review album dengan judul Tulus tersebut. Tak mau ketinggalan, karena aku sempat mengikuti setapak demi setapak perjalanan Tia menuju album pertamanya ini dan karena dikomporin oleh Jolie (si manager kelas lele) –sebagai penulis kelas teri- , aku coba menulis dari sisi seorang dengan kuping dan selera yang pasaran yang kurang mengerti musik, hanya menikmatinya tapi sudah terlanjur menjadikannya sebagai satu bagian dari hidup.
Design album ini dibuat dengan konsep kupu-kupu menunjukkan Tia yang mulai bermetamorfosis menjadi seorang penyanyi yang “sesungguh”-nya. Mencoba lepas dari embel-embel AFI sudah begitu lekat dengannya dan sebagai pembuktian bahwa ia bukan produk reality show yang datang dan pergi dan “hanya” beroleh peruntungan dari jumlah SMS. She’s really born as a singer!
Karena nonton sebuah acara TV di rumah, malam sabtu lalu dengan lagu ini, jadi inget beberapa tahun lalu, saat lagi demen-demennya lagu ini. My song is about me (again). Mungkin gak banyak lagu lagu Yuni Shara yang bukan merupakan edisi daur ulang. Salah satunya adalah ini. Meskipun mendayu-dayu syairnya lumayan sadis.
Separuh hati, kuingin kau mati saja biar pisah denganku, tak termiliki oleh yang lain.
Menyibak segala kisah cinta
Seribu jalan terlewati
Menunggu hari bersamamu
Bahagiaku bertarung benci
Separuh hati, kuingin kau mati saja biar pisah denganku,
Tak termiliki oleh yang lain.
Seribu bintang di langit hitam
Tak kan sekelam
Hatiku yang tlah kan kau bagi cinta
Namun tak pernah kurasa murni
Sebagai perempuan kuingin pasti, agar aku punyamu.
Alangkah indah bila tiba
Hari yang engkau sunting aku..
Penantian akan kah berakhir
Bila cinta memang tlah ada..
Ini kerjaan iseng si Apop& Lala, diambil di Simpang 5 Banda Aceh. Billboard XL di aceh, customized banget loh… Ceweknya pake jilbab. Hihihi.. Sayangnya iklan versi televisi-nya gak bisa dibuat se-customized iklan luar ruang-nya. Coba kalo monyet sama kambingnya didandanin juga kayak diatas.
Sebenernya aku gak begitu suka memuat tulisan orang, tapi pagi ini aku dapet email “kisah nyata” dari si Empok. Mpok, makasih ya sama narasumbernya (tanpa editan).. Kata empok, kejadiannya begitu cepat, kurang dari seminggu. Jadi ingat yang lalu-lalu dan curhatan seorang teman tentang hal serupa. Ketika ia masih dan nyaris berlarut-larut berharap akan sesuatu yang tidak pasti, sementara kepastian yang lebih indah itu hanya jadi milikNya dan tidak pernah diduga kapan datangnya. So touchy… Thats life
—-
Cut,
Sekedar sharing daripada boring disini. I finally found someone, kayak lagunya Barbara Streisand, he-he-he….
Minggu lalu gue cuci baju sendiri di lt. 6 hotel gue.Disana ada mesin cuci yang pake coin, terserah kita mau nyuci berapa banyak. Terus tiba2 ada cowok bule mau masuk tapi nggak bisa buka pintu krn handle-nya rusak, jadi gue bukain. Akhirnya jadi kenalan, ngobrol2 sambil nungguin cucian terus besok malamnya diner.
Kebayang gak sih kalo tiap hari kita duduk di bangku yang sama, melototin komputer yang sama, ngeliatin orang-orang yang sama, mengerjakan pekerjaan yang nyaris sama, mendengarkan lagu yang sama, memikirkan hal yang sama dan membayangkan sesuatu yang hampir sama. Setiap hari. Catat, setiap hari ! Kesimpulan : Bosen!
Itulah kejadiannya, disini.. di Banda Aceh. Tiap hari, dulu bolak balik 2L : Lamgugop (mess lama) dan Lueng Bata (kantor). Sekarang kerenan dikit, bolak-balik LN (bukan luar negeri), tapi Lueng Bata-Neusu (mess baru). Dengan rute yang sama setiap hari, orang-orang yang sama dan dengan mobil jemputan yang itu itu juga serta seorang driver yang meskipun ganti-ganti, tapi mukanya juga nyaris sama. Kesimpulan : Boring!
Yahoo Messanger, 3 April 2008
temen: kak, urgent banget
gue: yes..
temen: minta tolong dunk
gue: iya, boleh..
temen: aku kehapisan baterai hp, ngak nyala sama sekali
gue: trus ?
temen: bisa tolong sms-in pacarku…
gue: waduh, aku telpon aja ya….
temen: bilangin gini, aku kerja di ruangan pak A, hpku padam total. So, tolong nyusul kemari, karna aku juga ngak bisa nelpon ke hpmu pake telp kantor
gue: nomernya ?
temen: no.nya 0813 77 xx xxxxx
gue: oke, bentar..
Setelah berjuang selama hampir seminggu, akhirnya terwujud juga punya domain sendiri. Aslinya aku gak ngerti sama sekali, tapi dengan semangat pengen belajar (cieee…) dan semangat narsis aku beli domain dan hosting http://www.vikaoctavia.com walau yang kepake baru http://ngobrol.vikaoctavia.com . Atas petuah orang-orang yang sudah berpengalaman –secara gue sekarang perlunya buat nge-blog- doang, lebih enak kalo ambil fitur WordPress (WP) trus ngisinya persis sama kayak WP yang gratisan. Seru, kan?!!
Mpok Depoy bilang waktu dia pulang ke Jakarta minggu lalu, keponakannya yang berumur 6 tahun merengek minta nonton AAC. Dari seminar minggu lalu di Unsyiah, moderatornya menyarankan seorang penanya untuk nonton AAC (gue lupa pertanyaannya apa), yang jelas sama sekali gak nyambung dangn topic seminar soal monitoring dan evaluasi proses rehab rekon di Aceh. Kemarin sore, Pak Eddie muter rekaman dia waktu main piano soundtrack ayat-ayat cinta (ah,..so sweet). Waktu aku bulan lalu ke Jakarta pun, Uni Novi nitip CD soundtracknya.