Panik… !! Internet Mati!

Hari ini untuk kesekian kalinya dalam bulan ini, koneksi internet mati. Menurut pengumuman yang ditempel di email (dengan koneksi intranet) ada masalah di jalur fiber optic yang menuju Aceh. Kurang lebih sama alasannya dengan pengumuman serupa di kejadian sebelumnya. Ini belum mati-mati karena urusan maintence server, server domino, server remi, server monopoli.. (Loh…) Apalah pokoknya yang mirip-mirip begitu. 

Apa yang lebih menakutkan dibanding koneksi internet yang mati?. YM mati, email gak bisa keluar, browsing nyangkut terus, gak bisa nge-blog, gak bisa baca detikhot.gak bisa nge-plurk, gak bisa download lagu (OMG ..kapan kerjanya??) Tiba-tiba dunia terasa sempit L. Belum lagi gara-gara  ini, kerjaan yang rutin yang sebenernya gak perlu-perlu banget internet jadi keganggu akibat “kurang hiburan” dalam menjalankan rutintas tersebut. Akibatnya badan serasa lemes tak berdaya, seperti puasa dengan sahur tanpa suplemen. Kondisi ini jadi makin parah di bulan puasa seperti ini, udah sahur tanpa vitamin, siang-siang kelaparan, tidur di kantor gak bisa, tapi don’t know what to do

Ini belum dampak dari faedah internet sesungguhnya dalam mendukung pekerjaan. Komunikasi terhambat, kiriman file ngadat, padahal bisa jadi file itu ditunggu banget di belahan dunia sana untuk meeting yang maha penting. Belum lagi di kantorku ada beberapa aplikasi yang di-sharing untuk public dan other sharesholder. Dimana mereka bisa butuh aplikasi itu kapan saja dimana saja. Dan macet!  Ujungnya : komplain. Orang IT yang defaultnya gak ramah itu pun kena hujat dan caci maki. Kasian memang. Tapi karena sudah takdirnya  begitu, mereka berusaha menanggapi dengan enjoy padahal itu aku tau itu hanya screen saver-nya. Dalam lautan bisa ditebak, dalam hati siapa tau??  Mungkin hatinya teriris-iris.  Akibatnya, mengganggu kedamaian batin yang menyebabkan terganggunya hubungan antar manusia (Habblumminannas..).  

See ?? hebatnya dampak akibat si fiber optic yang seratnya gak sampe ke Aceh?

Wajar, kalo sekarang bisa dikatakan internet (minimal buatku) adalah salah satu hal yang paling berpengaruh dalam hidup.   

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Haornas…

Masih ada yang inget gak sih, kalo hari ini adalah Haornas alias Hari Olahraga Nasional ? Waktu jaman sekolah dulu, mungkin pagi-pagi kita udah ber-trainings-pack ria dan menyambut hari ini dengan SKJ.  Gue gak yakin anak-anak sekarang tau apa itu SKJ sama seperti mereka gak tau siapa Ucrit atau Usro yang jadi Cs-nya Unyil. Apalagi semboyan; memasyarakatkan olahraga atau mengolahragakan masyarakat.

Tapi ngomong-ngomong soal olahraga kayaknya aku yang paling males sama acara beginian. Padahal (Alm) Bokap adalah pemain bola sedangkan Mama sekarang pun masih aktif di kegiatan aerobicnya.  Waktu masih kecil (SD) sempat sih dimasukkin les berenang. Tapi ujungnya diprotes sama nenek, karena aku jadi bener-bener item. Bayangin, sekarang aja udah item, apalagi tambah berenang tiap hari sepulang sekolah di Stadion Mattoangin Makassar (sekarang namanya apa ya??) . Ketika SMP, pelajaran olahraga merupakan salah satu pelajaran paling menyebalkan karena aku gak bisa ngapa-ngapain. Bego banget. Kalo maen volley, service aja gak bisa. Padahal itu game standar. Kalo maen basket, gue malah dikejer bola. Bukan sebaliknya. Waktu SMA, setali tiga uang. Tapi enaknya, setiap pelajaran olahraga ada pemanasan dengan berlari-lari di sekitar rel kereta api yang kebetulan ada dekat sekolah.  Enaknya ya itu…bisa nonton kereta lewat. Halah… That’s way selama masa-masa itu nilai pelajaran olahraga gak pernah lebih dari enam atau paling banter tujuh alias nilai kasian.

Untungnya saat kuliah aku gak milih jurusan olahraga (ya iyalah…) Tapi jarak dari tempat kos ke kampus yang kurang lebih 1,5 km cukuplah buat sedikit menggerakkan otot-otot.  Di masa kerja, olahraganya hanya senam jari alias ketak ketik di keyboard. Ya, kadang-kadang sih ada lari-lari pagi dari rumah ke Kebun Raya. Tapi itu pun sangat jarang.. Gimana mau lari, wong bangun tidur aja susah.

Setelah di Aceh, sekitar setahun yang lalu Apop “mengenalkan” kembali dunia renang. Wah, ternyata masih menyenangkan seperti masa kecil dulu. Meski pun tidak rutin. Si Nyonya Harris ini juga sempet mengajari naek sepeda kembali. Walau  lagi-lagi susahnya naek sepeda di pagi hari, karena tetep males bangun. Sekarang,walau capek dan penat aku harus sempat-sempatin untuk berenang. Meskipun kadang-kadang lebih banyak makannya dibanding berenangnya.. Hahahha.. Yang penting hore aja! Itung-itung sebagai jalan mendisplinkan diri akan hidup sehat….

 xoxo

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Kau Tempatku Meminta, Kau beriku Bahagia

Rasanya adem banget denger lagu ini….

PadaMU Kubersujud

Afghan

Kumenatap dalam kelam
tiada yang bisa kulihat
selain hanya namaMu, ya Allah

Esok ataukah nanti
ampuni semua salahku
lindungi aku dari
segala fitnah

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
jadikan aku selamanya
hambaMu yang selalu bertaubat

Ampuniku ya Allah
yang sering melupakanMu
saat Kau limpahkan karuniaMu
dalam sunyi aku bersujud

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

coz I’m not a volunteer

Sejak jaman kuliah, aku udah sering jadi tempat langgan curhat teman-temanku. Sampai sampai pernah saking penuhnya “pasien” aku pengen tutup “tempat praktek” alias gak nerima curhatan dulu. Yah tentu saja sebagian besar diantaranya adalah cewek-cewek yang katanya (katanya loh…) menjadi korban “keganasan” laki laki. Sebenernya gak terlalu tepat juga dikatakan korban, karena menurutku mereka itu lebih “mengorbankan diri sendiri”. Alias memilih untuk dikorbankan. What a hell!!

Dari beberapa kasus teman-temanku dan relationship yang pernah aku jalani. Yang ujung dari akhirnya hanya tangisan tiada henti. Oya, gue pernah nangis nonstop 16 jam (mo didaftarin ah, ke Jaya Suprana..) gara-gara urusan beginian. Bego memang, tapi aku lebih memaknai itu sebagai bagian pendewasaan diri dan pelajaran penting untuk sebisa mungkin menghindari hal yang sama di kemudian hari.

Berkaca dari sana, menurutku perempuan tetap harus punya bargaining. Jangan mau jadi volunteer atau bahkan jeleknya jadi “korban” untuk semua apa-apa yang sudah dilewati bersama. Gak adil kan, kalo senengnya sama-sama, pas susahnya kok cuman jadi beban perempuan. Semua hubungan toh mengandung konsekuensi bahkan resiko. Maksud gue disini resiko bisa berarti sesuatu yang mungkin buruk. Dan sebagian dari resiko itu bisa diidentifikasi sejak pertama kali hubungan itu dijalani. Jangan sampe akhir dari satu hubungan itu seperti satu pertandingan; win or lose atau lebih jeleknya lagi kayak pedagang kelontong; untung atau rugi. Sebagai perempuan, udah gak jaman kalo masih mikir mau nanggung resiko itu sendiri dengan semboyan gak penting seperti; “ya udah..ini emang takdir gue”, ya udah ini emang kesalahan gue”. Sekali lagi; jangan jadi perempuan bodoh. Fight for your faith.

Tapi yang tetap harus disadari namanya berjuang, meskipun akhir dari semuanya ada yang lebih Maha Menentukan…

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

satu paket…

Minggu ini aku ketemu  dua orang temen (cewek) di waktu yang berbeda dan berbincang tentang begitu banyak hal pribadi yang membuatku ternganga akan “keberanian” mereka mengungkap fakta yang mungkin bagi sebagian besar orang sangat tabu.  Meskipun really, it’s a damn thing!!! Teman pertama sebutlah namanya Nancy bilang, dia pernah hidup serumah dengan “pacarnya”  sementara teman kedua sebutlah si Desy secara gamblang bercerita tentang sepak terjang kehidupan “bastard” –nya yang sejak masih kuliah pun pernah living together selama tiga tahun dengan lelaki yang bukan “siapa-siapa-nya. Pls don’t ask about “pernikahan disini”.  Lalu cerita bergulir ke kehidupan mereka sekarang, dimana kebutuhan untuk “ditemani” itu meskipun bukan prioritas utama sudah menjadi salah satu bagian penting dari keseharian mereka.  Nancy bercerita kini pun ia sudah menemukan pengganti lelaki yang pernah menemaninya selama tujuh tahun itu.

Ketika kutanya : “lu cinta sama dia ? sayang ?” 

Dengan enteng dia berucap: “cinta? Emang perlu ?.,.. Gak tuh, gue merasa gue butuh sama dia, dia sebaliknya dan kita merasa nyaman..Why not.. Go ahead.

Aku bertanya kembali : “sejauh apa hubungan kalian ?”

Nancy : Vika…gue gak mau rugi dong, gila aja lu! Apa yang bisa gue dapetin ya..harus gue dapet!

Serupa tapi tak sama, Desy malah lebih ajaib lagi. Kini, ia “menjalin hubungan dengan seorang (maaf) laki –laki beristri yang juga punya affair dengan perempuan lain. Itulah kenapa ia lebih suka menyebut dirinya sebagai “partner in crime” dengan laki-laki itu;

Desy : Kenapa gue mo jalan sama dia, karena gue udah tau dia bangsat, dia brengsek. Jadi gue gak perlu repot-repot pake hati. Gue capek selalu pake hati dari dulu. It was a stupid thing! Sekarang hati gue udah gue deposit di bank, jadi yang gue pake ini hati serep (halah…emang ban dalem!!)

(more…)

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Chrisye yang gak pernah mati..

Lagu lama yang sempat direkam ketika almarhum masih sehat.

mungkinkah kau percaya kasih, bahwa diri ini ingin memiliki…

Lirih

Kini tlah kusadari
Dirimu tlah jauh dari sisi
Ku tau tak mungkin kembali kuraih
Semua hanya mimpi
Ingin ku coba lagi
Mengulang yang telah terjadi
Tetapi semua sudah tak berarti
Kau tinggal pergi

Reff
Adakah kau mengerti kasih
Rindu hati ini
Tanpa kau disisi
Mungkin kah kau percaya kasih
Bahwa diri ini
Ingin memiliki lagi

Kusadari kembali
Ternyata semua khayal diri
Kini ku tau tak mungkin ada waktu
Untuk mencintaimu lagi

Back to Reff
Mungkinkah kau percaya kasih
Bahwa diri ini
Ingin memiliki lagi

Mungkinkah kau percaya kasih
Bahwa diri ini
Ingin memiliki lagi

dedicated to Alex, my mellow..

 

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Berburu makan enak di Banda Aceh..

Sebelum kesini dulu, gak sedikit temen-temenku di Jakarta bilang, makanan di Aceh enak-enak. Wah, itu versi mereka, karena versi aku belum tentu banget. Ternyata bener, sampe disini, aku merasa makanan disini “biasa” banget. Pertama, umumnya makanannya berbumbu pedas, berminyak, berlemak daging-dagingan dan ini yang terparah (menurutku) : less of vegetable. Secara gue gak demen daging baik sapi mapun ayam (apalagi kambing), kecuali kalo bener-bener gak ada pilihan lain. Yah, gue termasuk kategori herbivora yang pemakan segala daun-daunan selain daun pintu dan daun jendela (apalagi daun telinga).

Duh, susahnya cari yang namanya lalapan segar dengan segala “hehijauan” tertata di piring persis kayak kebon raya versi mini apalagi ditambah sambel ijo pedes. Slurpp…

Walau begitu,Aceh sebagai salah satu propinsi dengan garis pantai terpanjang tentu menghasilkan hasil laut yang melimpah ruah. Wah, ini sumpah gak bisa dipungkiri. Serupa dengan masa kecilku di Makassar yang sering banget ikut Mama ke pelelangan ikan.  Tapi sayangnya, variasi pengolahan hasil laut itu minim banget. Beda sama Pelabuhan Ratu  yang rajin kusambangi jaman kuliah dulu dimana tukang bakso ikan dimana-mana yang mungkin saja (mungkin banget) ikannya adalah ikan hiu  mengingat  banyaknya species ikan yang ada pasar ikan disana. Tapi di Aceh ada  mie Aceh yang konon ngetop itu se-antero nusantara . Namun… walah.. lagi-lagi masalah ada di gue. Gue gak doyan mie! Kecuali mie ayam di samping Toko Tajur Fashion di Bogor. Gilingan……… enak banget!!!

Tapi…eitss… jangan underestimate dulu.. Setelah menunggu dan melakukan pengamatan secara mendalam, ada dua makanan yang highly recommended, karena gue suka banget.  Pertama, ayam tangkap. Gak ngerti darimana asal muasal nama itu wong yg namanya ayam pasti ditangkep dulu sebelum digoreng.  Aneh. Sajian ini yang paling ngetop dari RM Aceh Rayeuk. Sebenernya ayam goreng kampung biasa  (ayamnya yang masih muda) dipotong kecil-kecil trus digoreng dengan bumbu-bumbu dapur biasa  dan cabe ijo yang segede-gedenya tanpa dipotong.

Tapi yang bikin khas adalah dicampur gorengan garing daun khas Aceh yang namanya daun temurui.

Rasanya enak banget, meskipun aku sih banyakan makan daunnya dibanding ayamnya. Hehehe.. Apalagi di rumah makan itu, disajikan pula sayur daun melinjo yang dipotong halus-halus ditambah tumisan bunga pepaya.  Trus minumnya adalah es serutan timun. Seger dan komplit!  Hehehhe.. endang banget. Kalo makan disini, persis kayak di Thailand bulan lalu, gue bisa makan gila-gilaan dan malu-maluin. Hemmmm..

Kedua, balik ke masalah mie. Setelah setahun di Aceh, akhirnya ketemu juga namanya mie Aceh yang paling enak sedunia dengan merek Mie Lala. Letaknya di deket kostnya Rynal (loh…siapa lu??!!)  itu temen kantor gue yang sok ganteng. Dia yang nampaknya tanpa sengaja menemukan mie yang enak luar biasa ini.  Mie-nya disajikan dengan berbagai pilihan dari ayam, daging, jamur hingga kepiting yang gede-gede. Yummy banget deh. Minumnya air kelapa muda yang seger banget. Tapi gak enaknya,…ini bener-bener menyiksa!! Nunggu pesenan datang bisa sampe satu jam!! Coba bayangin kalo lu niat makan sendiri, cengok-cengok deh satu jam. Belum lagi kalo datengnya agak sore selain pengunjung manusia-nya rame, pengunjung nyamuknya pun gak kalah rame. Tapi beneran..kalo udah icip-icip. Pasti deh addicted!!! Satu lagi, dari jaman dulu.. aku pun gak doyan namanya indomie. Itu bener-bener makan alternative terakhirrrrrrrrrrrrrrrrrrrr banget.  Kalo lagi bener-bener miskin atau bener-bener gak ada pilihan apa-apa di rumah dan gak bisa keluar cari makanan lain yang lebih beradab.

Tapi, kalo kamu ke Aceh, harus-lah nyicipin namanya Indomie rebus ala Aceh! Apa istimewanya ?  Karena bumbunya gak pake bumbu sachet-an dari bungkus indomie-nya. Tapi pake bumbu mie Aceh. Pedes dan penuh rempah pake lalapan timun dan acar bawang. Beda deh!  Kuahnya agak kental tapi gurih yang pasti bikin kita pengen nyereput sampe abis.

Ayo, kapan nraktir gue ?!!

 

 

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: +1 (from 1 vote)

hanya kangen rumah

Udah lama rasanya gak leyeh-leyeh di rumah. Hanya nonton TV, makan dan baca buku sampai ketiduran dengan buku menutupi wajah, bangun makan trus lanjut tidur lagi.. Jumat malam lalu tiba kembali di rumah setelah nyaris 2 bulan tidak merasakan hawa sejuk Bogor.  Sedikit agak shocking coz rumah ini lebih mirip kandang ayam  dibandingkan rumahku yang dulu nyaman banget paling tidak buatku. Anak-anak TPA deket rumah itu tetap aja berisik ganggu tidur siangku. Tapi entahlah aku merasa nyaman-nyaman aja.  Meski sempat nolakin ajakan teman-teman untuk kesini, kesitu yang aku tau cuman bikin pegel kaki. Udah gak bisa lagi nikmatin muter muter gak jelas begitu. Dan ternyata aku hanya  “miss home sweet home..:”

 Dan hari ini, sengaja gak bikin ada acara kemana-mana. All day long harus di rumah. Kemaren sengaja ke Gramedia Bogor beli “sangu” buku !! Udah lama tidak menghabiskan satu buku hanya dengan satu kali baca. Dan hari ini I did it again!  Gak tanggung-tanggung tidak dalam hitungan satu hari udah abis 2 buku yang lumayan tebel.

Gila… ternyata banyak banget kenikmatan lama yang udah aku aku sentuh karena ngurusin “kenikmatan semu” Halah.. (sstt.. jangan berasosiasi aneh-aneh dulu ya, bo..) .. 

Mungkin suntuknya sudah sampai titik kulminasi setelah dua  bulan ini hanya nangkring di Aceh ditengah kerjaan yang bener2 bikin aku nyaris senewen.

Oya Ini dia buku-bukua yang gue beli. Ada buku Satu Tiket Ke Surga (Zabrina A Bakar), Langkah Muda Meraup Dolar dari Internet (Taufik Hidayat)–> bekal kalo gue ntar dipecat dari Aceh..  Trus novel cemen komedi tapi syarat makna : Banci Kalap  (Nuril Nasri) dan terakhir Cinta Terlarang Cinta Terindah (L Benako Aksara).  Buku terakhir diprotes abis sama anak-anak rombongan sirkus. “Nyak, pls comeback to Jakarta as soon” Udah gak sehat lu di Aceh! Mau diceburin lu ke kolam lele, kalo gak balik-balik juga ?  Hehehhe… orang gila.

Meskipun tetap dikasih sangu kerjaan melototin dan menelaah  2000 lebih item project off budget, rasanya tetep enjoy. Hemm…. Gak percuma deh bela-belain pulang walau tiketnya rada mahal dan pesawatnya goyang abisss!! Untung dalam ketakutan turbulensi itu, aku inget masih punya asuransi jiwa. Hahahha.. kasian Mama dan adek-adek kalo gue kenapa-kenapa, siapa yang bayarin kalo gue masih punya utang? Thanks God… dan MERDEKAAAA!!

 

 

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Mbak Sri Nyebelin..

Udah beberapa kali aku ke Jakarta (dari Banda Aceh) menumpang armada udara ini. Tiba-tiba menjelang liburan “Independence Day”  minggu depan aku kebelet pengen pulang ke Bogor. Sudah diduga dan dinyana, dipastikan harga tiket gila-gilaan. Dulu sih masih ada Bang Adam (meski kalo naek-nya kudu Yasinan sepanjang jalan — > “antara hidup dan mati”). Tapi sekarang yang melayani Jkt-BTJ  (PP) hanya si burung lambang negara itu, Mbak Sri dan Mas Leo.  Pilihan jatuh ke Mbak Sri dengan alasan harganya miring (lumayan buat gue yang suka bolak balik gak jelas kayak setrikaan).  Udah gitu, gue juga dapet sms promosi dari Telkomsel yang bilang bahwa sebagai pelanggan Telkomsel aku bisa dapetin diskon 20% yang berlaku hingga 15 September 2008. Haree genee ?? 20% lumayan kaleee…

Oke,.aku telpon kantor Mbak Sri pusat dapet harga yang pas, dapet kode booking. Petugasnya bilang aku bisa dapetin diskon itu dengan menghubungi Telkomsel. Done. Telkomsel pun mengirim sms registrasi sbb:

     

Disc 20% untuk semua rute dan kelas. Tunjukkan sms ini saat pembelian tiket Sriwijaya di semua cab. Valid 16Jul-15Sept 08.

 

Besoknya , pas mau issued tiket itu, si petugas yang di kantor cabang Banda Aceh dengan santai menunjukkan email yanga (katanya) dari pusat dan bilang bahwa itu sudah tidak berlaku di cabang Banda Aceh. What ?? Maksud loo ??? Masih berusaha cool, secara gue yang dulu kerjanya ngurusin survey customer satisfaction 5 tahun berturut udah pengen ngamuk dan tetep ngerasa Customer is the King.  Dengan entengnya si Mbak Sari (petugas di kantor Banda Aceh) menganjurkan aku untuk menelpon ulang Jakarta. Dia gak bisa menghubungkan ke Jakarta. Gosh!!! Oke, gue ikutin deh mau lu.. Aku coba telpon berkali kali.. Nyambungnya..susyaaaaaaaaaaaaaaahh banget!!  Bukan apa-apa sebagai raja boleh banget dong, gue minta klarifikasi. Setuju ???  

Akhirnya, setelah menunggu sekian menit nyambung juga dan berita buruknya si operator pun menguatkan kalo itu memang berlaku untuk pengambilan di Jabotabek saja. Lah ?? Apa-apaan ini ? Waktu aku booking tiket kan udah bilang, kalau gue mau diskon itu dan gue akan issued di Banda Aceh!! Apalagi sms konfirmasi meyakinkan: “BERLAKU DI SEMUA CABANG”  dan petugas yang menjawab waktu itu meyakinkan BISA (sorry, lupa namanya) Dodol kan ???

Apa boleh buat, karena I have no choice anymore.. secara airline lain udah lebih penuh dan lebih gila harganya, gue ambil juga itu tiket.

Kejadian seperti ini harusnya jadi perhatian banget nih buat perusahaan-perusahaan yang bikin promosi Co-Branding begini. Analisis gue sih, bisa jadi nomer HPku sudah tercatat di sistemnya Mbak Sri jadi aku teracak atau “terpilih” untuk mendapatkan promo itu. Yang kedua, mungkin karena nomor Kartu Halo-ku adalah nomor Jakarta, bisa jadi mereka pikir tak perlu menyebut cabang, karena aku diprediksi beredar di Jakarta dan sekitarnya. Hareee Geneeeeee ??  Binatang langka aja udah mobile kemana mana apalagi orang “sok sibuk” kayak gue ?? Duh..pleaseee

 

 

 

 

 

 

 

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 4.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Aris For Idol

Sebenernya sih gue gak ngikutin banget Idol tahun ini. Tahun-tahun sebelumnya masih selalu sempet mantengin TV demi American Idol trus bikin compare gak mutu dengan Indonesian Idol (gak apple to apple banget yak…). Emang gak ngikutin via televisi apalagi langsung nongkrong di Balai Sarbini yang dingin banget itu, cukuplah memonitor dari video video youtube dan itu khusus buat tau performance-nya Januarisman alias Aris yang “hanya” pengamen KRL tapi punya magnet luar biasa yang bisa menyihir pendengarnya.  Pertama liat peform dia waktu tayangan audisi-nya dia. Aku udah feeling, anak ini pasti masuk grand final. Suaranya gak super istimewa tapi karakternya yang kuat banget dan “cowok banget”. Hehehhe.. Kayaknya aku pun pernah liat dia “manggung” langsung di KRL Jabotabek beberapa waktu lalu. Setelah Ibu Tia yang sempet menghipnotis gue, ..sorry bu, kali ini gue pengen bilang sama elu : gue ngefans banget sama anak ini. Kapan kapan kalo lu ada jadwal manggung sama dia.. Gue Ikuttttttttttttttttttttttttttttttttttttt…. Cuman pengen liat live-nya dia (bukan mo minta tanda tangan)

Moga-moga setelah jadi ngetop, gak sombong ya ris…

Liat gimana hebatnya Tuhan bisa merubah hidup manusia hanya dalam hitungan singkat. From no one to someone. From Nobody to somebody. From Zero to Hero 

Aris yang konon hanya tamat SMP bisa membalikkan suratan hidupnya. Ris, gue suka gaya lo!!  Gak ngelebih-lebihin buat gue, lu is the best Indonesian Idol Ever!

Thanks buat yang selalu dengan baek hati nemenin nonton youtube dan dengerin komentar komentar gak penting gue….(hmmm…)

 

 

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)